Literasi Informasi Pengendara Ojek Online (Go-Jek) Tembalang Semarang Saat Bertugas

*Irfan Agus Prasetyo  -  Program Studi S-1 Ilmu Perpustakaan, Universitas Diponegoro
Rukiyah Rukiyah  -  Program Studi S-1 Ilmu Perpustakaan, Universitas Diponegoro
Published: 12 Sep 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 18 30
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi informasi pengendara ojek online (Go-Jek)
Tembalang Semarang, yaitu bagaimana pengendara ojek online Go-Jek yang berada di kawasan kampus
Undip Tembalang Semarang dapat memiliki kemampuan berliterasi informasi. Hal ini perlu dilakukan
karena kemampuan literasi informasi digunakan untuk menunjang pekerjaan berbasis online seperti Go-Jek.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengambilan data menggunakan observasi dan
wawancara semi terstrukrur. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis tematik. Hasil
penelitian mendapatkan empat tema besar yaitu, 1. Komunikasi informasi menjadi tema pertama serta
menjadi tema inti dari keempat tema yang telah ditemukan, komunikasi informasi menjelaskan tentang
bagaimana pengendara ojek online Go-Jek Tembalang Semarang dalam melakukan komunikasi secara
sharing informasi perihal informasi yang berkaitan dengan pekerjaan. 2. Penggunaan perangkat komunikasi
berbicara tentang penggunaan perangkat yang digunakan oleh pengendara ojek online Go-Jek untuk
mendapatkan order serta untuk berkomunikasi satu sama lain. 3. Pemanfaatan aplikasi digunakan untuk
membantu pengendara ojek online Go-Jek untuk mendapat order, serta penggunaan aplikasi tambahan guna
mendukung perangkat yang digunakan oleh pengendara untuk melakukan pekerjaan. 4. Identifikasi
informasi sekaligus tema terakhir berbicara tentang bagaimana pengendara ojek online Go-Jek dalam
menyikapi penyebarluasan informasi dengan mengidentifikasi informasi agar informasi dapat digunakan
serta dikomunikasikan dan disebarluaskan ke sesama pengendara ojek online Go-Jek.
Keywords: literasi informasi; pengendara Go-Jek; kemampuan literasi informasi

Article Metrics:

  1. ALA. (2018). Information Literacy Competency
  2. Standards for Higher Education,
  3. http://www.ala.org/Template.cfm?Section=H
  4. ome&template=/ContentManagement/Content
  5. Display.cfm&ContentID=33553> diakses
  6. pada 30 Juli 2019.
  7. Anak, A. dan I Nyoman Putra. (2005).
  8. “Pemanfaatan TI dan Pengaruhnya pada
  9. Kinerja Individual pada Bank PeRakyat di Kabupaten Tabanan”. Jurnal
  10. Akuntansi. Vol 5 no 1 hal 1.
  11. Ahmadi, R. (2014). Metodelogi Penelitian
  12. Kualitatif. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media.
  13. Eisenberg, M, Lowe, C.A, Spitzer, K. L. (2004).
  14. Information Literacy: Essential Skill For The
  15. Information Age. Connecticut : Libraries
  16. Unlimited.
  17. Eksil, A. Semra, C. & Guclu S.K. (2014). The
  18. Effects of Social Networking on Disaster
  19. Communication Used by the Emergency
  20. Medical and Rescue Staff - The Case of the
  21. Van Earthquake. The Journal Of Emergency
  22. Medicine, JAEM 2014; 13: 58-61.
  23. Go-Jek.(2018). GoJek Indonesia. https://www.gojek.
  24. com/go-deals/. Di akses pada 06-8-2019.
  25. Hasugian, J. (2008). Urgensi literasi informasi
  26. dalam kurikulum berbasis kompetensi di
  27. perguruan tinggi. Pustaka : jurnal studi
  28. perpustakaan dan informasi, 4 (2) p.34-44.
  29. Oxford Dictionari. (2017). Hoax. Diakses dari
  30. situs: https://en.oxforddictionaries.com/definiti
  31. on/hoax.
  32. Pendit, P.L. (2003). Penelitian Ilmu Perpustakaan
  33. dan Informasi. Jakarta: Universitas Indonesia.
  34. Suhartoyo, Suhartoyo, Sonhaji Sonhaji, Muhamad Azhar, and Putut Suharso. 2018. “Legal Aspects of PT. Gojek Indonesia in the Partnership Agreement Dealing with the Public Transport Standards.” E3S Web Conf. 1st SRICOENV 68(8): 1–8.
  35. UNESCO (2005), “Information Literacy”,
  36. http://www.unesco.org/new/en/communicatio
  37. n-and-information/access
  38. toknowledge/information-literacy/. diakses 14
  39. Maret 2019.
  40. Wardyaningrum, D. (2014). Perubahan
  41. Komunikasi Masyarakat Dalam Inovasi
  42. Mitigasi Bencana Di Wilayah Rawan
  43. Bencana Gunung Merapi. Jurnal ASPIKOM,
  44. Volume 2 Nomor 3, Juli 2014, hlm 179-197.
  45. Wijetunge, P dan Uditha Alahakoon. 2005.
  46. Empowering 8: the Information Literacy
  47. Model Developed in SriLanka to Underpin
  48. Changing Education Paradigms of Sri Lanka.
  49. Diakses tanggal 20 Maret 2012.
  50. [www.cmb.ac.lk/academic/institute/ni
  51. lis/reports/informationliteracy.pdf].
  52. Yates, C & Partridge, H. (2015). Citizens and
  53. social media in times of natural disaster:
  54. Exploring information experience.
  55. Information Research, 20(1), paper 659.
  56. Zurkowski, P.G. (1974). The Information Service
  57. Environment Relationships and Priorities.
  58. Related Paper No. 5. Washington, DC, US:
  59. National Commission on Libraries and
  60. Information Science, National Program for
  61. Library and Information Services.rkreditan