HUBUNGAN KEBERADAAN BREEDING PLACES, CONTAINER INDEX DAN PRAKTIK 3M DENGAN KEJADIAN DBD (STUDI DI KOTA SEMARANG WILAYAH BAWAH)

*Widya Gian Argintha  -  , Indonesia
Nur Endah Wahyuningsih  -  , Indonesia
Dharminto Dharminto  -  , Indonesia
Published: 2 Nov 2016.
Download
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Kesehatan Lingkungan
Full Text:
Statistics: 86 171
Abstract

Demam Berdarah Dengue adalah salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang cenderung meningkat jumlah pasiennya dan semakin meluas penyebarannya serta dapat menimbulkan kejadian luar biasa (KLB).  IR DBD di Kota Semarang tahun 2014 sebesar 92,43/100.000 penduduk sedangkan target nasional IR DBD yaitu <20 per 100.000 penduduk. DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Keberadaan breeding places dapat meningkatkan vektor penularan DBD, semakin banyak tempat perindukan nyamuk maka semakin padat populasi vektor DBD. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan keberadaan breeding places, container index dan praktik 3M dengan kejadian DBD di Kota Semarang Bawah. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian case control. Sampel dalam penelitian ini sebesar 35 responden kasus dan 35 responden kontrol. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara breeding places (p= 0,412;OR= 1,833), container index (p= 0,393;OR= 1,933) dan praktik 3M (p= 1,000;OR= 1) dengan kejadian DBD di Kota Semarang Wilayah Bawah. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara keberadaan breeding places, container index dan praktik 3M dengan kejadian DBD di Semarang Wilayah Bawah.

Keywords
DBD, Breeding places, Container index, Praktik 3M

Article Metrics: