REDESAIN GEREJA SANTO PETRUS SAMBIROTO SEMARANG

*Angelina Dyah E. R - 
Edward Endrianto Pandelaki - 
Hermin Werdiningsih - 
Published: 31 Jul 2012.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 60 84
Abstract


Pusat Kota Semarang merupakan pusat kemajuan sektor ekonomi di Kota Semarang. Lahan
permukiman di area tersebut mulai berkurang, menyebabkan permukiman sekarang meluas di wilayah
Semarang Selatan, salah satunya Kecamatan Tembalang. Kemunculan perumahan baru standar menengah ke
atas menyebabkan wilayah berkembang lebih modern dan jumlah penduduknya bertambah semakin pesat.
Begitu juga jumlah umat Katoliknya. Padahal saat ini di Kecamatan Tembalang hanya terdapat satu Gereja
Katolik, hanya berskala stasi, yaitu Gereja Santo Petrus Sambiroto. Dengan makin bertambahnya jumlah umat
Katolik dan makin tingginya tingkat aktivitas warganya, maka dibutuhkan desain gereja berskala lebih besar.
Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Gereja Katolik,
standar-standar mengenai tata ruang dalam Gereja Katolik, studi banding beberapa Gereja Paroki Katolik di
Semarang dan Gereja-Gereja Post Modern di dunia. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Gereja Santo
Petrus Sambiroto Semarang dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Post
Modern. Tapak yang digunakan adalah tapak asli dari Gereja Santo Petrus Sambiroto, yang kemudian diperluas
sesuai kebutuhan ruang yang ada. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan,
penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Redesain Gereja Santo Petrus
Sambiroto Semarang”.
Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Post Modern, yaitu aliran Methapor and
Metaphisical dimana konsep dan filosofi bangunan Gereja ditampilkan secara eksplisit dalam bentuk dan
penampilan bangunan. Catchment Point dipakai untuk menyiasati bentuk lahan dan menghindari bangunan
Gereja tertutup oleh bangunan lain sekitar tapak. Untuk bangunan Gereja sendiri, dirancang dengan konsep
denah berbentuk manusia yang sedang memberkati dan konsep bentuk bangunan berbentuk kapal, dengan
sistem struktur penerapan sistem jalinan tudung saji.

Keywords
Gereja Katolik, Santo Petrus, Sambiroto, Semarang, Post Modern

Article Metrics: