Representasi Persahabatan dalam Film 5 cm

Received: 2 Oct 2013; Published: 31 Oct 2013.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Representasi Persahabatan dalam Film 5 cm
Skripsi
Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan
Pendidikan Strata-1
Jurusan IlmumKomunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Diponegoro
Penyusun
Nama: Intan Murni Handayani
NIM: D2C 009 034
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2013
ABSTRAKSI
Film merupakan salah satu media massa yang menjadi wadah bagi para
pembuat film untuk menyampaikan pesan serta nilai-nilai yang dimiliki oleh
para penggarap film, di mana film selanjutnya akan merepresentasikan nilainilai
tadi. Banyak tema yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat
yang diangkat ke dalam film, salah satunya tema persahabatan. Film 5 cm
adalah salah satu film bertema bersahabatan yang mencoba merepresentasikan
sebuah persahabatan dengan konsep yang berbeda. Persahabatan dipahami
sebagai hubungan yang ada sepanjang waktu antara orang-orang yang memiliki
dan saling berbagi kesamaan dan yang paling mendasar adalah persamaan
sejarah (Beebe, 1996: 273).
Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui tanda-tanda verbal dan
non-verbal tentang nilai-nilai kebersamaan dan gagasan dominan yang ada di
dalamnya. Melalui analisis semiotika, penelitian ini akan melihat bagaimana
sebuah persahabatan direpresentasikan dalam film 5 cm.
Hasil penelitian yang didapatkan adalah, persahabatan adalah sebuah
hubungan yang dapat menimbulkan kejenuhan bagi individu yang ada di
dalamnya jika intensitas pertemuan tinggi. Analisis mendalam selanjutnya
menemukan bahwa persahabatan bukanlah hubungan yang didasarkan
kebersamaan atau hal-hal yang bersifat fisik, melainkan sebuah hubungan yang
didasarkan pada keterikatan emosional yang akan menimbulkan empati,
perhatian, kepercayaan, dan kepedulian.
Lebih jauh lagi, persahabatan sering dipahami sebagai hubungan yang
menekankan pada kedekatan emosional dan keakraban, di mana setiap individu
adalah rekan yang memiliki posisi sama. Dalam film ini, digambarkan bahwa
dalam persahabatan ada seseorang yang akan berfungsi sebagai pemimpin.
Selain itu, selain itu ditemukan ketidakadilan yang mendiskriminasikan peranperan
gender.
Kebersamaan masih menjadi bagian dari persahabatan namun bukanlah
sebuah faktor utama dan keterikatan emosional akan menjadi alasan untuk
mempertahankan persahabatan. Diharapkan melalui penelitian ini dapat
memberikan konsep baru bagi para penggarap film dan masyarakat untuk
memahami persahabatan tidak semata dari kebersamaan.
Kata kunci: representasi, komunikasi antarpribadi, semiotika.
ABSTRACT
Film is one of mass media that be the space for the filmmaker to deliver
messages and values own by the filmmaker, where film will represent the values
by movie. A lot of theme pertaining to the life social societyappointed into a
movie, friendship is one of them. Some of the film’s theme of friendshiphas its
own representation about concept and meaning of friendship. Friendship
understood as a relationship that exist all the time between those who having
and sharing in common and most fundamental equation is history (Beebe, 1996:
273)
Purpose of this research is to know value of verbal or non-verbal signs
ina community and the dominant idea in it. Through the analysis of semiotics,
the study will look at how a friendship is represented in the 5 cm the movie.
Result of the research is obtained friendship is a relationship that can
inflict overfullness for individuals who were in it if it have high intensity of
meeting. And than, advance analysis found that relationship is not relation based
on togetherness or things physical, but instead a relationship based on emotional
attachment that will lead to emphaty, attention, trust, and care.
Furthemore, the friendship is often understood as a relationship that
places emphasis on the emotional closeness and familiarity, where every
individuals is a collegue who has the same position. This film described that in
friendship there is someone who will serve as a leader. In addition, besides the
injusticefound discriminate on gender roles.
Togetherness still be a part of friendship but is not a main factor, and
emotional attachment will be the reason to maintain friendship. Expected
through this research would provide new concept for the tillers film and society
to understand.
Key words: representation, Interpersonal communication, semiotics
LATAR BELAKANG
Film sebagai salah satu bentuk media massa menarik minat penonton dalam
mengkonsumsi informasi dengan cara yang berbeda dengan media lainnya. Jika
surat kabar memberikan informasi secara visual melalui tulisan serta gambar
dan radio hadir dengan memancing imajinasi pendengar melalui suara, maka
film hadir dengan menggabungkan keduanya. Pesan dihadirkan kepada audiens
secara audio dan visual yang disertai dengan gerak.
Selain itu, pesan yang disampaikan oleh para penggarap film dibawakan ke
dalam sebuah cerita yang alurnya dekat dengan kehidupan dan lingkungan
masyarakat. Diamati lebih jauh, film bukan hanya sebagai tontonan maupun
hiburan semata. Film mampu merepresentasikan berbagai hal dalam kehidupan
masyarakat seperti sejarah, kebiasaan masyarakat, hubungan pernikahan,
kehidupan bertetangga, dan lain-lain. Setiap film tentu memiliki cara yang
berbeda-beda dalam merepresentasikan isu maupun tema yang diangkat sesuai
dengan tujuan pembuat film.
Salah satu isu sosial masyarakat yang sering diangkat ke layar lebar adalah
‘persahabatan’, banyak sineas Indonesia mengangkat tema bersahabatan dan
memberikan konsep serta bentuk yang berbeda tentang sebuah persahabatan.
misalnya film Laskar Pelangi (2008), Mengejar Matahari (2004), Serigala
Terakhir (2009), dan Negeri lima Menara (2012). Beberapa film ini
merepresentasikan persahabatan mulai dari sebuah hubungan yang indah dan
membahagiakan, hingga hubungan yang penuh dengan kekecewaan.
Film memang selalu dibumbui dengan konflik dan tidak sedikit konflik yang
menjadi klimaks dalam film. Konflik antar suami-istri, orang tua dan anak, serta
konflik antara sepasang kekasih tentu akan berbeda dengan konflik yang
dialami oleh individu-individu yang saling bersahabat. Unsur kedekatan dan
kepercayaan dalam Persahabatan belum tentu terlepas dari konflik.
Setiap film tentu memiliki pesan tersendiri yang ingin disampaikan melalui
simbol-simbol serta tanda-tanda, begitu juga film dengan tema bersahabatan
yang juga mencoba merepresentasikan sebuah persahabatan dengan caranya
masing-masing. Permasalahan yang ingin diungkapkan disini adalah bagaimana
tanda-tanda serta simbol-simbol dalam film 5 cm mencoba menjelaskan serta
merepresentasikan persahabatan.
ISI
Film 5 cm akan di analisi melalui tiga level konsep yang dikemukakan
oleh John Fiske tentang The Codes of Television, yakni level reality yang
penampilan (appearance), kostum (wardrobe), tata rias (make-up), lingkungan
(environment), latar (setting), gaya bicara (speech), dan ekspresi (expression).
Kode-kode dalam level reality adalah kode-kode sosial film yang
menggambarkan realitas dan terlihat nyata dan jelas. Level ini akan membuat
penonton merasa lebih dekat dengan berbagai unsur yang ada dalam film,
karena berbagai realitas kehidupan sosial masyarakat dihadirkan di sini. Selain
itu, kode-kode sosial pada level ini juga akan memperkuat karakter dari para
tokoh dalam film. Sehingga, penonton secara tidak langsung ikut merasakan
perasaan sang tokoh dalam film, misalnya melalui ekpresi dan kostum pemain.
Level representation meliputi aspek kamera, aspek pencahayaan (lighting),
aspek editing, aspek tata suara (sound), aspek penarasian, dan aspek karakter
dan penokohan. Kode-kode pada level representation merupakan bagian-bagian
terpenting yang akan memberikan pengaruh terhadap bagus tidaknya film yang
diproduksi. Level ini merupakan dapur dalam sebuah produksi film, yang
mengolah serta memadupadankan berbagai aspek tadi dalam satu kesatuan,
sehingga tersaji sebuah tontonan yang mampu merepresentasikan sebuah ide
maupun gagasan. Karena itu, berbagai aspek yang ada bukanlah sesuatu yang
berdiri sendiri melainkan saling mempengaruhi agar dapat memproduksi sebuah
film yang bagus. Fokus analisis dari bab ini adalah adegan-adegan yang
menampilkan representasi persahabatan.
Dua level sebelumnya akan membawa peneliti membaca simbol-simbol
tersembunyi sehingga menemukan nilai-nilai yang baik secara sadar atau tidak
oleh para penggarap film, ada dan tertanam di dalam film,. Level ideology akan
mengkaji kode-kode secara paradigmatik, di mana kode-kode tadi adalah kodekode
ideologis yang merujuk pada representasi persahabatan dalam 5 cm.
Analisis paradigmatik melibatkan perpaduan dan kontras dari masing-masing
penanda yang dihadirkan dalam teks, dengan penanda yang tidak ada dalam
suatu keadaan yang sama. Kode-kode yang ada dalam 5 cm akan diuraikan
mencakup hal-hal yang diatur dalam koherensi dan penerimaan sosial oleh
berbagai kode ideologis
1. Dinamika persahabatan dalam film 5 cm: Persahabatan di dalam 5 cm adalah
hubungan yang bergerak. Pergerakannya berupa, interaksi dan komunikasi,
memunculkan kejenuhan, penghentian komunikasi, dan yang terakhir adalah
rekonsiliasi.
2. Persahabatan dan konsep kebersamaan : Kebersamaan bukanlah faktor utama
yang mendasari persahabatan, melainkan ikatan emosional masing-masing
individu. Kebersamaan hanyalah sebuah bumbu dalam persahabatan yang jika
dilakukan dengan monoton dapat menimbulkan konflik berupa kejenuhan.
Kebersamaan menjadi faktor yang mengantarkan terbentuknya sebuah
persahabatan, sedangkan ikatan emosional, kepercayaan, rasa saling
membutuhkan menjadi faktor utama yang mendasari dipertahankannya sebuah
persahabatan.
3. Posisi dominan laki-laki dalam persahabatan : Persahabatan bukanlah
hubungan yang selalu menganggap setiap individu di dalamnya memiliki posisi
dan peran yang sama atau pun setara. Dalam 5 cm justru laki-laki dan
perempuan memiliki posisi dan peran yang berbeda. Perilaku-perilaku yang
ditujukan kepada Riani adalah suatu perwujudan bagaimana nilai-nilai patriarki
berkembang di masyarakat. Dengan adanya kekuasaan dan kekuatannya, lakilaki
dianggap memiliki peran penting serta sangat dibutuhkan oleh kaum
perempuan.
4. Dalam film yang menceritakan tentang persahabatan, di mana setiap orang
seharusnya memiliki posisi yang setara, maskulinitas dan femininitas bukanlah
dua hal yang setara. Peran laki-laki yang dominan karena kuatnya konstruksi
patriarki di masyarakat, menjadikan Riani sebagai seorang perempuan pun
berada di bawah kekuasaan patriarki.
5. Melalui adegan-adegan yang ada dalam film 5 cm, Genta memiliki peran
sebagai sosok pemimpin walau pun tidak ada sebuah status yang menyatakan
bahwa dia adalah seorang pemimpin. Dapat diambil kesimpulan bahwa setiap
hubungan yang melibatkan orang lain akan ada sosok yang memimpin
hubungan tersebut, ketika ada seseorang yang mengambil keputusan dalam
persahabatan maka orang tersebut akan berperan sebagai pemimpin dalam
pelaksanaan keputusan yang diambil.
6. pemain juga dikonstruksikan berpenampilan seindah mungkin lengkap
dengan makeu-up. Ini menggambarkan bahwa 5 cm juga menjadi salah satu
produk kapitalis yang mencari keuntungan semata dengan menampilkan aktris
dan aktor yang terkenal agar dapat menjual film. Untuk tetap menjaga
keindahan, akhirnya berbagai esensi mendaki gunung pun dihilangkan. Padahal
tidak menutup kemungkinan kegiatan mendaki gunung ini akan ditiru oleh
masyarakat yang juga pemula.
PENUTUP
Film sebagai salah satu produk kebudayaan tidak hanya berfungsi sebagai
sarana hiburan, namun penting untuk dipahami bahwa terdapat tanda-tanda
tersembunyi yang mencoba merepresentasikan nilai-nilai budaya yang ada di
masyarakat. Bagaimana nilai-nilai tadi diproduksi oleh para pembuat film,
sedikit banyak akan memberikan pengaruh kepada masyarakat yang menonton.
Pada akhirnya, persahabatan digambarkan sebagai hubungan yang didasari
dengan ikatan emosional. Hal ini digambarkan melalui adegan ketika lima tokoh
dalam 5 cm berada dalam masa penghentian komunikasi, mereka merasakan
kerinduan ingin bertemu. Kerinduan ini merupakan bentuk ikatan emosional.
Walau pun mereka berpisah namun persahabatan mereka akan tetap terjaga.
Interaksi dan komunikasi yang dimiliki oleh setiap individu dalam sebuah
persahabatan adalah proses yang terjadi karena adanya faktor seperti
kepercayaan, keterbukaan, dan penerimaan oleh lingkungan sekitar. Sehingga
seseorang akan menjadi dirinya sendiri ketika sedang bersama sahabatnya
seperti berpenampilan, bersikap, dan berperilaku apa adanya. Selain itu,
komunikasi dalam persahabatan dilakukan secara verbal dan nonverbal. Verbal
adalah pesan yang disampaikan melalui kata-kata, dan komunikasi nonverbal
adalah pesan yang tersirat melalui ekspresi dan gesture. Komunikasi nonverbal
ini akan mengkomunikasikan hal-hal yang bersifat emosional yang akan
mendukung pesan verbal seperti ungkapan empati, kesedihan, kasih sayang, dan
kepedulian.
Konflik disimbolkan dengan berbagai ungkapan dari individu yang
mengungkapkan kebosanan tentang berbagai hal. Penyebab utama konflik
karena adanya rasa ketidaknyamanan (disonansi) yang dialami setiap orang
yang berakibat pada kejenuhan. Nilai-nilai maskulinitas dalam film 5 cm
ditunjukkan dengan pemeran film yang empat di antaranya adalah laki-laki,
gambaran-gambaran mengenai fisik yang kuat, pengambilan keputusan, serta
dominasi laki-laki, serta sikap mereka dalam memperlakukan Riani, yaitu
cenderung lembut dan menjaga serta penguasaan terhadap Riani. Sehingga
Riani pun sebagai perempuan dikesankan memiliki posisi yang inferior.
Kepercayaan adalah konsep yang dibentuk secara perlahan setelah setiap
individu mulai mengenali lawan bicaranya masing-masing sehingga seseorang
tidak ragu lagi untuk membuka diri. 5 cm merepresentasikan persahabatan
sebagai suatu hubungan yang tidak hanya didasari oleh kebersamaan. Tapi juga
hubungan yang didasari oleh kedekatan emosional sehingga konflik seperti apa
pun yang terjadi di antara mereka akan coba mereka selesaikan karena ada
usaha dari setiap individu untuk mempertahankan persahabatan. Film 5 cm
merupakan salah satu produk kapitalis, karena banyak hal-hal penting yang
berkaitan dengan mendaki gunung yang dihilangkan untuk menampilkan
gambar-gambar yang dapat menarik minat penonton.
DAFTAR PUSTAKA
FILM
Film 5 cm : Karya Sutradara Rizal Mantovani. Skenario: Donny Dirgantoro,
Sunil Soraya, dan Hilman Mutasi. Rilis di bioskop 12 Desember
2012.. Produksi Soraya Intericine Film.
BUKU
Abrams, Nathan., et al. (2001). Film Studying. USA: Oxford University Press
Inc..
Beebe, Steven A. (1994). Communication in Small Groups: Principles and
Practices, 4th Ed. USA: HarperCollins College Publisher.
Beebe, Steven A., Susan J. Beebe, Mark. V. Redmond. (2005). Interpersonal
Communication: Relating to Others (4th ed.). USA: Pearson
Education Inc.
Bordwell, David. (1986). Film Art. USA: Newbwry Award Record
Incorporation.
Burton, Graeme. (1990). More than Meet the Eyes (3rd ed.). London: Arnold.
Butler, Andrew M. (2005). Film Studies.USA:Trafalgar Square Publishing.
Chandler, Daniel. (2002). Semiotics: The Basic (2nd Ed). London: Routledge.
Devito, Joseph A. (1997). Komunikasi Antarmanusia. Jakarta: Professional
Books.
Devito, Joseph A. (2000). The Interpersonal Communication Book. 9th Ed.
USA: Longman Pub
Effendy, Heru. (2009). Mari Membuat Film. Jakarta: Erlangga.
Fiske, John. (1999). Televison Culture: Popular Pleasures and Politics.
London: Routledge.
Fiske, John. (2010). Cultural and Communication Studies: Sebuah Pengantar
Paling Komprehensif. Terjemahan Drs. Yosal Iriantara, MS.
Yogyakarta: JALASUTRA.
Hall, Stuart. (1997). Representation. London: SAGE publication.
Littlejohn, Stephen W. (2009). Theory Of Human Communication 9th ed.
Jakarta: Salemba Humanika.
Mosse, Julia Cleves. (1996). Gender dan Pembangunan. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Mulhall, Stephen. (2001). On Film. USA: Routledge.
Naratama. (2013). Menjadi Sutradara Televisi.Jakarta: PT Gramedia.
Neuman, Lawrence W. (2007). Basic of Social Research: Qualitative and
Quantitave Approaches (2nd ed.). USA: Pearson Education Inc.
Paningkiran, Halim. (2013). Make-Up Karakter untuk Televisi dan Film.
Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.
Pearson, Nelson, Titsworth, Harter. (2011). Human Communication (4th ed.).
New York: The Mac Grown-Hill Inc.
Saadawi, El Nawal. (2001) Perempuan dalam Budaya Patriarki. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Sobur, Alex. (2003). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Stadler, Jane., dan Kelly McWilliam. (2009). Screen Media: Analysing Film
and Television. Singapore: CMO Image Printing.
Stolley, Kathy S. (2005). The Basic of Sociology. USA: Greenwood Press
Storey, John.(2008). Cultural Theory and Popular Culture: an Introduction.
Britain: Henry Ling Ltd.
Sumarno, Marselli. (1996). Dasar-Dasar Apresiasi Film. Jakarta: PT Grasindo.
West, Richard dan Lynn H. Turner. (2008). Pengantar Teori Komunikasi:
Analisis dan Aplikasi (3rd Ed.). Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.
INTERNET
5 cm Film Terpuji Festival Film Bandung. Dalam
m.antaranews.com/berita/380306/5-cm-film-terpuji-festival-filmbandun.
Diunduh pada 13 Juli 2013. @
5 cm. (2012). Dalam http://filmindonesia.or.id/movie/title/lf-5003-12-405162_5-
cm#UUsOSNGyOoK. Diunduh pada 2 April pukul 22.00 WIB. @
Eratnya Persahabatan di Puncak Semeru. Dalam http://www.yangmuda.com/
read/detail/1936537/film-5-cm-eratnya-persahabatan-di-puncaksemeru.
Diunduh pada 4 Mei 2013 pukul 21.00 WIB. @
Film 5 cm: Esensi Sebuah Persahabatan, Cinta, dan Perjuangan. Dalam
http://www.kabar24.com/index.php/film-5-cm-esensi-sebuahpersahabatan-
cinta-dan-perjuangan/. Diunduh pada 2 April pukul
22.00 WIB. @
Kejanggalan-Kejanggalan Film ‘5 cm’. Dalam
http://hiburan.kompasiana.com/film/ 2013/01/05/kejanggalankejanggalan-
film-5-cm-521571.html. Diunduh pada 5 April 2013
pukul 20.00 WIB. @
Yanuar Elang Riki. (2009). Serigala Terakhir, Pemeran Utama Tak Selalu
Jawara. Okezone, dalam
http://celebrity.okezone.com/read/2009/11/05/35/272496/serigalaterakhir-
pemeran-utama-tak-selalu-jawara. Diunduh pada 2 April
pukul 21.00 WIB.
JURNAL
Ponti, Lucia et all. (2010). A Measure for the Study of Friendship and Romantic
Relationship Quality from Adolescence to Early-Adulthood. The
Open Psychology Journal. Vol. 3: 76-87.

Article Metrics: