Memahami Adaptasi Budaya pada Pelajar Indonesia yang Sedang Belajar di Luar Negeri

Published: 31 Dec 2015.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 205 446
Abstract

Banyaknya masalah yang disebabkan oleh kegagalan adaptasi budaya serta kurangnya
persiapan terkait bahasa dan budaya setempat sebelum seseorang berangkat ke luar negeri
menjadi latar belakang penelitian ini. Pelajar Indonesia adalah salah satu contoh yang akan
menjadi fokus bagaimana pengalaman adaptasi mereka untuk berinteraksi dengan orangorang
di lingkungan yang baru. Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan proses
adaptasi budaya yang dilakukan pelajar Indonesia di hostcountry.
Penelitian ini menggunakan metoda deskriptif kualitatif, genre interpretif, serta
pendekatan fenomenologi. Anxiety/Uncertainty Management Theory dan Communication
Accommodation Theory digunakan dalam penelitian ini untuk membantu menjelaskan
sebagai basis awal. Subjek penelitian adalah tiga orang pelajar Indonesia yang sedang belajar
di luar negeri. Pengumpulan data diperoleh melalui hasil wawancara dan studi pustaka.
Hasil penelitian menunjukan bahwa saat Pelajar Indonesia datang ke luar negeri
mereka mengalami culture shock karena perubahan kultural dan kehilangan petunjukpetunjuk
yang telah mereka ketahui sebelumnya. Besarnya cultural shock tergantung pada
tingkat perbedaan kultural negara, bahasa, serta kesiapan pelajar. Persiapan sebelum
keberangkatan baik itu bahasa dan pengetahuan tentang budaya negara tujuan akan
membantu memahami surface culture serta menjadi bekal untuk mengatasi culture shock.
Selain itu dukungan sosial adalah hal yang penting dalam proses adaptasi. Teman-teman di
negara tujuan akan berperan untuk membantu mengenalkan kebiasaan di lingkungan baru,
teman-teman universitas untuk membantu menjalani proses belajar di universitas, serta teman
untuk mengikuti aktivitas sosial dan hiburan. Pelajar Indonesia melakukan beberapa strategi
adaptasi seperti mencari sesuatu yang baik atas apa yang terjadi (positive reinterpretation),
mengerjakan aktivitas lain untuk melepas beban pikiran (mental disangagement), merelakan
sesuatu yang diinginkan (behavioral disangagement), serta mencari teman atau dukungan
sosial (social support). Pelajar Indonesia juga melakukan strategi konvergensi dengan
menyesuaikan perilaku komunikasi dengan host country.

Keywords: adaptasi budaya, gegar budaya, hostcountry

Article Metrics: