BibTex Citation Data :
@article{JIAB48742, author = {Risyad Saputra and Reni Dewi and Apriatni Prihatini}, title = {PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP REPURCHASE INTENTION MELALUI CUSTOMER SATISFACTION PADA PRODUK SKINCARE KAHF PADA REMAJA KOTA SEMARANG}, journal = {Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis}, volume = {15}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {Product Quality; Repurchase Intention; Customer Satisfaction}, abstract = { Abstract: This study investigates the impact of product quality on repurchase intention through customer satisfaction for Kahf skincare products among teenagers in Semarang. Some users feel that Kahf products are not suitable for a wider age range, highlighting limitations in addressing the diverse needs of the male market. This suggests the need for Kahf to improve quality control, refine product formulas, and offer variations to accommodate different skin types. The research surveyed 97 male adolescents in Semarang using purposive and non-probability sampling techniques. A quantitative explanatory approach was applied, with data analyzed through validity, reliability, regression analysis, t-tests, and F-tests. The findings reveal that both product quality and customer satisfaction influence repurchase intention. However, product quality does not directly affect customer satisfaction. Instead, customer satisfaction mediates the relationship between product quality and repurchase intention. Based on these results, it is recommended that Kahf focus on maintaining high product quality to enhance customer satisfaction, thereby increasing repurchase intention. Furthermore, improving promotions, offering clear product information, providing product guarantees, and ensuring excellent after-sales service are vital strategies to boost customer satisfaction. These efforts will help Kahf better engage its target market and foster long-term customer loyalty. Keywords: Product Quality; Repurchase Intention; Customer Satisfaction Abstraksi: Penelitian ini menyelidiki dampak kualitas produk terhadap niat beli ulang melalui kepuasan konsumen untuk produk perawatan kulit Kahf di kalangan remaja di Semarang. Beberapa pengguna merasa bahwa produk Kahf tidak cocok untuk rentang usia yang lebih luas, menyoroti keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pasar pria yang beragam. Hal ini menunjukkan perlunya Kahf untuk meningkatkan kontrol kualitas, menyempurnakan formula produk, dan menawarkan variasi untuk mengakomodasi berbagai jenis kulit. Penelitian ini mensurvei 97 remaja pria di Semarang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposif dan non-probabilitas. Pendekatan eksplanatori kuantitatif digunakan, dengan data dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, analisis regresi, uji-t, dan uji F. Temuan menunjukkan bahwa kualitas produk dan kepuasan pelanggan mempengaruhi niat beli ulang. Namun, kualitas produk tidak secara langsung mempengaruhi kepuasan pelanggan. Sebaliknya, kepuasan pelanggan memediasi hubungan antara kualitas produk dan niat beli ulang. Berdasarkan hasil ini, disarankan agar Kahf fokus untuk mempertahankan kualitas produk yang tinggi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, sehingga meningkatkan niat beli ulang. Selain itu, meningkatkan promosi, menawarkan informasi produk yang jelas, memberikan jaminan produk, dan memastikan layanan purna jual yang sangat baik adalah strategi penting untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Upaya-upaya ini akan membantu Kahf untuk lebih melibatkan target pasarnya dan menumbuhkan loyalitas pelanggan jangka panjang. Kata Kunci: Kualitas Produk; Niat Beli Ulang; Kepuasan Konsumen }, issn = {2746-1297}, pages = {324--334} doi = {10.14710/jiab.2026.48742}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jiab/article/view/48742} }
Refworks Citation Data :
Abstract: This study investigates the impact of product quality on repurchase intention through customer satisfaction for Kahf skincare products among teenagers in Semarang. Some users feel that Kahf products are not suitable for a wider age range, highlighting limitations in addressing the diverse needs of the male market. This suggests the need for Kahf to improve quality control, refine product formulas, and offer variations to accommodate different skin types. The research surveyed 97 male adolescents in Semarang using purposive and non-probability sampling techniques. A quantitative explanatory approach was applied, with data analyzed through validity, reliability, regression analysis, t-tests, and F-tests. The findings reveal that both product quality and customer satisfaction influence repurchase intention. However, product quality does not directly affect customer satisfaction. Instead, customer satisfaction mediates the relationship between product quality and repurchase intention. Based on these results, it is recommended that Kahf focus on maintaining high product quality to enhance customer satisfaction, thereby increasing repurchase intention. Furthermore, improving promotions, offering clear product information, providing product guarantees, and ensuring excellent after-sales service are vital strategies to boost customer satisfaction. These efforts will help Kahf better engage its target market and foster long-term customer loyalty.
Keywords: Product Quality; Repurchase Intention; Customer Satisfaction
Abstraksi: Penelitian ini menyelidiki dampak kualitas produk terhadap niat beli ulang melalui kepuasan konsumen untuk produk perawatan kulit Kahf di kalangan remaja di Semarang. Beberapa pengguna merasa bahwa produk Kahf tidak cocok untuk rentang usia yang lebih luas, menyoroti keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pasar pria yang beragam. Hal ini menunjukkan perlunya Kahf untuk meningkatkan kontrol kualitas, menyempurnakan formula produk, dan menawarkan variasi untuk mengakomodasi berbagai jenis kulit. Penelitian ini mensurvei 97 remaja pria di Semarang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposif dan non-probabilitas. Pendekatan eksplanatori kuantitatif digunakan, dengan data dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, analisis regresi, uji-t, dan uji F. Temuan menunjukkan bahwa kualitas produk dan kepuasan pelanggan mempengaruhi niat beli ulang. Namun, kualitas produk tidak secara langsung mempengaruhi kepuasan pelanggan. Sebaliknya, kepuasan pelanggan memediasi hubungan antara kualitas produk dan niat beli ulang. Berdasarkan hasil ini, disarankan agar Kahf fokus untuk mempertahankan kualitas produk yang tinggi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, sehingga meningkatkan niat beli ulang. Selain itu, meningkatkan promosi, menawarkan informasi produk yang jelas, memberikan jaminan produk, dan memastikan layanan purna jual yang sangat baik adalah strategi penting untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Upaya-upaya ini akan membantu Kahf untuk lebih melibatkan target pasarnya dan menumbuhkan loyalitas pelanggan jangka panjang.
Kata Kunci: Kualitas Produk; Niat Beli Ulang; Kepuasan Konsumen
Article Metrics:
Last update: