Pembingkaian Koran Kompas Dan Republika Terhadap Peristiwa Perang Israel - Palestina

Mahar Rachanca

Abstract


Pendefinisian realitas yang dihasilkan oleh media massa tidak dilihat sebagaiakumulasi fakta atau realitas, akan tetapi sebagai proses reproduksi realitas. Padadasarnya media bukan hanya mentransmisikan makna yang telah ada melainkan mediajustru melakukan penyeleksian dan pembuatan makna atas suatu peristiwa.Berdasarkan pemahaman tersebut penelitian ini mencoba mengangkat peristiwaperang antara Israel dengan Palestina. Adapun obyek penelitian adalah koran Kompas danRepublika. Sedangkan metoda yang digunakan adalah dengan pendekatan analisisframing. Analisis ini digunakan untuk mengetahui bagaimana suatu realitas dibingkaioleh media massa. Perangkat framing yang digunakan adalah model Pan dan Konsicki.Metoda ini akan mengoperasionalkan empat dimensi struktur teks yakni:sintaksis, skrip,tematik, retoris.Setidaknya ada dua tema utama pemberitaan, yang pertama pemberitaan yangmengutamakan aspek atau unsur How (bagaimana). Tema ini banyak digambarkantentang bagaimana proses atau kronologi peristiwa perang, bagaimana kedua pihakmelancarkan serangan demi juga reaksi masyarakat dunia merespon peristiwa tersebut.Penggambaran korban akibat perang, upaya penyelesaian konflik, dan dampak yangdiakibatkan oleh perang tersebut. Tema yang kedua adalah pemberitaan yangmengutamakan unsur Why (mengapa). Penekanan pada unsur ini cenderung mencari-carisiapa yang benar atau salah, ataupun siapa yang menjadi pemicu perang tersebut dan apayang melatarbelakangi perang. Dengan menonjolkan unsur why kedua harian banyakmengulas tentang loby-loby yang dilakukan oleh kedua negara tersebut.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya persamaan frame tentang perang tersebut.Kedua media sepakat bahwa Jalur diplomasi ini dinilai tak mampu lagi menjadi alternatifpenyelesaian konflik. Kompas dan Republika sama-sama menonjolkan kegagalandiplomasi karena dianggap masalahnya sudah semakin rumit dan menjalar keberbagaiaspek. Hasil lain dari penelitian ini adalah adanya perbedaaan, Kompas mengungkapkanalasan penyerangan itu yang dikaitkan dengan isu politik Israel.Republika memaknaiserangan Israel ini sebagai kekejaman yang mengakibatkan krisis kemanusiaan di Gaza.Hal-hal yang dipahami dan diterapkan berkaitan dengan pemahaman Framingadalah bahwa prinsip analisis framing secara garis besar adalah proses seleksi danpenajaman terhadap dimensi-dimensi tertentu dari fakta yang diberitakan dalam media.Fakta tidak ditampilkan secara apa adanya, namun diberi bingkai sehingga menghasilkankonstruksi makna. Proses framing dalam sebuah media bersifat dinamis dan tidakseragam. Perbedaan sikap akan muncul pada masing-masing media dalam memberitakanperistiwa.BAB I PENDAHULUAN1. Latar BelakangBeragam pemberitaan seputar Konflik berkepanjangan Israel – Palestinayang terjadi awal tahun 2009.2. Perumusan MasalahPerbedaan mengemas berita sebagai strategi media dalam menyikapi danmemaknai sebuah peristiwa. Hal ini tidak terlepas dari keberagaman latarbelakang, ideologi dengan karakteristik berbeda, sehingga dalammenyikapi sebuah peristiwa media akan memandangnya secara berbedabegitu pula dengan pengemasan beritanya. Hal ini sangat berkaitan denganmasing-masing media untuk mengemas atau membingkai secara berbedapada hal peristiwa tersebut pada hakekatnya adalah sama, dalam hal iniadalah pembingkaian terhadap peristiwa perang antara Israel-Palestina.3. Tujuan PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Frame / bingkai yang dilakukanoleh Kompas dan Republika dalam mengemas berita tentang perang antaraIsrael–Palestina.4. Kerangka TeoriPenelitian ini menggunakan teori analisis framing yang masuk padaparadigma konstruksionis. Metoda yang digunakan adalah denganpendekatan analisis framing. Perangkat framing yang digunakan adalahmodel Pan dan Konsicki. Metoda ini akan mengoperasionalkan empatdimensi struktur teks yakni:sintaksis, skrip, tematik, retoris.5. METODE PENELITIANSubyek Penelitian ini adalah pemberitaan koran Kompas dengan koranRepublika tentang perang Israel-Palestina, selama masa perangberlangsung yaitu 22 hari terhitung mulai tanggal 27 Desember 2008sampai dengan 17 Januari 2009. Analisis data dalam penelitian inimenggunakan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M.Kosicki yang mengoperasionalkan empat struktur dimensi yaitu: sintaksis,skrip, tematik dan retoris.BAB II PROFIL KORAN KOMPAS DAN REPUBLIKA1. Harian Umum KOMPASMotto Kompas yang tertulis sejak pertama berdiri adalah “AmanatHati Nurani Rakyat”. Prinsip yang selalu dipegang oleh Kompas adalahdengan independensinya sebagai media. Namun pada kenyataannyaKompas tidak lepas dari stigma bahwa koran ini identik dengan katholikterlebih bagi sebagian masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan Islamgaris keras. Stigma yang melekat pada Kompas tersebut seakanmendorong koran ini untuk terus menjaga prinsip-prinsipnya itu. Sebagaikoran yang mengedepankan keterbukaan, meninggalkan pengotakan latarbelakang suku, ras, dan golongan, Kompas mengarahkan kebijakanredaksional penulisan berita pada upaya penciptaan sikap terbuka,toleran, dan kritis bagi para pembaca. Oleh karena itu, penulisanpenulisanpada surat kabar ini senantiasa peka akan nasip manusia yangsekaligus jadi pegangan klasik jurnalistik.2. Harian Umum REPUBLIKAKoran ini identik dengan ICMI karena memang didirikan olehIkatan Cendekiawan Muslim Indonesia, dikalangan masyarakat Republikadikenal sebagai Koran nasional yang mengakomodasi kepentingan Islam.Sebagian besar pemberitaannya masih mengakomodasi kepentingan Islam.Republika menampilkan Islam dari sisi yang lebih Humanis, kosmopolisdan inklusif, sehingga mampu berdialog dengan berbagai pihak. Materiyang ditampilkan terkesan damai dan menggunakan pendekatan yang lebihrasional. Dari karakter jurnalis Republika tersebut memang cenderunghomogen dan didominasi oleh orang muslim. Oleh karena itu maklum jikanantinya Republika akan bereaksi sebagai kesadaran solidaritas Islam.BAB III-IV KONSTRUKSI PERISTIWA PERANG ISRAEL –PALESTINA DALAM PEMBERITAAN KOMPAS DAN REPUBLIKAPada bab ini akan mendeskripsikan dan melihat bagaimana konstruksi danpemaknaan mengenai berita tentang perang antara Israel-Palestina diKompas dan Republika dalam menurunkan berita.A. Kecenderungan Frame pemberitaan KompasDari hasil pengamatan yang dilakukan, Ada beberapa hal yangpaling menonjol atau yang paling dibicarakan di sana yaitu :1. Kinerja PBB Dalam Menangani Konflik. Kompas menilai bahwasatu: Kompas meragukan tindakan yang diambil DK PBB ketika DKPBB tidak mampu bertindak secara tegas. DK PBB tidak konsistendengan kebijakannya sehingga Kompas meragukan kredibilitasnya.Kedua, Kompas menilai DK PBB sudah gagal dalam menanganimasalah tersebut karena terkesan apatis dan lamban. Penilaian inimuncul ketika beberapa kali Kompas memberitakan tentang perangyang masih saja terjadi meski DK PBB telah mengeluarkan resolusi.2. Jalur diplomasi tidak mampu lagi mengakomodir kedua belah pihaksehingga tidak tercapainya kesepakatan bersama. Kompas menilaikeduanya adalah pihak yang sulit untuk diajk bicara.3. Ketiga, adanya keterkaitan antara isu politik Israel terkait dengankeputusan penyerangan ke Gaza.B. Kecenderungan Frame pemberitaan RepublikaAda beberapa hal yang paling menonjol atau yang palingdibicarakan di sana yaitu:1. Krisis Kemanusiaan di Palestina. Koran ini ingin menegaskan bahwaserangan itu adalah tindakan yang tidak manusiawi sehinggamenyebabkan krisis kemanusian di Gaza dan tidak selayaknnyadilakukan. Isi berita yang dikemas menggambarkan bagaimanaserangan-serangan dahsyat dan akibatnya justru diterima oleh wargaPalestina yang sebagian besar korbannya adalah warga sipil, wanitadan anak-anak. Terlihat bagaimana Republika lebih menyorotiperistiwa itu lebih pada aspek simpatik. Dengan skema pemberitaanseperti itu jelas bahwa Republika ingin menyampaikan bahwa perangitu adalah serangan dari Israel, sedangkan Palestina atau Hamas inihanya berjuang demi mempertahankan apa yang menjadi haknya.2. Jalur diplomasi yang berjalan sangat alot, sehingga tidak tercapainyakesepakatan bersama. Republika terlihat beberapa kali memperlihatkansikap kedua belah pihak untuk damai dalam menyelesaikan konfliktersebut, namun keduanya seakan bersikeras pada pendirian masingmasingdan perang pun terus berlanjut.3. PBB gagal dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi antara Israeldengan Palestina.Selain itu PBB juga terkesan tidak tegas dalammengambil sikap. Pihak yang mendapat sorotan tajam mengenai hal iniadalah DK PBB, selaku badan tertinggi perdamaian dunia dinilai telahgagal mengemban tugasnya. Frme ini muncul ketika jalur diplomasidan alotnya perundingan mulai tidak berarti, ini karena aksi ngototmasing-masing pihak akni Israel dan Palestina membuat konfliksemakin memanas. Bukti lain yang mendukung frame ini adalah tidakdipatuhinya resolusi DK PBB untuk gencatan Senjata.C. Perbandingan Frame Tentang perang Israel – Palestina YangDikembangkan Oleh Kompas dan RepublikaKompas1. Kompas mencoba melihat masalah-masalah dari berbagai segi danlebih pada gaya humanismenya. Meskipun demikian di beberapaedisi, Kompas juga menggambarkan proses kekejaman peperanganitu tapi tidak terlalu detil tetapi kental dengan gaya humanismenya.2. Sekilas gambaran pembingkaian Kompas terhadap konflik IsraelPalestina menyebutkan bahwa Kompas memandang DK PBB tidakmampu bertindak secara tegas. Dari situ kita bisa melihat bahwa adabeberapa hal yang diinformasikan oleh Kompas mengenai kinerjaDK PBB. Pertama adalah bahwa DK PBB tidak konsisten dengankebijakannya sehingga Kompas meragukan kredibilitasnya. Kedua,Kompas menilai DK PBB sudah gagal dalam menangani masalahtersebut karena terkesan apatis dan lamban. Penilaian ini munculketika beberapa kali Kompas memberitakan tentang perang yangmasih saja terjadi meski DK PBB telah mengeluarkan resolusi.3. Bagi kompas kekerasan bukan hanya tidak akan menyelasaikanmasalah, melainkan justru akan berakibat pada peperangan yangtidak kunjung henti, dan segala upaya penyelesaian akan sia-siabelaka. Konflik timur tengah sudah menjalar sedemikian rumit, dankalau masing-masing pihak mau menggunakan jalan kekerasan makahanya akan memperparah kondisi.4. Kompas terlihat dengan komitmennya yaitu dalam setiappemberitaannya berupaya untuk selalu bersikap netral, hal iniditunjukkan dengan informasi yang lebih lengkap dan argumen dariwartawan porsinya hanya sedikit. Informasi yang lengkap itulahKompas memberikan ruang bagi pembaca untuk memberikankesimpulannya sendiri.REPUBLIKA1. Sementara itu Republika hadir dengan falsafah Islam moderatnya mengemasberita tersebut dengan menggambarkan secara detail berlangsungnyapeperangan tersebut. Pemberian judul setiap pemberitaannya Republikacenderung memojokkan tentara Israel. Disini diugkap juga bahwa kecamankeras terhadap serangan Israel ke Jalur Gaza tidak membuat negara itu surut.2. Harian Republika menyajikan berita tentang perang tersebut sebagaiHeadline secara terus-menerus dihalaman pertama dengan gambar sertajudul yang ditulis dengan ukuran yang cukup besar. Judul berita Republikadengan menggunakan teknik empati.3. Banyak digambarkan tentang bagaimana proses atau kronologi peristiwaperang, bagaimana kedua pihak melancarkan serangan demi serangan,bagaimana reaksi masyarakat dunia merespon peristiwa tersebut.Penggambaran Korban akibat perang. Upaya penyelesaian konflik, dandampak yang diakibatkan oleh perang tersebut.4. Republika memandang bahwa pemicu konflik ini adalah keinginan Israelmenancapkan dominasinya di Palestina dan kemudian menjadikan tanahPalestina sebagai bagian dari wilayah Israel. Meski banyak beredarpembingkaian berita yang mengarah pada sentimen keagamaan namunRepublika justru tidak pernah menyebutnya dalam bingkainya.5. Hal yang paling dionjolkan dari pemberitaan konflik ini justru padatindakan Israel yang tidak manusiawi kepada warga Palestina yangditunjukkan dengan serangkaian penyerangan yang membabi buta danmengerahkan angkatan bersenjata yang paling canggih untuk menaklukkanPalestina.6. Terungkap bahwa PBB terkesan lambat dan gagal dalam menyelesaikanpersoalan yang terjadi antara Israel dengan Palestina. Selain itu PBB jugadianggap gagal dalam menjalankan tugas untuk menjaga perdamaian dunia.BAB V PENUTUPKesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan adanya persamaan frame tentang perangtersebut. Kedua media sepakat bahwa Jalur diplomasi ini dinilai takmampu lagi menjadi alternatif penyelesaian konflik. Kompas danRepublika sama-sama menonjolkan kegagalan diplomasi karena dianggapmasalahnya sudah semakin rumit dan menjalar keberbagai aspek. Hasillain dari penelitian ini adalah adanya perbedaaan, Kompasmengungkapkan alasan penyerangan itu yang dikaitkan dengan isu politikIsrael.Republika memaknai serangan Israel ini sebagai kekejaman yangmengakibatkan krisis kemanusiaan di Gaza.Implikasi Hal-hal yang dipahami dan diterapkan berkaitan dengan pemahamanFraming adalah bahwa prinsip analisis framing secara garis besar adalahproses seleksi dan penajaman terhadap dimensi-dimensi tertentu dari faktayang diberitakan dalam media. Fakta tidak ditampilkan secara apa adanya,namun diberi bingkai sehingga menghasilkan konstruksi makna.Daftar PustakaBungin, Burhan. 2008. Konstruksi Sosial Media Massa: Kekuatan PengaruhMedia Massa, Iklan Televisi, dan Keputusan Konsumen Serta Kritik TerhadapPeter L. Berger & Thomas Luckmann. Jakarta: Kencana Prenada Media GroupCroteau, David dan william Hoynes. 2000. Media/Society: Industries, ImagesAnd Audiences. Pine Forge Press. New Delhi.De Jong, Kees. 2001. Humanisme dan Kebebasan Pers; Menyambut 70 TahunJakob Oetama. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara).Eriyanto. 2002. Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media.Yogyakarta.: LkiS.Fauzi, Choiri, Arifatul.2007. Kabar-Kabar Kekerasan dari Bali. Yogyakarta:LkiS.Hamad, Ibnu. 2004. Konstruksi Realitas Politik Dalam Media Massa. Jakarta:Granit.Haris, Sumadiria, 2005. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Junaedi, Fajar. 2007. Komunikasi Massa, Pengantar Teoritis. Yogyakarta:Penerbit Santusta.Kriyantono, Rachmat. 2007. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta:Kencana Prenada Media Group.Kusumaningrat, Hikmat dan Purnama. 2005. Jurnalistik: Teori dan Praktek.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Mc Quail, Denis. 1987. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Erlangga.Rakhmat, Jalaluddin. 2003. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT RemajaRosdakarya.Severin, Werner J. & James W. Tankard, Jr. 2005. Teori Komunikasi: Sejarah,Metode, & Terapan Di Dalam Media Massa. Jakarta: KencanaSyahputra, Iswandi. 2006. Jurnalisme Damai: Meretas ideologi peliputan diArea Konflik.Yogyakarta: Nuansa Aksara.Sobur, Alex. 2001. Analisis Teks Media. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Sobur, Alex. 2003. Semiotika komunikasi. Bandung: Rosdakarya.Sudibyo, Agus. 2001. Politik Media dan Pertarungan Wacana. Yogyakarta:LkiS.Seda, Frans. 2001. Humanisme dan Kebebasan Pers; Menyambut 70 TahunJakob Oetama. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara).Nugroho, B, Eriyanto, Frans Surdiasis.1999. Politik Media Mengemas Berita.Institut Studi Arus Informasi. Jakarta.Surat Kabar:Kompas tanggal 30 Desember 2008, (Israel Dikecam Keras )Kompas tanggal 6 Januari 2009, (Presiden: Bukan Konflik Agama)Kompas, 18 Januari 2009, (Kerugian di Gaza Rp 5 Triliun)Kompas tanggal 18 Januari 2009, (Mencari Titik Temu Israel-Palestina)Republika, tanggal 30 Desember 2008, (Israel Semakin Brutal).Republika, tanggal 2 Januari 2009.( Draf Resolusi Hentikan Agresi Israelditolak)Republika, tanggal 10 Januari 2009,( Militer Israel Akan Terus MelakukanOperasinya Di Gaza)Internet:http:www.hidayatullah.com/Saturday,13September2003,02:06/palestina.memahami.kiprah.dan.serangan.zionis/catatan-akhir-pekan-adian-husaini/, diakses21/05/2009www.BBC Indonesia/10 Januari, 2008; Bush: Israel akhiri pendudukanwww.republika.co.id/Ahad,11 Januari 2009, 22:59 WIB. Masalah PalestinaBeres Bila Pendudukan Israel Diakhirihttp:www.republika.co.id/Ahad,22November2009. Konflik Israel-PalestinaTewaskan 8.900 Orang).http//nasional.kompas.com/ Jumat, 30 Januari 2009 | 09:52 WIB/ Presiden IsraelDiteriaki "Pembunuh" oleh PM Turkihttp:kompas.com/edisi Minggu,18 Januari 2009/ Gagal Meredam, Israel TetapMenyerangRochim, 2002: ITB Central LibraryABSTRAKSIPembingkaian Koran Kompas Dan Republika Terhadap Peristiwa PerangIsrael - PalestinaPendefinisian realitas yang dihasilkan oleh media massa tidak dilihat sebagaiakumulasi fakta atau realitas, akan tetapi sebagai proses reproduksi realitas. Padadasarnya media bukan hanya mentransmisikan makna yang telah ada melainkan mediajustru melakukan penyeleksian dan pembuatan makna atas suatu peristiwa.Berdasarkan pemahaman tersebut penelitian ini mencoba mengangkat peristiwaperang antara Israel dengan Palestina. Adapun obyek penelitian adalah koran Kompas danRepublika. Sedangkan metoda yang digunakan adalah dengan pendekatan analisisframing. Analisis ini digunakan untuk mengetahui bagaimana suatu realitas dibingkaioleh media massa. Perangkat framing yang digunakan adalah model Pan dan Konsicki.Metoda ini akan mengoperasionalkan empat dimensi struktur teks yakni:sintaksis, skrip,tematik, retoris.Setidaknya ada dua tema utama pemberitaan, yang pertama pemberitaan yangmengutamakan aspek atau unsur How (bagaimana). Tema ini banyak digambarkantentang bagaimana proses atau kronologi peristiwa perang, bagaimana kedua pihakmelancarkan serangan demi juga reaksi masyarakat dunia merespon peristiwa tersebut.Penggambaran korban akibat perang, upaya penyelesaian konflik, dan dampak yangdiakibatkan oleh perang tersebut. Tema yang kedua adalah pemberitaan yangmengutamakan unsur Why (mengapa). Penekanan pada unsur ini cenderung mencari-carisiapa yang benar atau salah, ataupun siapa yang menjadi pemicu perang tersebut dan apayang melatarbelakangi perang. Dengan menonjolkan unsur why kedua harian banyakmengulas tentang loby-loby yang dilakukan oleh kedua negara tersebut.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya persamaan frame tentang perang tersebut.Kedua media sepakat bahwa Jalur diplomasi ini dinilai tak mampu lagi menjadi alternatifpenyelesaian konflik. Kompas dan Republika sama-sama menonjolkan kegagalandiplomasi karena dianggap masalahnya sudah semakin rumit dan menjalar keberbagaiaspek. Hasil lain dari penelitian ini adalah adanya perbedaaan, Kompas mengungkapkanalasan penyerangan itu yang dikaitkan dengan isu politik Israel.Republika memaknaiserangan Israel ini sebagai kekejaman yang mengakibatkan krisis kemanusiaan di Gaza.Hal-hal yang dipahami dan diterapkan berkaitan dengan pemahaman Framingadalah bahwa prinsip analisis framing secara garis besar adalah proses seleksi danpenajaman terhadap dimensi-dimensi tertentu dari fakta yang diberitakan dalam media.Fakta tidak ditampilkan secara apa adanya, namun diberi bingkai sehingga menghasilkankonstruksi makna. Proses framing dalam sebuah media bersifat dinamis dan tidakseragam. Perbedaan sikap akan muncul pada masing-masing media dalam memberitakanperistiwa.

Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Interaksi Online, is published by Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jln. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Jawa Tengah 50275; Telp. (024)7460056, Fax: (024)7460055


Creative Commons License
Interaksi Online by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/interaksi-online is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



Lihat Statistik Pengunjung