Analisis Autentikasi Arsip Digital Hasil Alih Media di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah

*Sutrisno Sutrisno  -  Prodi S1 Ilmu Perpustakaan, Universitas Diponegoro
Lydia Christiani  -  Prodi S1 Ilmu Perpustakaan, Universitas Diponegoro
Published: 20 Mar 2019.
Download
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses autentikasi arsip digital di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan
Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif
deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah
observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa arsip memiliki kegunaan untuk
mendukung kegiatan administrasi suatu instansi yang sehingga perlu untuk dilakukan preservasi. Digitalisasi adalah
salah satu metode untuk preservasi arsip, tetapi dalam bentuk digital, arsip memiliki kelemahan seperti mudah diedit dan
digandakan, sehingga memerlukan autentikasi. Autentikasi sendiri dilakukan dengan melihat syarat dan ketentuan
sebelum digitalkan dan setelah didigitalkan, dengan mempertahankan nilai integrity, usability, dan reliability. seperti
yang dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan perpustakaan provinsi Jawa Tengah dalam menjaga keautentikan arsip yaitu
dengan membuat berita acara untuk arsip digital dari hasil transfer media untuk mempertahankan nilai integrity arsip
digital, mengadakan pemilihan terhadap nilai guna arsip seperti nilai penggunaan sejarah untuk mempertahankan nilai
usability, dan menjaga arsip asli untuk pemeriksaan keaslian sebagai usaha mempertahankan nilai reliability.
Keywords
arsip digital; alih media arsip; autentikasi arsip digital; Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah

Article Metrics:

  1. Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu
  2. Pendekatan Praktik. (Edisi Revisi). Jakarta:
  3. Rineka Cipta.
  4. Creswell, John W. 2010. Research Design:
  5. Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed.
  6. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  7. Cullen, Charles T. 2000. “Authentication of Digital
  8. Objects: Lessons from a Historian’s Research”
  9. dalam Authentication of Digital Objects.
  10. Washington: Council on Library and
  11. Information Resources.
  12. Daryono. 2011. “Pengelolahan Arsip Berbaris
  13. Elektronik”. Dalam
  14. http://daryono.staff.uns.ac.id/2011/12/22/peng
  15. elolaan-arsip-berbasis-elektronik. [diakses
  16. pada 27 Oktober 2017].
  17. Duranti, Luciana et.al. 2002. “Requirements for
  18. Assessing and Maintaining the Authenticity of
  19. Electronic Records”. Dalam
  20. http://www.interpares.org/book/interpares_bo
  21. ok_k_app02.pdf. [Diakses ada 27 Oktober
  22. .
  23. Effendhie, Machmoed. 2015. ”Aspek Teoritis dan
  24. Legalitas Alih Media Elektronik atau
  25. Digitalisasi”. dalam
  26. http://arsip.ugm.ac.id/web/download/1904112
  27. [diakses pada tanggal 27 oktober 2017].
  28. Granstrom, Claes et.al. 2002. Authenticity of
  29. Electronic Records. ICA Study 13-1. Paris:
  30. ICA.
  31. Holliday, J. 2009. Managing official records with
  32. microsoft® office share point® server 2007.
  33. Indianapolis: Wiley Publishing, Inc.
  34. Johnson, Amy L. etall. 2010. Electronic Records And
  35. Records Management Practices. Florida :Florida Department of State Division of
  36. Library and Information Services.
  37. Mayesti, Nina, dan Tyan Hanriarseto. 2013.
  38. “Otentisitas Dalam Pengelolaan Arsip
  39. Elektronik: Studi Kasus di Badan
  40. Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD)
  41. Pemerintah Provinsi Dki Jakarta”. Jurnal
  42. kearsipan, vol. 8, 121-147. Jakarta: ANRI.
  43. McIlwaine, John.etall. 2002. “Guidelines For
  44. Digitization Projects: for collections and
  45. holdings in the public domain, particularly
  46. those held by libraries and archives”. Den
  47. Haag: IFLA and ICA.
  48. Muhidin, Sambas Ali dkk. 2016. “Pengelolaan Arsip
  49. Digital”. Jurnal Pendidikan Bisnis dan
  50. Manajemen, Vol. 2, 178-183. Bandung:
  51. Universitas Pendidikan Indonesia.
  52. Mykland.1992. “Liv Protection and identity: The
  53. Archivist’s Identity and Professionalism”.
  54. jurnal ke-12. MontreaI: ICA.
  55. Odgers, P. 2005. Administrative office management:
  56. Short course. cetakan ke 13. Ohio: Thomson
  57. South- Western.
  58. Ricks, Betty R. et al.1992. Information and Image
  59. Management: A Records System Approach.
  60. Ohio: South-Western Publishing.
  61. Shariasih, Euis. 2012. “Pelestarian dan Perawatan
  62. Arsip Media Baru”. Bahan Pendidikan dan
  63. Latihan Arsiparis Tingkat Ahli, 2 April 2012.
  64. Dalam
  65. http://journal.um.ac.id/index.php/jpbm/article
  66. /download/7950/3614.[Diakses pada tanggal
  67. Oktober 2017].
  68. Sugiyono. 2012. Metode penelitian kuantitatif,
  69. kualitatif, dan R&D. cetakan ke-17. Bandung:
  70. Alfabeta.
  71. Sulistyo-Basuki. 2006. Metode Penelitian. Jakarta:
  72. Wedatama Widya Sastra.
  73. Walne, Peter. 1988. Authentication. Dictionary of
  74. Archival Terminology. 2nd edition. Munich:
  75. KG Saur.