HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA FISIK DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN ASIN DI UD. X

*Sherly Muzikha Yamaula  -  Mahasiswa Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Ari Suwondo scopus  -  Bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Baju Widjasena scopus  -  Bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 2 Sep 2020; Published: 6 Jan 2021.
View
Untitled
Subject
Type Research Instrument
  Download (20KB)    Indexing metadata
Open Access
Citation Format:
Abstract

Fatigue is a subjective feeling accompanied by a decrease in efficiency and the needs. One factor that influences fatigue is work capacity. Salted fish processing industry workers use a lot of physical strength to work, if the physical workload received by workers increases, the workers will feel fatigued more quickly. The purpose of this study was to analyze the relationship between individual characteristics (age, sex, years of service, BMI, problems health) and physical workload with work fatigue. The type of this research was quantitative research, which was analytic observational with cross-sectional approach. The research instrument is to used the respondent's datasheet to observe individual characteristics, SNI 7269:2009 to measure physical workload based on calorie needs and the IFRC (Industrial Fatique Research Committee) Questionnaire to measure subjective work fatigue. The sampling technique used total sampling with population and sample in the study were 30 workers. Based on the statistical test with Fisher Exact, the results showed that there was no relationship between work fatique with age (p-value = 0.638), gender (p-value = 0.431), years of service (p-value = 1.000), BMI (p-value = 1.000), health problems (p-value = 0.070) and there is a relationship between work fatique with physical workload (p-value = 0.010). The suggestion for both company owners and workers is to pay attention to workers who are ex periencing fatique to take breaks or strecth muscles regularly every 2 hours.

Keywords : Individual characteristics, physical workload, fatique

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: Individual characteristics; physical workload; fatique

Article Metrics:

  1. Atiqoh, Januar., dkk. 2014. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Konveksi Bagian Penjahitan Di CV. Aneka Garment Gunungpati Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol.2, No. 2
  2. Baiduri W. 2008. Fatigue Assessment PT. Pamapersada Nusantara. Jakarta
  3. Hardi. S. 2006. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Kelelahan
  4. Chesnal dkk. 2014. Hubungan antara umur, jenis kelamin, dan status gizi, dengan kelelahan kerja pada tenaga kerja dibagian produksi PT. Putra Karangeyang Popontolen Minahasa Selatan
  5. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja
  6. Tarwaka, Solchul, H.A Bakri & Sudiajeng. 2004. Ergonomi untuk Kesehatan Kerja dan Produktivitas. Surakarta: UNIBA Pers
  7. Perwita, Dita & A.R. Tualeka. 2004. Faktor yang Berhubungan dengan kelelahan Kerja Subjektif pada Perawat di RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya. Jurnal Surbaya: Universitas Airlangga, Vol. 1, No. 1
  8. Kronons, Rensi, dkk. Hubungan Antara Masa Kerja, Status Gizi Dan Lama Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Penjahit Sektor Usaha Informal Di Kompleks Gedung President Pasar 45 Kota Manado
  9. Maurits, LSK. 2012. Selintas Tentang Kelelahan Kerja.Yogyakarta: Amara Books
  10. Putri, P. 2008. Hubungan Faktor Internal dan Eksternal Pekerja terhadap kelelahan kerja pada operator alat besar PT. Indonesia power unit bisnis pembangkitan suralaya tahun. 2008. Universitas Indonesia
  11. Gurusinga, Dewi., dkk. 2015. Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Operator Pabrik Gula Pt.Pn Vii Cinta Manis Tahun 2013. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. Vol.6, No.2
  12. Agustinawati, Rina kadek., dkk. 2019. Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Pengerajin Industri Bokor Di Desa Menyali. Jurnal Medika Udayana, Vol. 9 No. 9
  13. Nawawiwetu ED. Thermal stress. 2012. Surabaya: Departemen keselamatan dan kesehatan kerja universitas airlangga
  14. Hendrayati., Rowa S. S., dan Mappeboki h. S. 2009. Gambaran umum asupan zat gizi, status gizi dan prosuktivitas karyawan CV. Sinar Matahrai sejahtera di Kota Makasar, Jurnal Media Gizi pangan. Vol.07 No.1, Hal 35-37
  15. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Pentingnya Peregangan di tempat kerja. Jakarta: artikel Ditjen yankes