skip to main content

PENETAPAN PURCHASING STRATEGY DENGAN METODE SUPPLY POSITIONING MODEL PADA MATERIAL CHEMICAL UNTUK PENENTUAN STRATEGI KONTRAK KERJA SAMA (Studi Kasus : PT XYZ)

*Mazaya Adhika Indrasari  -  Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universirtas Diponegoro, , Indonesia
Ary Arvianto  -  Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universirtas Diponegoro, , Indonesia

Citation Format:
Abstract

Abstrak

PT XYZ merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berwenang untuk mengelola minyak dan gas nasional menjadi produk bahan bakar dan bahan baku industri atau disebut sebagai National Oil Company. Ketergantungan masyarakat Indonesia pada Bahan Bakar Minyak (BBM) masih sangat tinggi, membuat perusahaan harus memiliki strategi efektif untuk mengelola perjanjian kerjasama dengan vendor sebagai aspek kritis dalam memenuhi kebutuhan bahan baku. PT XYZ menerapkan proses pembelian material. Material chemical, yang pengadaannya rutin dan berkelanjutan, menjadi fokus penelitian ini. Saat ini, pengelompokan material belum mempertimbangkan tingkat risiko pembelian, yang mengakibatkan ketidakefisienan dalam manajemen pembelian dan jadwal pasok yang tidak pasti. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi masalah utama, mengevaluasi dampaknya, dan mengusulkan solusi yang meningkatkan efektivitas manajemen rantai pasok. Metode penelitian menggunakan analisis Supply Positioning Model (SPM) untuk merancang strategi pembelian dan hubungan optimal dengan pemasok. Hasil penelitian diharapkan memberikan landasan bagi perusahaan dalam meningkatkan kinerja proses pembelian dan manajemen material. Supply positioning model mengelompokan material menjadi 4 kuadran yaitu routine, bottleneck, leverage, dan critical. Material akan diklasifikasikan berdasarkan tingkat impact (nilai material) serta risiko (month movement & jumlah supplier). Perhitungan tingkat impact akan dilakukan dengan ABC analysis. Didapatkan dari pengelompokkan barang berdasarkan metode SPM terdapat 36 item bersifat routine, 8 item leverage, 28 item bottleneck, 3 item critical.

Kata kunci: : Purchasing, Kontrak, Supply Positioning Model. ABC Analysis, Kraljic Matrix

Abstract

[DETERMINING PURCHASING STRATEGY USING SUPPLY POSITIONING MODEL FOR CHEMICAL MATERIALS TO ESTABLISH CONTRACT STRATEGY (Case Study: PT XYZ)] PT XYZ is a State-Owned Enterprise (SOE) responsible for managing national oil and gas resources into fuel products and industrial raw materials, functioning as the National Oil Company. PT XYZ employs a material procurement process, with a focus on chemical materials that require routine and continuous procurement. Currently, material classification does not consider the risk levels associated with procurement, leading to inefficiencies in purchasing management and uncertain supply schedules. This study aims to identify the primary issues, assess their impacts, and propose solutions to enhance supply chain management effectiveness. The research methodology involves using the Supply Positioning Model (SPM) to design purchasing strategies and optimal supplier relationships. The study's findings are expected to provide a solid foundation for the company to improve purchasing processes and material management. The supply positioning model classifies materials into four quadrants: routine, bottleneck, leverage, and critical. Materials are classified based on their impact level (material value) and risk (month movement and number of suppliers). The impact level is calculated using ABC analysis. According to the SPM method, the classification resulted in 36 routine items, 8 leverage items, 28 bottleneck items, and 3 critical items.

Keywords: Purchasing, Contract, Supply Positioning Model, ABC Analysis, Kraljic Matrix

Fulltext View|Download
Keywords: Purchasing, Contract, Supply Positioning Model, ABC Analysis, Kraljic Matrix

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.