skip to main content

IDENTIFIKASI MANIFESTASI PANAS BUMI DENGAN MEMANFAATKAN KANAL THERMAL PADA CITRA LANDSAT (Studi Kasus : Kawasan Dieng)

Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Indonesia merupakan salah satu negara yang masih menggunakan sumber energi fosil sebagai sumber energi utama. Namun ketersediaan sumber energi fosil tersebut pastinya akan habis bila digunakan terus menerus. Selain sumber energi fosil yang melimpah, Indonesia juga dianugrahi sumber energi baru dan terbarukan. Sumber energi tersebut seperti air, panas bumi, biomassa, surya, angin, hingga uranium. Panas bumi yang ada di Indonesia diperkirakan menjadi yang terbesar ketiga di dunia. Hal tersebut erat kaitannya dengan posisi Indonesia dalam kerangka tektonik dunia. Dataran tinggi Dieng merupakan sebuah komplek gunung berapi, berbentuk dataran luas dengan panjang kurang lebih 14 km, lebar 6 km dan memanjang dari arah Barat Daya – Tenggara. Ketersediaan energi panas bumi tidak lepas dengan penampakan manifestasi yang ada dipermukaan. Manifestasi panas bumi dipermukaan berupa solfatar, fumarol, tanah beruap panas, sinter silika dan alterasi hidrotermal. Semua manifestasi permukaan tersebut memiliki suhu yang relatif lebih tinggi dari lingkungan sekitarnya.

 Metode penginderaan jauh sangat efektif dalam menemukan manifestasi panas bumi mengingat daerah penelitian mencakup wilayah yang cukup luas. Hasil pengolahan citra landsat kanal termal akan menghasilkan titik – titik panas yang menunjukkan keberadaan manifestasi panas. Namun titik – titik panas yang didapat tidak semua merupakan manifestasi panas bumi. Oleh karena itu perlu dilakukan pemisahan titik panas yang berupa manifestasi panas bumi dan yang bukan merupakan manifestasi panas bumi.

Hasil pengolahan citra landsat pada penelitian ini menunjukkan suhu terendah 11,180 0C pada citra landsat tahun 2006 dan suhu tertinggi 39,671 0C pada citra landsat tahun 2014. Rentang suhu manifestasi panas bumi yang terekam pada penelitian ini berada pada suhu 25,271 0C sampai dengan 39,671 0C. Ditinjau dari tingkat konsistensi penampakan panas manifestasi panas bumi pada penelitian ini maka manifestasi yang secara konstan menunjukkan produksi panas adalah Kawah Sileri dan Kawah Condrodimuko. Luas manifestasi yang terdeteksi oleh citra landsat lebih luas dari 30 m x 30 m sesuai dengan resolusi spasial kanal termal citra landsat. 

Kata Kunci : Manifestasi, Landsat, Penginderaan Jauh, Panas Bumi, Titik Panas.

ABSTRACT

          Indonesia is one country that still uses fossil energy sources as a primary energy source. However, the availability of fossil energy sources is surely will be depleted when used continuously.In addition to the abundant fossil energy sources, Indonesia is also gifted new and renewable energy sources. The energy sources such as water, geothermal, biomass, solar, wind, up to uranium. Geothermal energy in Indonesia is estimated to be the third largest in the world. It is closely related to the position of Indonesia in the tectonic framework of the world. Dieng Plateau is a complex of volcanoes, vast plains shaped with a length of approximately 14 km, 6 km wide and extends from the Southwestern - Southeast. The availability of geothermal energy is not separated by a manifestations exist on the surface. Surface geothermal manifestations such as solfatar, fumaroles, hot steamy soil, silica sinter and hydrothermal alteration. All the manifestations of the surface has a relatively higher temperature then the surrounding environment.

             Remote sensing method is very effective in finding geothermal manifestations considering the research area covering a large area. Landsat image processing result of thermal band will generate hot spots that indicates the exist of geothermal manifestations. But the hot spots that gained are not all as  geothermal manifestations. Therefore it needs separation of the hot spots in the form of geothermal manifestations and not a manifestation of geothermal.

             Landsat image processing results in this research showed the lowest temperature is 11,180 0C on Landsat imagery in 2006 and the highest temperature is 39,671 0C on Landsat imagery in 2014. The  temperature range of geothermal manifestation which is recorded in this research is at 25,271 0C up to 39,671 0C. According to the level of consistency hot sightings from  geothermal manifestations in this research, the manifestations of which are constantly showing the heat production is Sileri Crater and Condrodimuko Crater. Size manifestation that was detected by Landsat imagery wider than 30 m x 30 m in accordance with a spatial resolution of thermal band Landsat image.

Keywords : Geothermal, Hot Spot, Manifestation, Landsat, Remote Sensing.

*)Penulis, Penanggung Jawab

Fulltext View|Download
Funding: Geodesy Engineering

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.