skip to main content

ANALISIS AKIBAT TIMBULNYA DEFECT PADA KAP MESIN KENDARAAN TAKTIS MAUNG 4X4 YANG BERPOTENSI MENAMBAH HARGA POKOKPRODUKSI SERTA MEMENGARUHI JADWAL INDUK PRODUKSI

*Putri Rizqi Oktaviena  -  Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, , Indonesia
Purnawan Adi Wicaksono  -  Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, , Indonesia

Citation Format:
Abstract

Abstrak

Penelitian ini menganalisis dampak defect pada Kap Mesin Depan Kendaraan Taktis Maung 4x4 produksi PT Pindad terhadap Harga Pokok Produksi (HPP) dan Jadwal Induk Produksi (JIP). Dari 81 unit yang diproduksi, seluruhnya mengalami defect, seperti celah antara Kap Mesin dan Tubular serta permukaan bergelombang, yang berpotensi meningkatkan biaya produksi dan menyebabkan keterlambatan. Perbandingan antara estimasi dan realisasi produksi menunjukkan bahwa waktu fabrikasi aktual lebih cepat dibanding estimasi (1409 menit vs. 1516 menit). Hal ini menyebabkan HPP aktual lebih rendah dibandingkan estimasi (Rp2.517.642 vs. Rp2.656.811/unit). Namun, akibat perbaikan defect, HPP meningkat menjadi Rp3.747.029/unit, dengan tambahan biaya Rp1.229.386/unit. Analisis menggunakan fishbone diagram mengidentifikasi penyebab defect dalam lima aspek utama: machine, man, material, method, dan measurement. Untuk mengatasi permasalahan ini, diterapkan 5 lini produksi dengan dua shift kerja, yang memungkinkan penyelesaian dalam 17,5 hari sebelum 23 Februari 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini mempercepat proses perbaikan defect, mengurangi keterlambatan produksi, serta meningkatkan efisiensi biaya dan kualitas produk. Implementasi perbaikan ini diharapkan dapat mencegah defect pada produksi selanjutnya, sehingga memastikan proses produksi lebih optimal dan sesuai standar kualitas.

Kata kunci: harga pokok produksi; fishbone diagram; efisiensi produksi

Abstract

This study analyzes the impact of defects in the Front Engine Hood of the Maung 4x4 Tactical Vehicle, manufactured by PT Pindad, on the Cost of Goods Manufactured (COGM) and the Master Production Schedule (MPS). Out of 81 units produced, all were found defective, exhibiting gaps between the engine hood and the tubular frame, as well as wavy surface irregularities, potentially increasing production costs and causing delays. A comparison between estimated and actual production data shows that actual fabrication time was shorter than estimated (1409 minutes vs. 1516 minutes). As a result, the actual COGM was lower than the estimated cost (Rp2,517,642 vs. Rp2,656,811 per unit). However, due to defect repairs, the COGM increased to Rp3,747,029 per unit, with an additional cost of Rp1,229,386 per unit. A fishbone diagram analysis identified the root causes of defects across five key aspects: machine, man, material, method, and measurement. To address these issues, five production lines and a two-shift system were implemented, enabling repairs to be completed within 17.5 days before February 23, 2024. The findings indicate that this strategy accelerates defect repairs, reduces production delays, and enhances cost efficiency and product quality. Implementing these improvements is expected to prevent defects in future production, ensuring a more optimal and standardized manufacturing process.

Keywords: cost of goods manufactured; fishbone diagram; production efficiency

Fulltext View|Download
Keywords: cost of goods manufactured; fishbone diagram; production efficiency

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.