UJI RESISTENSI INSEKTISIDA MALATHION 0,8% TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti DI WILAYAH FOGGING KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II AMBON

*Isak Tasane -  , Indonesia
Received: 21 Jun 2016; Published: 13 Dec 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Epidemiologi dan Penyakit Tropik
Full Text:
Statistics: 276 251
Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue. Pengendalian vektor DBD oleh  Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Ambon menggunakan isektisida Malathion 95 % dengan sistem Fogging Fokus yang dilakukan setiap 4 bulan sekali sesuai Standar Operasional Prosedur Kantor Kesehatan Pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai status resistensi Vektor DBD Ae. aegypti terhadap insektisida yang digunakan untuk pengendalian (fogging) di Pelabuhan Yos Sudarso, Pelabuhan Perikanan Nusantara, dan Bandara Udara Pattimura. Jenis Penelitian ini adalah Eksperimen.  Sampel Uji adalah semua  nyamuk Ae.  aegypti dewasa generasi pertama (F1) hasil survei Jentikdi Daerah Perimeter dan Buffer di Pelabuhan Yos Sudarso, Pelabuhan Perikanan Nusantara, Bandara Pattimura. Data dianalisa secara Deskriptif.Hasil uji kematian nyamuk Ae.aegypti di Pelabuhan Yos Sudarso  adalah Perimeter 5 ekor (20 %) Buffer 5 ekor (20 %), kemudian di Pelabuhan Perikanan Nusantara di areal Perimeter 5 ekor (20 %) Buffer 5 ekor (20 %), Bandara Udara Pattimura di areal Perimeter 4 ekor (16 %) Buffer 5 ekor (20 %). Malathion 95 % tidak bisa digunakan lagi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Ambon karena sudah resisten terhadap nyamuk Ae.aegypti sehingga perlu diganti dengan Insektisida golongan yang lainseperti golongan Pirethroid (Deltametrin, Lambdasihalotrin, dan cypermetrin)

Keywords
Uji Resistensi, Ae. aegypti, Malathion 0,8 %.

Article Metrics: