PERILAKU CLAY SHALE TERHADAP KUAT GESER RESIDUAL PADA LOKASI BANYUMENENG, PENAWANGAN, DAN WONOSEGORO

*Anindya Yusuf Wirmanda  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Idham Dio Fathullah  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Siti Hardiyati  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Kresno Wikan S  -  Departemen Teknik Sipil, Indonesia
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 140 136
Abstract

Bencana longsor pada daerah Manyaran, Semarang merupakan salah satu potensi bencana dari Clay Shale. Clay Shale adalah sedimen berbutir halus yang terbentuk dari konsolidasi mineral lempung. Untuk menangani longsoran dilakukan penelitian terhadap Clay Shale sehingga mengetahui parameter sudut geser residualnya. Daerah penelitian yaitu Desa Banyumeneng Kabupaten Demak, Desa Penawangan Kabupaten Grobogan, dan Desa Wonosegoro Kabupaten Boyolali  termasuk material Clay Shale.  Hasil analisis pengujian geser langsung didapatkan nilai sudut geser residual efektif (f’r) Sampel Wonosegoro 12,82o dengan nilai Liquid Limit 49; Sampel Penawangan 9,69odengan  Liquid Limit 54, dan Sampel Banyumeneng 8,98o dengan Liquid Limit 60. Jika hasil sudut geser residual dan Liquid Limit di plot dalam grafik Stark (1994) didapat hasil yang memuaskan karena mendekati hasil pengujian dari Stark. Uji pengembangan bebas dilakukan untuk mengetahui persentase Swelling pada Clay Shale, didapatkan nilai persentase sebesar 10-25%. Hubungan korelasi dalam penelitian diperoleh dari hasil pengujian Properties Index, pengujian Direct Shear dalam parameter kuat geser residual serta pengujian pengembangan bebas dalam parameter Free Swell Index (FSI) dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam perencanaan geoteknik.

Keywords: Clay Shale; Pengembangan Bebas; Geser Langsung

Article Metrics: