HUBUNGAN SIKAP, AKSES DUKUNGAN KELUARGA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN PERILAKU MAKAN REMAJA DALAM PENCEGAHAN HIPERTENSI DI KELURAHAN NGEMPLAK SIMONGAN KOTA SEMARANG

*AYU WIRADIJAYA  -  Mahasiswa Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Priyadi Nugraha Prabamurti scopus  -  Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Ratih Indraswari  -  Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
Received: 2 Jan 2020; Published: 11 Mar 2020.
View
Hubungan Sikap, Akses Dukungan Keluarga dan Lingkungan Sekolah dengan Perilaku Makan Remaja dalam Pencegahan Hipertensi di Kelurahan Ngemplak Simongan Kota Semarang
Subject
Type Research Instrument
  Download (40KB)    Indexing metadata
Open Access
Citation Format:
Abstract

Latar Belakang: Era globalisasi dapat memungkinkan terjadinya perubahan besar pada pola kehidupan manusia, misalnya pola konsumsi makanan, cenderung meniru gaya kebarat-baratan yang dianggap sebagai gaya hidup masyarakat modern, yaitu tingginya konsumsi makanan yang mengandung tinggi lemak, natrium, dan gula bahkan nilai gizinya sangat sedikit. Remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa. Dari segi kesehatan, kelompok usia ini merupakan kelompok usia yang sering dianggap sehat-sehat saja,  namun pada kenyataannya tidak demikian.

Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik survey dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah 89 remaja pertengahan-akhir (usia 15-19 tahun) yang dilakukan di wilayah Kelurahan Ngemplak Simongan Kota Semarang menggunakan teknik proportional random sampling.  Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Penelitian telah lolos uji etik dari komisi etik penelitian kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro dengan nomor 511/EA/KEPK-FKM/2019.

Hasil: Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat (61%) remaja yang sudah memiliki perilaku makan yang baik namun sisanya (38,2%) masih memiliki perilaku makan yang kurang baik. Sebagian besar responden berusia 19 tahun (24%).  Jenis kelamin responden didominasi oleh  perempuan (71,9%), dengan pendidikan terakhir tamat SMP dan uang saku berada dalam kategori cukup (62,9). Hasil analisis chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara sikap (p= 0,043) , dukungan keluarga (p= 0,015), dan pengaruh lingkungan sekolah (p= 0,019) dengan perilaku makan remaja dalam pencegahan hipertensi di Kelurahan Ngemplak Simongan Kota Semarang

Simpulan dan Saran: Terdapat hubungan sikap, dukungan keluarga dan pengaruh lingkungan sekolah  dengan perilaku makan remaja dalam pencegahan hipertensi di Kelurahan Ngemplak Simongan Kota Semarang. Menumbuhkan kesadaran remaja untuk berperilaku makan yang sehat dengan berdasarkan pada Pedoman Gizi Seimbang sangat diperlukan demi mencegah peningkatan angka kejadian hipertensi di Kelurahan Ngemplak Simongan.

 

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: Pencegahan hipertensi; perilaku makan; remaja

Article Metrics:

  1. Holmboe-Ottesan, G., Wandel, M., 2012. Changes In Dietary Habits After Migration and Concequences for Health: A Focus On South Asians In Europe. Food Nutr
  2. VF., N. Hypertension in Children and Adolescences. Pediatr 1, 51–57 (2011)
  3. Batubara, J.R., 2010. Adolescence Development (Perkembangan Remaja). Sari Pediatri 12
  4. Kementrian Kesehatan RI. Pusat Data Informasi Kementrian Kesehatan RI Hipertensi. Heal. Educ. Behav. (2014)
  5. Inash., 2015. ABC Hipertensi Diagnosis dan Tatalaksana Hipertensi, Jakarta, Perhimpunan Hipertensi Indonesia
  6. H., A. Masalah dan Penanggulangan Hipertensi pada Anak. (2014)
  7. Dinas Kesehatan Provinsi Jateng. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017
  8. Haris, S., Dimiati, H. & Anwar, M. S. Profil Hipertensi pada Anak di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. 2013
  9. World Health Organization. Raised Blood Pressure. 2012
  10. Notoatmodjo, Soekidjo, (2003). Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi, Jakarta: Rineka Cipta
  11. Moehyi, S., 1992. Penyelenggaraan Makanan Institusi dan Jasa Boga. Bhratara, jakarta
  12. Novisa, R., 2011. Perubahan Pola Makan terhadap Mahasiswa Perantau. Program Studi Ilmu Komputer Angkatan 2011 FMIPA Universitas Lampung Mangkurat
  13. Rathi, N., Riddell, L., Worsley, A., 2016. What Influences Urban Indian Secondary School Students' Food Consumption? - A Qualitative Study. Appetite
  14. Pemayun, R.P., & Saraswati, Ratna. (2015). Gambaran Kebiasaan Mengonsumsi Makanan Cepat Saji Dan Obesitas Pada Mahasiswa Semester V Program Studi Kedokteran Umum Universitas Udayana Tahun 2014. Intisari Sains Medis
  15. Siregar, D. H. (2015). Hubungan Konsumsi Junk Food Dengan Obesitas Pada Siswa Di Sma Dharma Pancasila Kelurahan Selayang Medan Tahun 2014. 44
  16. Arikunto, S. Prosedur Penelitian: Suatu pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta; 2006
  17. Azwar S. Sikap Manusia: Teori Dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013
  18. Putri,Yudita Dila. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Makan pada Remaja Putri di SMA Negeri 10 Padang. Fakultas Keperawatan. Universitas Andalas: Padang,2014
  19. Larson, N., Eisenberg, M.E., Berge, J.M.,Arcan, C.,Neumark-Sztainer, D., 2015. Ethnic/Racial Disparities in Adolescences Home Food Environments and Linkages to Dietary Intake and Weight Status. Eat. Behav
  20. Bisma Yudha, M. Gambaran Faktor Risiko Hipertensi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Dan Ilm Kesehatan Angkatan 2013 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (2017)
  21. Kementrian Kesehatan RI. (2014). Bina Gizi dan KIA Kementrian Kesehatan RI. Pedoman Gizi Seimbang