Memahami Perilaku Komunikasi dalam Adaptasi Budaya Pendatang dan Hostculture berbasis Etnisitas

Published: 30 Mar 2015.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 326 1634
Abstract

Perbedaan budaya antara pendatang dengan hostculture sering memunculkan konflik.
Kompetensi komunikasi antarbudaya akan muncul ketika masing-masing pihak yang menjalin kontak
atau interaksi dapat meminimalkan kesalahpahaman budaya yaitu usaha mereduksi perilaku
etnosentris, prasangka, dan stereotip. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi
komunikasi antarbudaya pendatang dan hostculture. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode
penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh
melalui wawancara mendalam dengan empat orang mahasiswa pendatang maupun empat orang
hostculture. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori ketidakpastian dan kecemasan, t eori
kompetensi komunikasi antarbudaya, teori interaksi adaptasi budaya.
Hasil penelitian ini menunjukkan dalam melihat kompetensi komunikasi antarbudaya dari
mahasiswa pendatang maupun hostculture harus melalui dari beberapa poin penting yaitu melihat dari
motivasi, pengetahuan dan kecakapan. Berdasarkan hasil dilapangan diketahui bahwa terdapat faktor-faktor yang terkait dengan kompetensi komunikasi antar budaya dari pendatang diantaranya
kurangnya inisiatif dalam membaur dengan lingkungan, kurangnya informasi yang berkaitan dengan
lingkungan baru yang menjadi daerah tujuan, sulitnya menyesuaikan perilaku yang sering dilakukan
di daerah asal dengan norma yang berlaku di masyarakat. Sedangkan faktor-faktor yang
mempengaruhi kompetensi komunikasi antarbudaya dari hostculture diantaranya persepsi hostculture
tentang penampilan pendatang mempengaruhi motivasi berkomunikasi dengan pendatang. Kurangnya
pengetahuan tentang kebiasan buruk dari pendatang, kurangnya kemampuan dalam mengelola konflik
dengan pendatang.
Mahasiswa pendatang dan hostculture menunjukkan bahwa ketika berkomunikasi
antarbudaya harus memiliki kompetensi komunikasi antarbudaya seperti motivasi, pengetahuan dan
kecakapan. Namun kebanyakan dari pendatang dan hostculture tidak menyadari kemampuan yang
dimiliki, Apabila kemampuan sudah dimiliki dan dilaksanakan dengan baik, maka terciptanya
kesadaran dalam komunikasi antarbudaya (mindfullness) yang dapat meminimalkan terjadinya
konflik yang melibatkan budaya yang berbeda.

Keywords: kecemasan dan ketidakpastian, komunikasi antarbudaya, kompetensi komunikasi antar budaya, pendatang, hostculture

Article Metrics: