skip to main content

ANALISIS SPASIAL PERUBAHAN BANGUNAN TERHADAP NILAI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) (STUDI KASUS : KELURAHAN TEMBALANG)

*Muhammad Sandhi Lazuardi  -  Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Arief Laila Nugraha  -  Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Fauzi Janu Amarrohman  -  Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Perubahan bangunan merupakan suatu hal yang terjadi seiring berjalannya waktu pada suatu wilayah guna meningkatkan kesejahteraan hidup penduduk yang mendiami wilayah tersebut. Perubahan bangunan dipengaruhi oleh banyak faktor khususnya pembangunan dan pengembangan infrastruktur suatu wilayah. Kelurahan Tembalang salah satu wilayah administrasi di Kota Semarang, merupakan salah satu daerah yang mengalami perubahan sebagai pengaruh terdapatnya beberapa institusi Pendidikan Tinggi di daerah tersebut. Pembangunan dan pengembangan yang terjadi tentunya memerlukan biaya sehingga berdampak pada meningkatnya harga PBB seiring bertambahnya perubahan bangunan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan teknologi pengindraan jauh dan sistem informasi geografis dengan Citra WorldView-2 tahun 2016 dan Foto Udara tahun 2019. Metode ini menggunakan Koreksi Geometrik dan Digitasi on Screen guna pemetaan lahan bangunan yang ada di Kelurahan Tembalang. Hasil pemetaan digunakan untuk menganalisis perubahan bangunan di Kelurahan Tembalang. Perubahan yang terlihat kemudian dikaji dengan membandingkan NJOP dan PBB pada tahun 2016 dan tahun 2019 untuk mengetahui dampak perubahan bangunan terhadap nilai Pajak Bumi Bangunan di Kelurahan Tembalang. Hasil digitasi bangunan di Kelurahan Tembalang pada tahun 2016 sampai tahun 2019, terjadi peningkatan jumlah bangunan obyek PBB sebesar 126 unit bangunan  dari serta  mengalami perubahan luas sebesar 18303,55 dikarenakan adanya riwayat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan pendatang yang ada di Kelurahan Tembalang. Dampak yang ditimbulkan dari perubahan bangunan yang terjadi pada Kelurahan Tembalang dari tahun 2016 sampai 2019, terjadi perubahan harga PBB max di RW IV sebesar 4 kali lipat dan perubahan harga PBB min di RW I sebesar 15 kali lipat. Hal ini dikarenakan pembangunan beberapa jenis infrastruktur yang ada (grosir, pelayanan jasa, pendidikan seperti sekolah dan sebagainya) dan adanya perubahan penggunaan lahan seperti perubahan penggunaan lahan rumah menjadi kos – kosan maupun toko.

Kata kunci: Perubahan Bangunan, PBB, GIS

 

ABSTRACT

Building changing is something that happens over time in an area to improve the prosperity of the inhabitants living in the area. The changing is influenced by many factors, especially the construction and infrastructure development of a region. Tembalang Village, one of the administrative areas in the city of Semarang, is one of the areas that has changed as a result of the presence of several Higher Education institutions in the area. The building development that occurs certainly require many costs so that the impact on rising Property Tax along with the increase in building changing. This research uses remote sensing technology and Geographic Information Systems with 2016 WorldView-2 Imagery and Aerial Photography in 2019. The method used is Geometric Correction and Digitization on Screen to map building area in the Tembalang Village. The mapping results are used to analyze the changing of buildings in the Tembalang Village. The changes seen were then examined by comparing the Taxable Value and the Property Tax in 2016 and 2019 to find out the impact of building changing on the value of Property Tax in Tembalang Village. The results of building digitization in the Tembalang Village in 2016 to 2019 is an increase in the number of Property Tax Object Buildings amounted to 126 building units from and area changing to 18303.55 due to infrastructure development and increasing of the Arrivals in the Tembalang Village. The impact made by the changes in buildings that occurred in Tembalang Village from 2016 to 2019, there was 4 times change in the price of Maximum Property Tax in RW IV and 15 times change in the price of Minimum Property Tax in RW I. The changing happened due to the development of several types of existing infrastructure such as wholesalers, services, education institution. Then, there are changing in land use such as the land use of houses change into boarding houses and shops.

Fulltext View|Download
Keywords: Building Changing, Property Tax, GIS
Article Info
Section: Articles
Language : ID-ID
Statistics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.