BibTex Citation Data :
@article{IO50407, author = {Aurora Az Zahro and Triyono Lukmantoro and Agus Naryoso}, title = {PERSONAL BRANDING AHMAD LUTHFI PADA MASA KAMPANYE PILKADA JAWA TENGAH 2024 DI INSTAGRAM}, journal = {Interaksi Online}, volume = {13}, number = {2}, year = {2025}, keywords = {Personal branding, Pilkada Jawa Tengah 2024, Instagram, Semiotika Roland Barthes.}, abstract = { Ahmad Luthfi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah, sempat mengalami kontroversi selama masa kepemimpinannya serta menghadapi isu-isu yang berpotensi menurunkan elektabilitasnya menjelang Pilkada Jawa Tengah 2024. Namun, alih-alih mengalami penurunan dukungan, elektabilitasnya justru meningkat dan mengantarkannya pada kemenangan dalam pemilihan. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dan teori personal branding yang dikemukakan oleh Silih Agung Wasesa dengan analisis semiotika Roland Barthes, yang terdiri dari denotatif, konotatif dan mitos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan personal branding yang ditampilkan oleh Ahmad Luthfi melalui akun Instagram-nya @ahmadluthfi_official, selama masa kampanye Pilkada Jawa Tengah 2024. Temuan menunjukkan bahwa dari kelima elemen personal branding yang dikemukakan Silih Agung Wasesa, elemen connectivity atau konektivitas adalah elemen yang paling menonjol pada personal branding Ahmad Luthfi. Ahmad Luthfi mengunggah interaksi bersama tokoh nasional seperti Joko Widodo, figur publik seperti Raffi Ahmad, serta elite politik lainnya. Konektivitas dengan Jokowi menciptakan mitos kepemimpinan yang mendapatkan legitimasi dari tokoh nasional, sementara kedekatannya dengan figur hiburan seperti Raffi Ahmad memperkuat daya tarik di kalangan generasi muda dan industri kreatif. Selain itu, Ahmad Luthfi secara konsisten mengusung slogan “Ngopeni, Ngelakoni Jawa Tengah”. Dengan mengadopsi slogan khas berbasis kearifan lokal, Ahmad Luthfi membangun identitas politik yang membedakannya dari kandidat lain serta memperkuat koneksinya dengan pemilih Jawa Tengah. }, pages = {1269--1276} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/view/50407} }
Refworks Citation Data :
Ahmad Luthfi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah, sempat mengalami kontroversi selama masa kepemimpinannya serta menghadapi isu-isu yang berpotensi menurunkan elektabilitasnya menjelang Pilkada Jawa Tengah 2024. Namun, alih-alih mengalami penurunan dukungan, elektabilitasnya justru meningkat dan mengantarkannya pada kemenangan dalam pemilihan.
Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dan teori personal branding yang dikemukakan oleh Silih Agung Wasesa dengan analisis semiotika Roland Barthes, yang terdiri dari denotatif, konotatif dan mitos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan personal branding yang ditampilkan oleh Ahmad Luthfi melalui akun Instagram-nya @ahmadluthfi_official, selama masa kampanye Pilkada Jawa Tengah 2024.
Temuan menunjukkan bahwa dari kelima elemen personal branding yang dikemukakan Silih Agung Wasesa, elemen connectivity atau konektivitas adalah elemen yang paling menonjol pada personal branding Ahmad Luthfi. Ahmad Luthfi mengunggah interaksi bersama tokoh nasional seperti Joko Widodo, figur publik seperti Raffi Ahmad, serta elite politik lainnya. Konektivitas dengan Jokowi menciptakan mitos kepemimpinan yang mendapatkan legitimasi dari tokoh nasional, sementara kedekatannya dengan figur hiburan seperti Raffi Ahmad memperkuat daya tarik di kalangan generasi muda dan industri kreatif. Selain itu, Ahmad Luthfi secara konsisten mengusung slogan “Ngopeni, Ngelakoni Jawa Tengah”. Dengan mengadopsi slogan khas berbasis kearifan lokal, Ahmad Luthfi membangun identitas politik yang membedakannya dari kandidat lain serta memperkuat koneksinya dengan pemilih Jawa Tengah.
Last update:
Interaksi Online, is published by Undergraduate Program of Communication Science, Universitas Diponegoro, Jln. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275; Telp. (024) 7460056, Fax: (024)7460055
TOTOMANTAP