BibTex Citation Data :
@article{JIRUD48014, author = {Rahma Azizah and Mayza Nurandriyanti}, title = {ESKALASI KONFLIK CHINA-TAIWAN DALAM PERSPEKTIF REALISME OFENSIF: DINAMIKA PENAMBAHAN KAPABILITAS MILITER CHINA SEBAGAI RESPONS TERHADAP KERJASAMA TAIWAN-AMERIKA SERIKAT}, journal = {Journal of International Relations Diponegoro}, volume = {9}, number = {2}, year = {2026}, keywords = {Realisme Ofensif, Militer, kerjasama}, abstract = {Konflik China-Taiwan telah menjadi salah satu isu utama dalam geopolitik Asia Timur sejak lama yang melibatkan kepentingan global. China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara Taiwan berupaya mempertahankan otonomi dengan dukungan Amerika Serikat. Ketegangan meningkat, ditandai dengan persaingan militer, di mana China memperkuat kemampuan militernya untuk menanggapi pengaruh AS di Taiwan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eskalasi konflik China-Taiwan dalam perspektif Realisme Ofensif, dengan fokus pada dinamika peningkatan kapabilitas militer China. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang merupakan bagian dari pendekatan kualitatif, dengan menganalisis berbagai sumber sekunder seperti jurnal ilmiah, Buku, dan artikel terkait. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kapabilitas militer China mencerminkan prinsip Realisme Ofensif. China menganggap kerjasama strategis antara Taiwan dan Amerika Serikat, sebagai ancaman terhadap kepentingan nasional dan kedaulatan wilayahnya. Sebagai respons, China memperkuat postur militernya untuk mengimbangi dan mengantisipasi potensi ancaman eksternal. }, issn = {3063-2684}, pages = {1--14} doi = {10.14710/jirud.v9i2.48014}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jihi/article/view/48014} }
Refworks Citation Data :
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
Copyright © 2026 by Author(s).
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).
Published by Department of International Relations, Faculty of Social and Political Science, Universitas Diponegoro