ANALISIS KINERJA RUAS JALAN PADA JALAN M.H. THAMRIN (BUNDARAN HI - SIMPANG SARINAH) AKIBAT PROYEK PEMBANGUNAN MRT JAKARTA UNDERGROUND SECTION CP 106

*Muhammad Auliya Rahman  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Muhammad Hafidz Hasan  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Y.I. Wicaksono Y.I. Wicaksono  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Bambang Riyanto  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Published: 23 Feb 2018.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 323 270
Abstract

Kota Jakarta merupakan Ibu Kota Indonesia yang memiliki perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat diberbagai bidang sektor. Kondisi seperti ini menyebabkan tingkat populasi yang tinggi, sehingga setiap tahunnya kendaraan yang melintasi kota Jakarta mengalami peningkatan. Maka dari itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun prasarana transportasi umum baru yaitu Mass Rapid Transit (MRT). Hal ini menjadi pemicu utama kemacetan lalu lintas, salah satunya adalah di jalan M.H. Thamrin. Sehingga akan menyebabkan kinerja ruas jalan (derajat kejenuhan dan kecepatan) dan biaya operasional kendaraan (BOK) meningkat. Perhitungan kinerja ruas jalan dalam penelitian ini mengacu pada PKJI’14 dan MKJI’97, sedangkan metode untuk perhitungan BOK menggunakan metode Pacific Consultant Internasional (PCI). Data primer yang diperlukan berupa data arus lalu lintas, geometrik dan data kecepatan saat konstruksi berlangsung. Sedangkan data sekunder didapat dari instansi terkait. Angka kelayakan pelayanan jalan ditunjukan dengan nilai derajat kejenuhan/degree of saturation (DS), dengan syarat DS ≤ 0,85. Hasil analisis data menunjukan kapasitas jalan M.H. Thamrin pada tahun 2013 sebelum konstruksi sebesar 7893,6 skr/jam, mengalami penurunan kapasitas saat konstruksi tahun 2017 menjadi 7550,4 skr/jam, nilai DS tahun 2013 sebesar 0,84 menjadi 0,52 pada saat konstruksi tahun 2017, kecepatan kendaraan pada tahun 2013 sebesar 43,9 km/jam menjadi 39,18 km/jam pada saat konstruksi tahun 2017 dan BOK pada tahun 2013 sebesar Rp. 906,67 mengalami kenaikan menjadi Rp. 1.158,36. Untuk tercapainya kinerja dan tingkat pelayanan lokasi tinjauan yang lebih baik adalah dengan melakukan pelebaran jalan sehingga dapat menambah kapasitas jalan saat konstruksi berlangsung.

Keywords: kemacetan, kapasitas, derajat kejenuhan;kecepatan, biaya operasional kendaraan.

Article Metrics: