skip to main content

HUBUNGAN JENIS MAKANAN DAN INTAKE CAIRAN DENGAN KELELAHAN PADA PEKERJA BAGIAN SETRIKA PT SANDANG ASIA MAJU ABADI

*Maria Visca Arumbi  -  , Indonesia
Bina Kurniawan  -  , Indonesia
Baju Widjasena  -  , Indonesia
Published: 1 Aug 2017.

Citation Format:
Abstract

Fatigue is the body's mechanism to avoid further damage so that the body can recover itself after resting. Fatigue is adjusted centrally by the brain. Work fatigue increases errors in working process and may increase the number of accidents at work. The objective of this study is to describe the correlation between consumed types of diets and fluid intake with fatigue among Ironing Division workers of PT Sandang Asia Maju Abadi. This descriptive study conducted in cross-sectional method in form of observational study. The population studied consists of 37 workers from Ironing Division and sampled by total-sampling method. Instruments used in this study include recall questionnaires of foods and beverages consumed to determine the types of diets and fluid intake, Questemp 34 Heat Stress Monitor to measure the work climate, body weight scale, Microtoise to measure body height, Deary-Liewald Reaction Time to measure the level of work fatigue. The results showed that the respondent consists of 51.4% of young adults, 67.6% of females, and 56.8% of respondent with normal nutritional status, 56.8% of respondents consumes non-gravy-rich diets, and 64.9% of respondents have enough fluid intakes, under work climate ranging between 24 - 36oC. The result of chi-square test shows that there is a correlation between types of diets and fluid intake with fatigue. To reduce the risk of work fatigue, it is recommended for workers to prefer consuming gravy-rich diets and drink enough water to overcome the loss of body fluids.

Fulltext View|Download
Keywords: types of diets, fluid intake, work fatigue

Article Metrics:

Article Info
Section: Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Recent articles
ANALISIS HUBUNGAN PERSEPSI BAURAN PEMASARAN DENGAN MINAT PETANI DALAM KEPESERTAAN BPJS KESEHATAN MANDIRI DI KECAMATAN PRACIMANTORO KABUPATEN WONOGIRI FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPESERTAAN SEKTOR INFORMAL DALAM BPJS KESEHATAN MANDIRI DI KELURAHAN PONCOL, KECAMATAN PEKALONGAN TIMUR, KOTA PEKALONGAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI PEMETAAN IBU HAMIL RISIKO TINGGI (STUDI KASUS DI PUSKESMAS BANYUBIRU) HUBUNGAN ANTARA PERILAKU PACARAN REMAJA DAN PERNIKAHAN DI BAWAH USIA 20 TAHUN TERHADAP ANGKA KELAHIRAN MENURUT KELOMPOK UMUR 15-19 TAHUN DI INDONESIA FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBUGARAN JASMANI PADA REMAJA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 11 SEMARANG PERBEDAAN SKOR PLAK GIGI, pH SALIVA, DAN STATUS ORAL HYGIENE PADA PEMAKAI DAN BUKAN PEMAKAI ALAT ORTODONTI CEKAT PERBEDAAN KECUKUPAN BESI, ENHANCER FACTORS(PROTEIN, VITAMIN C) DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA SEBELUM DAN SETELAH SUPLEMENTASI BESI SELAMA 1 BULAN (Studi padaSiswi Kelas XI SMA MTA Kota Surakarta Tahun 2017) Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Tempat Persalinan Tahun 2016 (Studi di Wilayah Puskesmas Perawatan Suban Kabupaten Tanjung Jabung Barat) HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, PRAKTIK PENERAPAN SOP, PRAKTIK PENGGUNAAN APD DAN KOMITMEN PEKERJA DENGAN RISIKO KECELAKAAN KERJA DI PT X TANGERANG HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN INTRINSIK DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA SANDBLASTING HUBUNGAN RIWAYAT PAPARAN PESTISIDA DENGAN JUMLAH ERITROSIT, MCV, MCH, DAN MCHC PADA PETANI SAYURAN DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN NGABLAK KABUPATEN MAGELANG ANALISIS PERBEDAAN FUNGSI PARU PADA MASYARAKAT BERISIKO BERDASARKAN KEPADATAN LALU LINTAS DAN KADAR DEBU TOTAL AMBIEN DI JALAN KOTA SEMARANG PERILAKU SEKSUAL LESBIAN TERKAIT PERSONAL HYGIENE DI KOTA BANDUNG IDENTIFIKASI FAKTOR PENGHAMBAT PENCAPAIAN KINERJA PETUGAS SURVEILANS KESEHATAN (GASURKES) DALAM UPAYA PENGENDALIAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN TEMBALANG TAHUN 2016 More recent articles

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.