Hubungan Terpaan Iklan Produk Rokok di Media Massa dan Interaksi Peer Groupdengan Minat Merokok pada Remaja

Published: 29 Sep 2014.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Kenaikan jumlah perokok remaja di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Hal ini terjadi karena beberapa faktor, salah satunya ialah semakin maraknya iklan
produk rokok di media massa. Selain itu remaja lebih sering menghabiskan waktu
bersama teman sebaya (peer group). Faktor – faktor tersebut akan mendorong remaja
untuk mencoba merokok, terlebih lagi jika teman – teman sebayanya merupakan
perokok.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara terpaan iklan produk
rokok di media massa dan interaksi peer group dengan minat merokok pada remaja.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah Advertising Exposure Process Model
dan Social Learning Theory. Peneliti mewawancarai siswa SMP N 27 Semarang
sebanyak 79 orang untuk mengisi kuesioner penelitian. Analisis kuantitatif yang
digunakan dalam penelitian ini adalah Koefisien Korelasi Pearson.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara terpaan iklan
produk rokok di media massa dengan minat merokok pada remaja, dimana nilai
signifikansinya sebesar 0,000 dan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,924. Hal
tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara terpaan iklan produk
rokok di media massa dengan minat merokok pada remaja. Selanjutnya, terdapat
hubungan pula antara interaksi peer group dengan minat merokok pada remaja, dimana
nilai signifikansinya sebesar 0,000 dan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,896.
Hal tersebut juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara interaksi peer
group dengan minat merokok pada remaja.
Key words: terpaan iklan, peer group, minat merokok

Article Metrics: