PEMAKNAAN KHALAYAK TERHADAP MASKULINITAS LIYAN PADA DRAMA TELEVISI KOREA

*Rebecca Venusia Theresia  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Hapsari Dwiningtyas Sulityani  -  Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP
Published: 2 Oct 2018.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 156 248
Abstract
Penelitian ini berfokus pada tokoh laki-laki utama yang menderita penyakit kanker payudara pada drama TV Korea berjudul Jealousy Incarnate. Paradigma yang digunakan adalah paradigma interpretif dengan metode analisis resepsi dari Ien Ang untuk mengetahui pemaknaan khalayak. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan analisis semiotika dari Roland Barthes untuk menunjukkan preferred reading pada teks media. Dengan menggunakan teori Khalayak Aktif, penelitian ini ingin melihat perbedaan penciptaan makna dari masing-masing individu tentang maskulinitas liyan yang ditunjukkan oleh tokoh laki-laki utama dalam drama ini. Penelitian ini menyebutkan 8 (delapan) buah preferred reading yang menunjukkan maskulinitas liyan dalam drama TV Korea Jealousy Incarnate. Elemen yang dibahas untuk menentukan preferred reading dalam drama ini yaitu elemen penampilan, keluarga/percintaan, kesuksesan, kekuatan fisik dan kekuatan emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa khalayak berperan aktif dalam memaknai adegan yang ditonton dalam drama. Hal ini ditunjukkan dengan beragam tema pemaknaan yang muncul dari setiap informan. Informan terlibat secara aktif dalam menginterpretasikan preferred reading sesuai dengan latar belakang mereka masing-masing. Terdapat beberapa tema pemaknaan informan yang sesuai dengan preferred reading yang disajikan, namun ada juga pemaknaan informan yang berbeda dengan preferred reading tersebut. Keberagaman pemaknaan yang muncul dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu usia, pekerjaan, dan status hubungan. Hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa walaupun tokoh laki-laki utama pada drama ini tidak dapat memenuhi karakteristik maskulinitas dominan, laki-laki tersebut masih terlihat menarik dan dapat diterima oleh informan yang semuanya perempuan. Informan bahkan menganggap bahwa karakter Lee HwaShin merupakan karakter terbaik yang pernah diperankan oleh aktor Cho JungSeok.
Keywords: Drama TV Korea, Maskulinitas Liyan, Pemaknaan Khalayak, Analisis Resepsi

Article Metrics: