skip to main content

DAMPAK INVASI MILITER AMERIKA SERIKAT DI AFGHANISTAND TERHADAP PENINGKATAN EMISI KARBON GLOBAL

Mohammad Latief  -  International Relations, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia
*Yulia Rimapradesi  -  Sriwijaya University, Indonesia
Muh Zulfadillah Alvarezel  -  International Relations, Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Invasi militer Amerika Serikat di Afghanistan merupakan salah satu contoh aktifitas militer tebesar yang pernah terjadi. Tindakan AS tersebut memberikan banyak dampak negatif bagi berbagai pihak. Salah satu dampak yang tidak terlalu diperhatikan ialah kerusakan yang terjadi pada lingkungan. Hal ini dapat terjadi akibat dari penggunaan energi dan bahan bakar yang digunakan selama invasi dilaksanakan. Penelitian ini akan membahas terkait bagaimana dampak dari invasi militer AS di Afghanistan terhadap peningkatan emisi karbon global. Metode yang digunakan ialah penilitian campuran atau yang dikenal dengan mixed methods, yaitu metode yang menggabungkan kedua metode kualitatif dan kuantitatif untuk digunakan secara simultan, sehingga diperoleh data yang lebih valid dan komprehensif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Departemen Pertahanan AS (DOD) merupakan konsumen energi terbesar di AS, bahkan merupakan konsumen minyak terbesar di dunia. Pada tahun 2001, sebagai akibat dari dimulainya invasi besar di Afghanistan, konsumsi energi oleh DOD meningkat, dan pada tahun 2005 mencapai tingkat tertinggi dalam satu dekade. Dari tahun 1975 hingga 2018, total emisi gas rumah kaca DOD lebih dari 3.685 Juta Metrik Ton CO2. Dengan berbagai data yang telah diperoleh ditarik kesimpulan bahwa aktivitas militer yang dilakukan oleh pemerintah AS positif sangat berdampak pada keamanan lingkungan, terkhusus pada peningkatan emisi karbon global.
Fulltext View|Download
Keywords: Emisi karbon global, Invasi militer, Keamanan lingkungan

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.