BibTex Citation Data :
@article{JIP48588, author = {Karishma Fadhilah and Sri Zulaikha}, title = {Strategi Pengembangan Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam di Pekalongan}, journal = {Jurnal Ilmu Perpustakaan}, volume = {15}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {pengembangan koleksi, strategi pengembangan; koleksi perpustakaan; perguruan tinggi islam}, abstract = { Perpustakaan perguruan tinggi Islam berusaha mengembangkan koleksi melalui berbagai strategi untuk memenuhi kebutuhan akademik dan religius mahasiswa, dosen, serta peneliti. Namun, pelaksanaannya kerap dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan anggaran, minimnya kolaborasi dengan pihak eksternal, dan kesulitan memperoleh bahan pustaka yang relevan. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pelaksanaan pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi Islam di Pekalongan. Fokus kajian meliputi pendekatan yang digunakan oleh perpustakaan dalam menentukan kebutuhan koleksi, pengadaan bahan pustaka, evaluasi koleksi, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses informasi. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memberikan penjelasan serta validasi tentang bagaimana strategi pengembangan koleksi yang selama ini dilakukan oleh salah satu perpustakaan perguruan tinggi islam di Pekalongan yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam Ki Ageng Pekalongan (STAIKAP), sehingga dapat diketahui fenomena dan fakta lapangan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak empat dari enam komponen pengembangan koleksi menururt Edward Evans yang berhasil terlaksana di Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Ki Ageng Pekalongan antara lain, analisis kebutuhan pemustaka, seleksi koleksi perpustakaan, pengadaan koleksi perpustakaan, dan evaluasi koleksi. Dua komponen yang belum diimplementasikan yaitu kebijakan seleksi koleksi dan penyiangan koleksi. Kebijakan koleksi belum terlaksana karena perpustakaan tidak memiliki aturan baku yang dijadikan pedoman untuk menentukan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Selain itu, kegiatan penyiangan koleksi juga belum dilakukan karena keterbatasan jumlah koleksi yang ada di perpustakaan. Oleh karena itu, penelitian ini bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi perpustakaan untuk membuat pedoman pelaksanaan kegiatan pengembangan koleksi agar sumber-sumber informasi yang disajikan lebih mutakhir dan terorganisir. }, issn = {3109-2535}, doi = {10.14710/jip.v15i1.%p}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jip/article/view/48588} }
Refworks Citation Data :
Perpustakaan perguruan tinggi Islam berusaha mengembangkan koleksi melalui berbagai strategi untuk memenuhi kebutuhan akademik dan religius mahasiswa, dosen, serta peneliti. Namun, pelaksanaannya kerap dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan anggaran, minimnya kolaborasi dengan pihak eksternal, dan kesulitan memperoleh bahan pustaka yang relevan. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pelaksanaan pengembangan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi Islam di Pekalongan. Fokus kajian meliputi pendekatan yang digunakan oleh perpustakaan dalam menentukan kebutuhan koleksi, pengadaan bahan pustaka, evaluasi koleksi, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses informasi. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memberikan penjelasan serta validasi tentang bagaimana strategi pengembangan koleksi yang selama ini dilakukan oleh salah satu perpustakaan perguruan tinggi islam di Pekalongan yaitu Sekolah Tinggi Agama Islam Ki Ageng Pekalongan (STAIKAP), sehingga dapat diketahui fenomena dan fakta lapangan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak empat dari enam komponen pengembangan koleksi menururt Edward Evans yang berhasil terlaksana di Perpustakaan Sekolah Tinggi Agama Islam Ki Ageng Pekalongan antara lain, analisis kebutuhan pemustaka, seleksi koleksi perpustakaan, pengadaan koleksi perpustakaan, dan evaluasi koleksi. Dua komponen yang belum diimplementasikan yaitu kebijakan seleksi koleksi dan penyiangan koleksi. Kebijakan koleksi belum terlaksana karena perpustakaan tidak memiliki aturan baku yang dijadikan pedoman untuk menentukan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Selain itu, kegiatan penyiangan koleksi juga belum dilakukan karena keterbatasan jumlah koleksi yang ada di perpustakaan. Oleh karena itu, penelitian ini bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi perpustakaan untuk membuat pedoman pelaksanaan kegiatan pengembangan koleksi agar sumber-sumber informasi yang disajikan lebih mutakhir dan terorganisir.
Article Metrics:
Last update:
View My Stats