FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MAKAN BERISIKO GIZI LEBIH PADA REMAJA SMA DI KOTA SEMARANG

*Ututya Lisya Wijaya  -  Mahasiswa Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Bagoes Widjanarko scopus  -  Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Ratih Indraswari  -  Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 2 Jan 2020; Published: 19 Mar 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Menurut WHO, terdapat lebih dari 1 miliar penduduk dewasa yang kelebihan berat badan, dan sebanyak 300 juta orang dewasa mengalami obesitas. Indonesia pada tahun 2018, remaja usia 15-18 tahun meningkat menjadi 31%. Pasien obesitas menurut laporan profil kesehatan Kota Semarang tahun 2018 menyebutkan data penderita meningkat menjadi 2,38%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku makan yang menyebabkan terjadinya gizi lebih pada remaja SMA di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 138 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional sampling dengan cara penunjukan. Instrumennya menggunakan sistem yang dikelola sendiri. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan taraf signifikansi 5%. Responden terdiri dari dua SMA, yaitu SMA N 11 Semarang dan SMA N 15 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 15 tahun 16 tahun sebanyak 45,7%, mayoritas responden adalah remaja putri 65,2%, mayoritas tingkatan kelas berada di kelas XI yaitu 50,7%, mayoritas biaya makan remaja dikategorikan. tinggi dengan prosentase yaitu 58%, mayoritas berperilaku makan baik sebanyak 58% responden. Variabel yang berhubungan dengan perilaku makan berisiko gizi kurang pada remaja adalah tingkat pengetahuan responden (p = 0,021), sikap responden (p = 0,002), akses informasi kesehatan (p = 0,039), dukungan orang tua (p = 0,000), sekolah. dukungan (p = 0,404), dukungan teman (p = 0,029). Variabel yang tidak berhubungan dengan perilaku makan berisiko gizi lebih pada remaja adalah umur responden (p = 0,431), jenis kelamin responden (p = 0.
Keywords: Overnutrition; Adolescent; Eating Behavior

Article Metrics:

  1. Hadi, Hamam. Beban Ganda Masalah Gizi dan Implikasinya terhadap Kebijakan Pembangunan Kesehatan Nasional. Pidato Pengukuhan Jab Guru Besar [Internet]. 2005;1–24. Available from: http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2011/08/Beban-ganda-masalah-gizi.pdf
  2. Soediaoetama. Ilmu Gizi Untuk Profesi dan Mahasiswa. Penebar Swadaya; 2004
  3. Fadhilah, Farah Husna, Bagoes Widjanarko, Zahroh Shaluhiyah. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Makan pada Anak Gizi Lebih di Sekolah Menengah Pertama Wilayah Kerja Puskesmas Poncol Kota Semarang. J Kesehat Masy [Internet]. 2018;6(1):734–44. Available from: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/20309
  4. World Health Organization. Obesity and Overweight Facts : How Do We Define Obesity and Global Strategy On. 1980
  5. Peilin, H. Influencing Students’ Decisions to Choose Healthy or Unhealthy Snacks at The University of Newcastle, Australia. J Nurs Res. 2004;2(2):83–91
  6. Riset Kesehatan Dasar. Hasil Utama Riskesdas 2018 [Internet]. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/info-terkini/materi_rakorpop_2018/Hasil Riskesdas 2018.pdf
  7. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017. 2017;3511351(24)
  8. Dinas Kesehatan Kota Semarang. Profil Kesehatan Kota Semarang 2018 [Internet]. Semarang; 2018. Available from: www.dinkes.semarangkota.go.id
  9. Sholeha, Lia. Hubungan Perilaku Makan Terhadap Indeks Massa Tubuh Pada Remaja Di SMP YMJ Ciputat. 2014
  10. Ernawati, Aeda. Hubungan Faktor Sosial Ekonomi, Higiene Sanitasi Lingkungan, Tingkat Konsumsi dan Infeksi dengan Status Gizi Anak Usia 2-5 Tahun di Kabupaten Semarang Tahun 2003. Jurnal Gizi Indonesia. Universitas Diponegoro; 2009
  11. Prasiwi, Ridanti Indraswari. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Makan pada Remaja di SMPN 115 Jakarta Selatan Tahun 2012. Universitas Indonesia; 2012
  12. Nurjanah, Rulliyati. Faktor-Faktor Pola Makan Pada Remaja Di SMK Negeri 4 Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta; 2017
  13. Sajwani, Rubani A, dkk. Knowledge and Practice of Healthy Lifestyle and Dietary Habits in Medical and Non-Medical Students of Karachi , Pakistan. 2009;10–5
  14. Suryaputra, Kartika, Siti Rahayu Nadhiroh. Perbedaan Pola Makan dan Aktivitas Fisik Antara Remaja Obesitas dengan Non Obesitas. Makara, Kesehat Kesehat. 2012;16(1):45–50
  15. Putri, Dila Yudita. Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Makan pada Remaja Putri di SMAN 10 Padang Tahun 2013. Repos Univ Andalas. 2014;1–24