PENGARUH INTENSITAS MENONTON SINETRON REMAJA DAN MEDIASI ORANG TUA TERHADAP PERILAKU KEKERASAN

Shahnaz Natasha Anya, Sri Widowati Herieningsih, Tandiyo Pradekso, Agus Naryoso

Abstract


Maraknya sinteron remaja tidak hanya memberikan dampak positif saja, namun dapat
membawa dampak negatif pula. Di dalam sinetron remaja banyak mengandung adegan
kekerasan baik verbal maupun fisik di setiap episodenya. Hal ini tentu menghkhawatirkan
karena penonton utamanya adalah para remaja. Remaja sangat mudah terpengaruh dan
mencontoh apa yang mereka lihat. Disinilah peran mediasi orang tua dibutuhkan untuk
menimimalisir dampak negatif dari sinetron remaja.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas menonton sinetron
remaja dan mediasi orang tua terhadap anak ketika menonton sinetron remaja terhadap
perilaku kekerasan. Dasar pemikiran yang digunakan adalah social learning theory dan
parental mediation theory. Penelitian kuantitaif ini menggunakan teknik simple random
sampling dengan jumlah sample 73 siswa dan siswi dengan usia 13-14 tahun di SMP Islam
Hidayatullah Kota Semarang.
Analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana dan regresi linier
berganda dengan bantuan spss 20. Uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa intensitas
menonton sinetron remaja berpengaruh positif dan sangat signifikan (sig. =0,000) terhadap
perilaku kekerasan dengan persamaan regresi linier sederhana Y= Y=2,679 + 0,451 . Hasil
uji hipotesis kedua menunjukkann bahwa bahwa variable intensitas menonton sinetron remaja
jika dihitung bersama-sama menggunakan teknik analisis regresi berganda berpengaruh
terhadap perilaku kekerasan remaja dengan nilai signifikansi untuk intensitas menonton
sinetron remaja sebesar (sig.=0,000). Sedangkan variabel mediasi orang tua tidak
berpengaruh terhadap perilaku kekerasan dengan nilai signifikansi untuk mediasi
(sig.=0,628). Kesimpulan dari uji hipotesis adalah intensitas menonton sinetron remaja
berpengaruh positif terhadap perilaku kekerasan. Semakin rendah intensitas menonton
sinetron remaja maka semakin rendah perilaku kekersaan. Sedangkan intensitas menonton
sinetron remaja dan mediasi orang tua tidak berpengaruh terhadap perilaku kekerasan.
Saran yang diberikan penelitian ini adalah untuk penelitian selanjutnya disarankan
untuk menggunakan variable lain seperti faktor internal dari pribadi remaja dan faktor
eksternal seperti interaski peer group, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Orang tua di sarankan menerapkan diet televisi bagi anak dan waspada terhadap tontonan
anak.


Keywords


intensitas menonton, mediasi orang tua, dan perilaku kekerasan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Interaksi Online, is published by Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jln. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275; Telp. (024)7460056, Fax: (024)7460055


Creative Commons License
Interaksi Online by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/interaksi-online is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



Lihat Statistik Pengunjung