skip to main content

Analisis Penerapan Indikator Smart City Terhadap Sistem Penanggulangan Banjir Di Kota Semarang

Department of Geodetic Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Received: 20 Sep 2022; Accepted: 24 Oct 2022; Available online: 31 Oct 2022; Published: 11 Jul 2023.

Citation Format:
Abstract
Sistem Smart City memanfaatkan perkembangan informasi teknologi dalam meningkatkan layanan perkotaan guna mencapai tujuan secara keberlanjutan dalam masalah sosial, ekonomi,dan lingkungan. Di Indonesia, indikator penerapan sistem Smart City mengacu pada Garuda Smart City Framework (GSCF) dengan meluncurkan inisiatif 100 Smart Cities pada kota-kota yang dianggap layak dan mampu, salah satunya di Kota Semarang. Sistem Smart City di Kota Semarang dimanfaatkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang dalam menginisiasi sistem penanggulangan bencana, yaitu dengan mengembangkan Sistem Peringatan Dini Bencana atau Early Warning System (EWS). Penerapan indikator Smart City di Kota Semarang telah berjalan cukup baik terutama dalam aspek Smart Infrastructure, Technology, dan Environtment yang ditandai dengan cakupan 12 stasiun EWS sebesar 86,74 %, terhadap sub sistem DAS yang ada. Penerapan indikator Smart City dalam aspek penanggulangan banjir di kawasan hilir juga telah berjalan cukup baik. Hal tersebut ditandai dengan cakupan komponen alarm peringatan dari stasiun EWS sebesar 42,93% di kawasan rawan banjir sepanjang aliran sungai primer.
Fulltext View|Download
Keywords: Smart City, Rawan Banjir, Early Warning System

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.