Peran Pustakawan Dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Repositori Perpustakaan Perguruan Tinggi Pada Perpustakaan Universitas Indonesia

Published: 12 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Penelitian ini membahas mengenai peran pustakawan dalam meningkatkan kualitas layanan repositori di
Perpustakaan Universitas Indonesia yang didorong melalui kompetensi pustakawan Perpustakaan
Universitas Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
kualitatif dengan model deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana peranan yang dilakukan oleh pustakawan
dalam meningkatkan kualitas layanan repositori yang ada di Perpustakaan Universitas Indonesia. Kualitas
layanan ini kemudian didukung melalui 3 kompetensi pustakawan yang dijelaskan oleh SLA (Special
Library Association) yaitu kompetensi inti, kompetensi profesional, dan kompetensi individu. Melalui
kompetensi tersebut kemudian akan mempengaruhi kualitas layanan repositori yang ada di Perpustakaan
Universitas Indonesia yang dapat diketahui melalui seberapa banyak layanan yang ada tersebut diakses
oleh masyarakat luas secara langsung maupun digital. Melalui banyaknya akses kunjungan tersebut akan
memberikan pengaruh terhadap layanan repositori Perpustakaan Universitas Indonesia. Semakin banyak
kunjungan ke perpustakaan secara langsung maupun melalui web domain perpustakaan akan berdampak
terhadap indikator Webometrics seperti visibility, presence, openness, dan excellence. Indikator tersebut
tentunya dapat meningkat atau menurun tergantung dari bagaimana kompetensi dan kualitas layanan
dijalankan oleh pustakawan Perpustakaan Universitas Indonesia kepada pelanggannya.
Keywords: peran pustakawan; kualitas layanan; layanan repositori; peringkatWebometrics; perpustakaan perguruan tinggi

Article Metrics:

  1. Abels, Eileen dkk. 2003. Competencies for
  2. Information Proffesionals of the 21st
  3. Century Revised Edition, June 2003.
  4. Diakses melalui
  5. https://www.sla.org/aboutslaaboutsla/
  6. competencies/ pada Tanggal 24 Juli
  7. Armstrong, Michelle. 2013. Institutional
  8. Repository Management Models that
  9. Support Faculty Research
  10. Dissemination.
  11. www.emeraldinsight.com/1065075X.htm
  12. . [diakses pada 1 Agustus 2019]
  13. Azmar, Nora Junita. 2015. “Peran Pustakawan
  14. Dalam Meningkatkan Kualitas Layanan
  15. di Perpustakaan”. Jurnal Iqra’, 9 (2) 1-5.
  16. Kode Etik Pustakawan dalam Kiprah
  17. Pustakawan. Jakarta: IPI, 1998.
  18. M. Reitz, Joan. 2002. “Online Dictionary of
  19. Library and Information Science”.
  20. Masruri, Anis. 2004. “Kualitas Pelayanan
  21. Perpustakaan (Studi Kasus pada
  22. Perpustakaan IAIN Sunan Kalijaga
  23. Yogyakarta).” Jurnal Berkala Ilmu
  24. Perpustakaan dan Informasi No. II,
  25. Nomor 2, 2004. Yogyakarta: Universitas
  26. Gadjah Mada.
  27. Mubaroq, Firman Al, Putut Suharso, and
  28. Albertus Pramukti. 2015. “Pengaruh
  29. Ketersediaan Layanan Hotspot Area
  30. Terhadap Tingkat Peminjaman Koleksi Di
  31. UPT Perpustakaan Universitas Muria
  32. Kudus (UMK).” Jurnal Ilmu
  33. Perpustakaan 4(2).
  34. Pendit, Putu Laxman. 2008. “Kompetensi
  35. Informasi dan Kompetensi Pustakawan”,
  36. makalah Lokakarya pustakawan swasta
  37. se Jabodetabek, Jakarta 14-15 Januari.
  38. Prodi D3 Perpustakaan UIN Sunan
  39. Kalijaga Yogyakarta, Associaton of
  40. Library University Students (ALUS) &
  41. Library Educational “Relationship”
  42. Community (Liberty) pada 8 Desember
  43. Rahardja, Untung dkk. 2017. “Peningkatan
  44. Rank Webometrics menggunakan
  45. Metode Inbound dan Outbound pada
  46. Perguruan Tinggi”. E-journal STMIK
  47. Pontianak, Vol. 7, No. 1, hal. 4.
  48. Suber, Peter. 2013. Open Access Overview.
  49. Diakses melalui
  50. http://lrgacy.earlham.edu/~peters/fos/ove
  51. rview.htm pada tanggal 23 Juli 2019.
  52. Suwarno, Wiji. 2010. Ilmu Perpustakaan &
  53. Kode Etik Pustakawan, Jogjakarta: Ar