skip to main content

Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) di Kabupaten Sukoharjo: Kelahiran, Strategi Perluasan, dan Respons Masyarakat

Fatah Ali Mahmud  -  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
*Rabith Jihan Amaruli scopus  -  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Artikel ini berfokus pada kelahiran Majlis TafsirAl-Qur’an (MTA) di Sukoharjo sejak didirkan pada 1975. Dengan menerapkan metode sejarah, perkembangan MTA di Sukoharjo dapat direkonstruksi melalui tiga konsep, yaitu kelahiran, strategi perluasan, dan respons masyarakat. MTA merupakan organisasi pembaharuan Islam yang didirikan di Surakarta oleh Ustadz Abdullah Thufail Saputra pada 1972. MTA Sukoharjo berdiri pada 1975 yang ditandai dengan peresmian Cabang MTA pertama di Sukoharjo, yakni Cabang Makamhaji (Kartasura 1). Pendirian MTA Makamhaji dipelopori oleh Ketua Pusat MTA Ustadz Abdullah Thufail Saputra, dan Ustadz  Ahmad Sukina warga Desa Makamhaji. Perkembangan MTA di Sukoharjo tergolong cepat, yakni ditandai dengan peresmian cabang-cabang baru MTA di Sukoharjo. Puncaknya pada 2015, MTA Sukoharjo telah memiliki 46 cabang yang tersebar di semua kecamatan di Sukoharjo. MTA Sukoharjo menjadi basis massa MTA terbesar ketiga, setelah Kabupaten Karanganyar dan Sragen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan MTA yang cepat di Sukoharjo tidak terlepas dari strategi perluasan yang dilakukan oleh MTA.  Keberadaan MTA sebagai organisasi pembaharuan Islam memicu respons dari masyarakat dan juga ormas-ormas Islam di Sukoharjo. Respons tersebut berupa penerimaan dan penolakan di berbagai tempat di Sukoharjo karena banyak terdapat perbedaan pemahaman dan praktik-praktik keagamaan yang dilakukan oleh MTA dengan warga masyarakat di sekitar cabang MTA.

Kata kunci: MTA; Kelahiran; Respons; Strategi Perluasan. 

Fulltext View|Download
  1. Abdurrahman, D. (2011). Metodologi sejarah Islam. Yogyakarta: Penerbit Ombak
  2. Havermut. (2012). Kyai Marzuki Mustamar provokator dan penebar fitnah. Diakses pada 22 Maret 2017, melalui https://www.youtube.com/watch?v=nbaMBCSThng
  3. Hefner, W. R. Robert, W & P. Horvarch (2001). Islam di era negara bangsa: politik dan kebangkitan Muslim di Asia Tenggara. Yogyakarta: Tiara Wacana
  4. Khoiriyah (2008). Islam dan logika modern. Jakarta: Raja Grafindo Persada
  5. Majelis Tafsir Al-Qur’an. (2015). Peresmian MTA Cabang Sukoharjo. Diakses melalui https://mta.or.id/peresmian-cabang-di-perwakilan-mta-sukoharjo-kita-harus-memperbaiki-akhlak-dan-mensyukuri-nikmat-dengan-benar/
  6. MTA TV. (2012). Jawaban Ustadz Sukina atas fitnah Marzuki dan Habib Yahya. Diakses pada 22 Maret 2017, melalui https://www.youtube.com/watch?v=87dhDjGp7Fw
  7. Sekretariat MTA Cabang Baki III (2016). Profil MTA Cabang Baki III (2016). Baki: Sekretariat MTA Cabang Baki III
  8. Sekretariat MTA Cabang Kartasura 1 (2015). Profil MTA Cabang Makamhaji (Kartasura 1). (2015). Kartasura: Sekretariat MTA Cabang Kartasura 1
  9. Sekretariat MTA Cabang Polokarto (2015). Profil MTA Cabang Polokarto IV (2015). Polokarto: Sekretariat MTA Cabang Polokarto
  10. Sekretariat MTA Cabang Sukoharjo II (2012). Profil MTA Cabang Sukoharjo II (2012). Sukoharjo: Sekretariat MTA Cabang Sukoharjo II
  11. Sekretriat Pusat MTA (2015). Profil Majelis Tafsir Al-Qur’an. (2015). Surakarta: Sekretariat Pusat MTA
  12. Ufi. (2017). Puluhan ribu orang hadiri peresmian cabang MTA. Diunduh pada 19 Januari 2017, http://www.solopos.com/2010/05/09/puluhan-ribu-orang-hadiri-peresmian-cabang-mta-20984?
  13. Yatim, B. (2014). Sejarah peradaban Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada Indonesia, 2014
  14. Informan
  15. Bahrun
  16. Sarwiji
  17. Sugeng
  18. Sunarto
  19. Yoyok
  20. Zaenal Ahmad

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.