BibTex Citation Data :
@article{IEOJ49962, author = {Hervino Dwiky Julian and Denny Nurkertamanda}, title = {PERBAIKAN PENJADWALAN MESIN STAMPING DENGAN METODE JOBSHOP AKTIF GUNA MEMINIMASI WORK IN PROCESS (WIP) PADA PT SEBASTIAN JAYA METAL}, journal = {Industrial Engineering Online Journal}, volume = {14}, number = {2}, year = {2025}, keywords = {Active Job Shop, Production Scheduling, Work in Process}, abstract = { Abstrak PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal berfokus pada produksi suku cadang kendaraan bermotor yang menerapkan sistem produksi make to order (MTO) sehingga part yang diproduksi bervariasi setiap harinya. Aspek yang perlu diperhatikan agar PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal mampu mengikuti kondisi tersebut adalah penjadwalan produksi yang baik. Penjadwalan produksi yang dilakukan PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal belum menggunakan dasar teoritis sehingga output penjadwalan harian tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Permasalahan lainnya adalah operator di departemen produksi sulit membaca penjadwalan yang dibuat oleh departemen PPIC. Untuk mengatasi hal tersebut, metode penjadwalan produksi yang digunakan untuk mengatasi penumpukan Work in Process (WIP) adalah job shop aktif. Selain itu, dibutuhkan format baru untuk penjadwalan produksi yang mudah dipahami oleh operator departemen produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penjadwalan produksi menggunakan algoritma job shop aktif dapat memperbaiki total makespan sebesar 34,37%, total waiting time sebesar 86,7%, dan idle time sebesar 49,22%. Selain itu, dengan penjadwalan algoritma job shop aktif, work in process yang dihasilkan oleh PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal dapat direduksi sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mengurangi biaya penyimpanan, dan mempercepat respons terhadap permintaan pasar yang berfluktuasi. Kata kunci: Job Shop Aktif, Penjadwalan Produksi, Pekerjaan dalam Proses Abstract PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal focuses on the production of motor vehicle spare parts, employing a make-to-order (MTO) production system, resulting in daily variation in the parts produced. A crucial aspect for PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal to manage this variability is effective production scheduling. Currently, the production scheduling at PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal lacks a theoretical foundation, leading to daily scheduling outputs that do not align with actual conditions in the field. Another issue is that operators in the production department find it difficult to interpret the schedules created by the PPIC department. To address this, the job shop active scheduling method is used to manage the accumulation of Work in Process (WIP). Additionally, a new, easily understandable production scheduling format is needed for production department operators. Research results indicate that using the job shop active scheduling algorithm can improve the total makespan by 34.37%, total waiting time by 86.7%, and idle time by 49.22%. Furthermore, by implementing the job shop active scheduling algorithm, PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal can reduce WIP, thereby enhancing operational efficiency, optimizing resource utilization, lowering storage costs, and accelerating response to fluctuating market demands. Keywords: Active Job Shop, Production Scheduling, Work in Process }, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/ieoj/article/view/49962} }
Refworks Citation Data :
Abstrak
PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal berfokus pada produksi suku cadang kendaraan bermotor yang menerapkan sistem produksi make to order (MTO) sehingga part yang diproduksi bervariasi setiap harinya. Aspek yang perlu diperhatikan agar PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal mampu mengikuti kondisi tersebut adalah penjadwalan produksi yang baik. Penjadwalan produksi yang dilakukan PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal belum menggunakan dasar teoritis sehingga output penjadwalan harian tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Permasalahan lainnya adalah operator di departemen produksi sulit membaca penjadwalan yang dibuat oleh departemen PPIC. Untuk mengatasi hal tersebut, metode penjadwalan produksi yang digunakan untuk mengatasi penumpukan Work in Process (WIP) adalah job shop aktif. Selain itu, dibutuhkan format baru untuk penjadwalan produksi yang mudah dipahami oleh operator departemen produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penjadwalan produksi menggunakan algoritma job shop aktif dapat memperbaiki total makespan sebesar 34,37%, total waiting time sebesar 86,7%, dan idle time sebesar 49,22%. Selain itu, dengan penjadwalan algoritma job shop aktif, work in process yang dihasilkan oleh PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal dapat direduksi sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mengurangi biaya penyimpanan, dan mempercepat respons terhadap permintaan pasar yang berfluktuasi.
Kata kunci: Job Shop Aktif, Penjadwalan Produksi, Pekerjaan dalam Proses
Abstract
PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal focuses on the production of motor vehicle spare parts, employing a make-to-order (MTO) production system, resulting in daily variation in the parts produced. A crucial aspect for PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal to manage this variability is effective production scheduling. Currently, the production scheduling at PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal lacks a theoretical foundation, leading to daily scheduling outputs that do not align with actual conditions in the field. Another issue is that operators in the production department find it difficult to interpret the schedules created by the PPIC department. To address this, the job shop active scheduling method is used to manage the accumulation of Work in Process (WIP). Additionally, a new, easily understandable production scheduling format is needed for production department operators. Research results indicate that using the job shop active scheduling algorithm can improve the total makespan by 34.37%, total waiting time by 86.7%, and idle time by 49.22%. Furthermore, by implementing the job shop active scheduling algorithm, PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal can reduce WIP, thereby enhancing operational efficiency, optimizing resource utilization, lowering storage costs, and accelerating response to fluctuating market demands.
Keywords: Active Job Shop, Production Scheduling, Work in Process
Last update:
Program Studi Teknik Industri
Fakultas Teknik - Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Soedarto, SH Tembalang Semarang 50239
Telp / Fax : (024) 7460052
Email : i_engineering@ymail.com