BibTex Citation Data :
@article{IO50256, author = {Marcella Hanumuty and Triyono Lukmantoro}, title = {REPRESENTATION OF ALPHA FEMALE CHARACTER IN THE KOREAN DRAMA QUEEN OF TEARS}, journal = {Interaksi Online}, volume = {13}, number = {2}, year = {2025}, keywords = {Perempuan Alfa, Drama Korea, Representasi Gender, Semiotika, Partriarki}, abstract = { Penelitian ini meneliti representasi karakter perempuan alfa dalam drama Korea Queen of Tears, dengan fokus pada bagaimana drama ini menantang atau memperkuat peran gender tradisional dalam masyarakat patriarki. Dengan menggunakan pendekatan semiotika John Fiske dan paradigma ilmu sosial kritis, penelitian ini menganalisis beberapa adegan terpilih untuk mengungkap gambaran simbolis dari kepemimpinan perempuan, kemandirian, dan dinamika kekuasaan. Temuan-temuannya mengungkapkan bahwa Queen of Tears menggambarkan tokoh utama perempuannya sebagai pemimpin yang kuat dan percaya diri yang menentang ekspektasi masyarakat sekaligus menghadapi perlawanan dari karakter laki-laki dan struktur keluarga tradisional. Penggambaran ini menyoroti negosiasi yang sedang berlangsung antara cita-cita feminis modern dan nilai-nilai patriarki yang telah mengakar kuat. Penelitian ini menjelaskan bahwa meskipun drama ini menawarkan representasi perempuan yang progresif, drama ini masih mencerminkan kompromi budaya yang selaras dengan norma-norma gender Korea dan Asia. Implikasi dari penelitian ini meluas ke studi media dan wacana gender, yang menekankan peran media dalam membentuk persepsi pemberdayaan perempuan. Penelitian ini memberikan nilai dengan memberikan kontribusi pada studi media feminis dan menawarkan wawasan tentang penggambaran perempuan yang terus berkembang di media kontemporer Asia, khususnya dalam konteks globalisasi K-drama. }, pages = {753--759} url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/view/50256} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini meneliti representasi karakter perempuan alfa dalam drama Korea Queen of Tears, dengan fokus pada bagaimana drama ini menantang atau memperkuat peran gender tradisional dalam masyarakat patriarki. Dengan menggunakan pendekatan semiotika John Fiske dan paradigma ilmu sosial kritis, penelitian ini menganalisis beberapa adegan terpilih untuk mengungkap gambaran simbolis dari kepemimpinan perempuan, kemandirian, dan dinamika kekuasaan. Temuan-temuannya mengungkapkan bahwa Queen of Tears menggambarkan tokoh utama perempuannya sebagai pemimpin yang kuat dan percaya diri yang menentang ekspektasi masyarakat sekaligus menghadapi perlawanan dari karakter laki-laki dan struktur keluarga tradisional. Penggambaran ini menyoroti negosiasi yang sedang berlangsung antara cita-cita feminis modern dan nilai-nilai patriarki yang telah mengakar kuat. Penelitian ini menjelaskan bahwa meskipun drama ini menawarkan representasi perempuan yang progresif, drama ini masih mencerminkan kompromi budaya yang selaras dengan norma-norma gender Korea dan Asia. Implikasi dari penelitian ini meluas ke studi media dan wacana gender, yang menekankan peran media dalam membentuk persepsi pemberdayaan perempuan. Penelitian ini memberikan nilai dengan memberikan kontribusi pada studi media feminis dan menawarkan wawasan tentang penggambaran perempuan yang terus berkembang di media kontemporer Asia, khususnya dalam konteks globalisasi K-drama.
Last update:
Interaksi Online, is published by Undergraduate Program of Communication Science, Universitas Diponegoro, Jln. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275; Telp. (024) 7460056, Fax: (024)7460055
TOTOMANTAP