skip to main content

Perubahan Penggunaan Alat Tangkap Nelayan dan Pengaruhnya terhadap Aktivitas Kenelayanan di Kabupaten Cilacap, 1970-1985

*Ruslan Abdul Gani  -  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sutejo K. Widodo  -  Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

This article discusses two problems, namely changes in fishing technology and effects of these changes on fishing activities. The purpose of this study is to analyze the factors behind the changes in technology used by fishermen and the impact of  the changes in fishing technology used by fishermen in Cilacap Regency. Succeeding the modernization of fisheries in 1970-1971, the amount of production produced by fishermen in Cilacap Regency has increased significantly. Nevertheless, the increase in production was accompanied by conflicts between trawler and traditional fishermen. The main trigger of conflict between these two fishermen is the catch gap. In addition, conflicts that occur are also caused by indications of violations of the fishing area by trawler fishermen. In overcoming this problem, the government subsequently issued a regulation in prohibiting trawling fishing gear.

Keywords: Cilacap fishermen; Change; Catching tool; Trawl.

Fulltext View|Download
  1. Adrianti, I. (2004). Perahu Sunda: Kajian hiasan pada perahu nelayan di Pantai Utara dan Pantai Selatan Jawa Barat. Bandung: PT Kiblat Buku Utama
  2. Bailey, C. (1997). Lesson from Indonesia's 1980 trawler ban. Jurnal Marine Policy, 21(3), 225-235
  3. Bappeda Kabupaten Cilacap (1978/1979). Dokumen Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) Tahap Kedua Kabupaten Cilacap (1874/1875-1978/1979), Buku Ke 2 (Ekonomi)
  4. BPS Kabupaten Cilacap (1973). Buku statistik Kabupaten Daerah TK: II Cilacap tahun 1973. Badan Pusat Statistik Kabupaten Cilacap
  5. Dua Kapal Trawl diserbu nelayan. (11 Oktober 1977). Kompas
  6. Fauzi, S. (1981). Trawl, perkembangan dan permasalahannya di Indonesia (Skripsi). Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor, Bogor
  7. Gottschalk, L. (1983). Mengerti sejarah (Nugroho Notosusanto, Trans.). Jakarta: Universitas Indonesia Press
  8. Hadi, S. (2005). Strategi pembangunan Mahatir dan Soeharto: Politik industrialisasi dan modal Jepang di Malaysia dan Indonesia. Jakarta: Pelangi Cendikia
  9. Joenoes, G. R. S., et al. (1979). Pengaruh pengurangan jumlah Kapal Trawl (Pukat Harimau) terhadap kehidupan nelayan dan produksi ikan di Daerah Cilacap. Semarang: Pusat Riset dan Pengembangan Undip
  10. Kemarahan nelayan Cilacap dapat diredakan. (29 November 1978). Kompas
  11. Kuntowijoyo (1995). Pengantar ilmu sejarah. Yogyakarta: PT. Bentang Pustaka
  12. Kusnadi (2006). Konflik sosial nelayan: Kemiskinan dan perebutan sumber daya alam. Yogyakarta: LKiS Yogyakarta
  13. Lima Kapal Trawl ditenggelamkan nelayan Tradisional. (30 Agustus 1979). Kompas
  14. Maruli & Subangun (4 Januari 1980). Proses sosial dan ekonomi masyarakat nelayan (2): Pukat-Harimau meruntuhkan kelestarian lingkungan hidup. Kompas
  15. Pour, J. (4 Januari 1978). Apa yang sebenarnya terjadi di Cilacap. Kompas
  16. Pradjoko, D. & Utomo, Bambang Budi (2013). Atlas pelabuhan-pelabuhan bersejarah di Indonesia. Jakarta: Kemendikbud RI
  17. Satria, A. (2009). Ekologi politik nelayan. Yogyakarta: LKiS
  18. Tamba, H. (1981) Studi pendahuluan pendapatan nelayan non-trawl dan mobilisasi tenaga kerja setelah penghapusan Trawl (Studi kasus di Cilacap Jawa-Tengah). Bogor: IPB Fakultas Perikanan
  19. Tobing, M. U. (7 Januari 1980). Proses sosial dan ekonomi masyarakat nelayan (4): Nasib para Tai Kong. Kompas
  20. Wahyono S. K. (2009). Indonesia Negara Maritim. Jakarta: Teraju
  21. Widodo, S. K. (2007). Dinamika kebijakan terhadap nelayan: Tinjauan historis pada nelayan pantai utara Jawa, 1900-2000. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.