PENGGUNAAN SIMBOL VERBAL DAN NONVERBAL DALAM PEMELIHARAAN HUBUNGAN ASMARA PASANGAN DISABILITAS INTELEKTUAL

Published: 31 Dec 2014.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Penyandang disabilitas intelektual menjelaskan kondisi anak yang kecerdasannya jauh
dibawah rata-rata normal yang menyebabkan kemampuan anak terbatas dalam hal perilaku
adaptif, perkembangan bahasa, dan kemampuan dalam interaksi sosial. Pada dasarnya
penyandang disabilitas intelektual juga mengalami masa puber ketika menginjak usia remaja
sehingga memiliki hasrat untuk mengenal lawan jenis dan menjalin hubungan asmara. Dengan
keterbatasan intelektualnya, pasangan disabilitas intelektual sering mengalami inkonsistensi
antara pesan verbal dan nonverbal yang memicu konflik dalam hubungan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemeliharaan hubungan pasangan
disabilitas intelektual ringan melalui penggunaan simbol verbal dan nonverbal. Teori Interaksi
Simbolik, Teori Pemeliharaan Hubungan, Teori Dialektika Relasional dan Teori Manajemen
Privasi Komunikasi menjadi landasan yang digunakan untuk menjawab permasalahan dan tujuan
penelitian. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi
untuk mengungkapkan pengalaman unik subyek penelitian, yaitu 1 pasangan disabilitas
intelektual yang menjalin hubungan asmara. Metode pengumpulan data yaitu observasi
pastisipatif dan wawancara mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan asmara pasangan disabilitas intelektual
dibatasi oleh aturan di lingkungan mereka yang memberikan pengaruh terhadap setiap perilaku
komunikasi verbal dan nonverbal antar pasangan. Pemeliharaan hubungan pasangan disabilitas
intelektual ringan dilakukan dengan cara menjaga komunikasi, komitmen dan kepuasan
hubungan. Komitmen di dalam hubungan dijaga melalui komunikasi yang konsisten, baik secara
verbal saat bertatap muka maupun nonverbal seperti sentuhan fisik, gerakan dan ekspresi wajah,
serta kontak mata. Pasangan disabilitas intelektual ini juga saling merasakan kepuasan selama
menjalin hubungan asmara dan terbuka satu sama lain mengenai hal-hal umum yang dialami
pasangan. Pasangan disabilitas intelektual mengelola konflik dengan cara menghindari hal-hal
yang memicu konflik, menghindar dari pasangan saat terjadi konflik, secara alamiah melupakan
konflik, dan menghadirkan pihak ketiga. Pasangan disabilitas intelektual pun mampu mengelola
informasi privat dan publik untuk menghindari konflik. Pasangan disabilitas intelektual bertindak
sesuai dengan keinginan dari dalam dirinya sesuai dengan karakter keterbelakangannya.
Kata Kunci : Disabilitas, Pemeliharaan Hubungan, Hubungan Asmara

Article Metrics: