Pemanfaatan Indonesia One Search (IOS) Dalam Mendukung Akses Sumber Informasi Elektronik Bagi Siswa di SMA Kolese Loyola Semarang

*Inawati Inawati  -  Program Studi S-1 Ilmu Perpustakaan, Universitas Diponegoro
Ika Krismayani  -  Program Studi S-1 Ilmu Perpustakaan, Universitas Diponegoro
Published: 12 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan Indonesia OneSearch (IOS) dalam mendukung akses sumber
informasi elektronik bagi siswa di SMA Kolese Loyola Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
metode kualitatif. Metode pengambilan data yang dilakukan yaitu wawancara dan observasi. Jumlah informan dalam
penelitian ini sebanyak 6 orang, terdiri dari siswa, pustakawan dan guru SMA Kolese Loyola Semarang. Penelitian ini
menggunakan thematic analysis dalam analisa data. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan 8 tema
analisis yaitu edukasi pemanfaatan IOS, pemahaman desain dan layout IOS, efektivitas dan efisiensi dalam pemanfaatan
IOS, keabsahan sumber informasi yang diakses melalui IOS, eror dan solusi dalam akses sumber informasi, jenis sumber
informasi yang dimanfaatkan oleh siswa melalui IOS, proses akses sumber daya informasi, serta jaringan dan kerjasama
perpustakaan oleh perpustakaan SMA Kolese Loyola Semarang. Simpulan dalam penelitian ini yaitu siswa SMA Kolese
Loyola Semarang memanfaatkan IOS sebagai sarana akses sumber informasi elektronik, terutama untuk mendukung
penyelesaian tugas karya sastra (karya ilmiah), tugas presentasi, diskusi, debat, dan hobi.
Keywords: Indonesia OneSearch; kolaborasi perpustakaan; harvesting system; sumber informasi elektronik

Article Metrics:

  1. Correia, P. dkk. (2009). The Importance Of Scientific
  2. Literacy In Fostering Education For
  3. Sustainability: Theoretical Considerations And
  4. Preliminary Findings From A Brazilian
  5. Experience. Journal of Cleaner Production, 18:
  6. –685.
  7. Heriyanto. (2018). Understanding How Australian
  8. Researchers Experience Open Access As Part Of
  9. Their Information Literacy. Thesis. Diakses
  10. melalui
  11. https://eprints.qut.edu.au/117651/1/Heriyanto_Th
  12. esis.pdf.
  13. International Organization for Standardization (ISO)
  14. Switzerland. (2010). Ergonomics of Human
  15. System interaction - Part 210: Human-Centered
  16. Design for Interactive Systems. ISO FDIS 9241-
  17. :2010(E).
  18. Latip, A. (2017). Pentingnya Literasi Sains untuk
  19. Generasi Zaman Now. Kompasiana Online.
  20. melalui
  21. https://www.kompasiana.com/altip/5a3c8824caf7
  22. db3b145228f3/pentingnya-literasi-sains-untukgenerasi-
  23. zaman-now?page=all.
  24. Moleong, L. J. (2013). Metodologi Penelitian
  25. Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  26. Nielsen. J. (2012). Usability 101: Introduction to
  27. Usability. Diakses melalui
  28. https://www.nngroup.com/articles/usability-101-
  29. introduction-to-usability/.
  30. Prabowo, A. & Heriyanto. (2013). Analisis
  31. Pemanfaatan Buku Elektronik (E-Book) oleh
  32. Pemustaka di Perpustakaan SMA Negeri 1
  33. Semarang. Jurnal Ilmu Perpustakaan, Vol. 2, No.
  34. , 2013 Hal. 1-9.
  35. Singh, P. (2016). Open Access Repositories in India:
  36. Characteristics and Future Potential. International
  37. Federation of Library Associations and
  38. Institutions, Vol. 42(1), 16–24.
  39. Heriyanto, Heriyanto, and Putut Suharso. 2014. “Open Access-Enhancing Scholarly Communication.” In International Seminar Proceeding Strengthening National Identity through Language, Literature,
  40. and History, Semarang: Fakultas Ilmu Budaya, 191–95.