PENERIMAAN KHALAYAK TERHADAP ACARA MEWUJUDKAN MIMPI INDONESIA

Published: 30 Sep 2014.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Menuju Pemilu 2014 banyak tokoh politik di Indonesia yang menampilkan diri melalui
media massa khususnya televisi. Berbagai progam acara di televisi dimanfaatkan
sebagai alat untuk menarik simpati dan menciptakan citra positif dari khalayak, salah
satunya adalah progam acara reality show.
Reality show Mewujudkan Mimpi Indonesia menampilkan sosok Wiranto dan
Hary Tanoesoedibjo dengan aksi dan peran-peran yang berbeda dan tidak biasa mereka
lakukan, demi mewujudkan impian masyarakat Indonesia, sehingga membuat acara
tersebut menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan
khalayak tentang acara Mewujudkan Mimpi Indonesia. Penelitian ini menggunakan
model encoding-decoding Stuart Hall yang digunakan untuk menjelaskan proses
pemaknaan khalayak terhadap tayangan Mewujudkan Mimpi Indonesia.
Penelitian ini adalah penelitian dengan tipe deskriptif yang bersifat kualitatif dan
menggunakan pendekatan analisis resepsi. Analisis resepsi memandang khalayak sebagi
penghasil makna ( producers of meaning) yang aktif dalam mempersepsi pesan dan
memproduksi makna, tidak hanya sekedar menjadi individu pasif yang menerima begitu
saja makna yang diproduksi oleh media massa.
Penelitian dilakukan menggunakan wawancara mendalam (depth nterview)
kepada lima orang informan yang merupakan pemirsa dari acara reality show
Mewujudkan Mimpi Indonesia. Informan yang dipilih memiliki latar belakang yang
berbeda, baik usia, jender, pendidikan maupun status sosial. Hasil penelitian akan
membagi khalayak ke dalam tiga tipe dan posisi pemaknaan. Yaitu kelompok dominat
reading, khalayak memaknai tayangan Mewujudkan Mimpi Indonesia sesuai dengan
preferred reading (makna dominan). Kelompok negotiated reading, memaknai
tayangan ini dari dua sisi, yaitu menganggap bahwa tayangan ini tidak etis jika
digunakan sebagai alat propaganda politik dan menganggap tayangan ini sebagai
tayangan yang memotivasi serta memberikan inspirasi kepada penontonnya. Sedangkan
kelompok oppositional reading, adalah khalayak yang memiliki pemaknaan yang
berbeda sama sekali dengan makna dominan. Khalayak oppositional memaknai bahwa
tayangan Mewjudkan Mimpi Indonesia adalah tayangan yang membodohi publik,
karena dimanfaatkan sebagai alat propaganda politik oleh elit politik tertentu.
Kata kunci : analisis resepsi, reality show, propaganda politik

Article Metrics: