Naturalisasi Transgender dalam Film Lovely Man

Afra Widyawiratih Arini, Dr Sunarto, Hapsari Dwiningtyas, Lintang Ratri Rahmiaji

Abstract


Film merupakan salah satu media massa yang digunakan untuk menyampaikan pesan
dan ideologi ke masyarakat. Film merepresentasikan beberapa kejadian di dunia
nyata.Film Lovely Man adalah film yang menggambarkan naturalisasi transgender.
Kehidupan transgender sama seperti kehidupan masyarakat dominan, tidak ada yang
berbeda. Heteronormativitas tidak memberikan ruang gerak yang bebas bagi gender
lain selain dua gender dominan, yakni laki-laki dan perempuan.
Terdapat 26 leksia dalam penelitian ini, dari leksia dipilih berdasarkan tujuan
penelitian.Tujuan penelitian ini adalah bagaimana teks film Lovely Man dalam
melakukan naturalisasi transgender dan mengetahui nilai-nilai dalam kultur dominan
(heteronormatif) dalam film Lovely Man.Pada penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes secara sintagmatik
dan paradigmatik. Pada analisis paradigmatik menggunakan lima kode pokok
pembacaan teks dari Roland Barthes.
Naturalisasi dapat dilihat melalui makna sintagmatik dan paradigmatik
dengan menunjukkan bahwa tokoh waria dalam film ini juga memiliki relasi
hubungan keluarga yang normal sama seperti keluarga heteroseksual lain. Mitos dan
ideologi membangun dan menaturalkan intepretasi tertentu secara khas dan historis
dengan menunjukkan ikatan emosional antara ayah dan anak, panggilan orang tua
“bapak” dan hubungan antara ayah dan anak. Panggilan “bapak” menunjukkan pada
film ini ingin meleburkan status seorang bapak tidak hanya dilihat dari sisi
biologisnya saja, tapi dilihat dari perannya sebagai seorang ayah. Namun disisi lain,
film ini tidak bisa lepas dari heteronormativity yang ada. Waria masih terbelenggu
dalam gender yang mereka yakini yakni transgender, namun dalam perannya sebagai
pekerja seksual waria harus berperan sebagai peran feminin. Merubah bentuk tubuh
dengan melakukan operasi plastik dengan menunjukkan adanya peran laki-laki dan
wanita salah satu bentuk dalam teks film yang tidak bisa melepaskan
heteronormativity.
Kata kunci : transgender, heteronormativas, naturalisasi, film


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Interaksi Online, is published by Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jln. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275; Telp. (024)7460056, Fax: (024)7460055


Creative Commons License
Interaksi Online by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/interaksi-online is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



Lihat Statistik Pengunjung