Peran Pustakawan Referensi di Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Pemustaka

Published: 12 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Penelitian ini berjudul “Peran Pustakawan Referensi Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah dalam Memenuhi
Kebutuhan Informasi Pemustaka”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengungkap sejauh
mana peran pustakawan referensi dalam memenuhi kebutuhan informasi pemustaka di Perpustakaan Provinsi
Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan yang digunakan
dalam penelitian ini adalah kepala seksi layanan dan otomasi perpustakaan, pustakawan referensi, dan pemustaka
Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan lima orang informan yang telah
ditentukan sebelumnya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara
untuk memperoleh data primer, serta dokumentasi untuk memperoleh data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian
yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa pustakawan referensi Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah dalam
memenuhi kebutuhan informasi pemustaka telah berperan sebagai pembimbing dan pengajar seperti membimbing
menemukan koleksi yang diinginkan, membimbing pemustaka yang kesulitan mengoperasikan OPAC,
membimbing pemustaka menelusur informasi di internet, mengajarkan pemustaka menelusur informasi yang
valid, dan mengajarkan pemustaka menggunakan OPAC. Adapun beberapa inovasi yang dilakukan pustakawan
referensi Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah yakni seperti menemukan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan
pemustaka dengan cepat dan tepat, membuat kuesioner yang diisi pemustaka tentang koleksi yang diinginkan,
hingga menjadi pembimbing bagi pemustaka yang belum lancar membaca kitab suci Al-Qur’an. Peran dan inovasi
yang dilakukan pustakawan referensi Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah dimaksudkan untuk menarik minat
pemustaka dalam memanfaatkan layanan referensi.
Keywords: peran pustakawan referensi; Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah; pemustaka

Article Metrics:

  1. Afifuddin. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif.
  2. Bandung: CV Pustaka Setia. Diakses dari
  3. http://books.google.com/books
  4. Anonim. Why do we need information?. Diakses dari
  5. Situs Web Glasglow Caledonian
  6. University
  7. https://www.gcu.ac.uk/library/smile/searc
  8. hing/whydoweneedinformation/.
  9. Bachri, Bachtiar. (2010). Meyakinkan Validitas
  10. Data Melalui Triangulasi pada Penelitian
  11. Kualitatif. Jurnal Teknologi Pendidikan10:46-62.Diakses dari
  12. http://portalgaruda.org
  13. Bagong, Suyanto. 2005. Metode Penelitian Sosial
  14. Berbagai Alternatif Pendekatan.
  15. Jakarta: Prenada Media.
  16. Creswell, John.W. 2010. Research Design:
  17. Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan
  18. Mixed. Diterjemahkan Achmad Fawaid.
  19. Yogyakarta. Diakses dari
  20. http://repository.ugm.ac.id
  21. Dewi, Aulia Paramita, and Putut Suharso. 2015. “Analisis Layanan Perpustakaan Keliling Badan Arsip Dan Perpustakaan Provinsi
  22. Jawa Tengah Dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Bagi Santri Di Pondok Pesantren Yayasan Islam Hamdan Semarang.” Jurnal Ilmu Perpustakaan 4(2).
  23. Domai, Tjahjanulin,dkk.2015. Perencanaan
  24. Pemberdayaan Pejabat Pengelola
  25. Informasi & Dokumentasi dalam Rangka
  26. Kebutuhan Informasi Publik.
  27. Diakses dari
  28. https://books.google.com/books
  29. Ezmir. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif:
  30. Analisis Data. Jakarta: PT.Raja
  31. Grafindo Persada.
  32. Kusumawati, Diana. (1998). Materi Pelatihan
  33. Pembangunan Di Takeran Jawa Timur.
  34. Diakses dari Situs Web UIN Sunan Ampel
  35. Surabaya http://digilib.uinsby.ac.id
  36. Moleong, Lexy.J. (2013). Metode Penelitian
  37. Kualitatif. Bandung: Remaja
  38. Rosdakarya.
  39. Nasution. (2003). Metode Penelitian Naturalistik
  40. Kualitatif. Bandung:Tarsito.
  41. Diakses dari
  42. http://books.google.com/books
  43. Ningsih, Henny Setia. (2012). Kebutuhan Informasi
  44. dan Pemenuhan Kebutuhan Akan
  45. Informasi : Studi Kasus Remaja Kota.
  46. Skripsi. Universitas Indonesia.
  47. Pendit, Putu Laxman. (2003). Penelitian Ilmu
  48. Perpustakaan dan Informasi :
  49. Sebuah Pengantar Diskusi Epistemologi
  50. dan Metodologi. Depok: JIP- FSUI.
  51. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (2018).
  52. Peraturan Gubernur tentang Organisasi
  53. dan Tata Kerja Dinas Kearsipan dan
  54. Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah
  55. (Pergub No. 36 Tahun 2018).
  56. Semarang, Jawa Tengah. Diakses dari
  57. https://www.perpus.jatengprov.go.id
  58. Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Peraturan
  59. Pemerintah No. 24 Tahun 2014
  60. tentang Pelaksanaan Undang-Undang No.
  61. Tahun 2007 tentang Perpustakaan
  62. (PP No. 24 tahun 2014). Jakarta, DKI
  63. Jakarta. Diakses dari
  64. https://www.perpusnas.go.id
  65. Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Undang-
  66. Undang tentang Perpustakaan No. 43
  67. Tahun 2007. Jakarta, DKI Jakarta. Diakses
  68. dari https://www.perpusnas.go.id
  69. Reference and User Services Association. (2003).
  70. Professional competencies for
  71. reference and user services librarians.
  72. Diakses dari
  73. http://www.rusaupdate.org
  74. Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif,
  75. Kualitatif, dan R&D. Bandung:
  76. Alfabeta.
  77. Sulistyo-Basuki. (2004). Pengantar Dokumentasi.
  78. Bandung: Rekayasa Sains.
  79. Sumardji. (1992). Pelayanan Referensi di
  80. Perpustakaan. Yogyakarta: Kanisius