skip to main content

PEMETAAN SPASIAL TINGKAT RISIKO BENCANA TSUNAMI DI WILAYAH KABUPATEN SERANG MENGGUNAKAN CITRA SPOT-6

Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 30 Mar 2020; Published: 2 Apr 2020.

Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Upaya untuk mengurangi kerugian akibat bencana tsunami salah satunya yaitu dengan memetakan tingkat risiko bencana tsunami. Risiko bencana berguna untuk melihat potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu wilayah, pada kasus ini dikhususkan untuk bencana tsunami. Peta risiko bencana tsunami dapat dibuat dengan Metode Crunch, yaitu dengan mengalikan tingkat  kerentanan dan tingkat ancaman suatu wilayah. Pemetaan daerah kerentanan pada penelitian ini dilakukan dengan metode pembobotan dan tumpang susun (overlay) dengan menggunakan lima parameter, yaitu jarak dari pantai, jarak dari sungai, ketinggian permukaan, kelerengan dan tutupan lahan. Peta ancaman dibuat menggunakan metode Hloss dengan ketinggian tsunami setinggi 10 meter. Hasil dari penelitian risiko bencana tsunami ini bahwa terdapat 11 Desa yang terkena risiko bencana tsunami pada wilayah pesisir Kabupaten Serang di antaranya yaitu Desa Anyar (35,3%), Desa Bandulu (6,4%), Desa Bulakan (6,7%), Desa Cikoneng (3,6%), Desa Cinangka (2,4%), Desa Kemasan (0,8%), Desa Karangsuraga (7,8%), Desa Pasauran (5,5%), Desa Sindanglaya (5,7%), Desa Tambangayam (2,6%), dan Desa Umbul Tanjung (2,7%). Persentase wilayah terdampak dengan wilayah total desa sebesar 4,74% dengan total luas wilayah terdampak sebesar 385,217 Ha. Adapun desa yang sangat tinggi tingkat risiko terhadap bencana tsunami yaitu Desa Anyar dengan luas tingkat risiko sangat tinggi sebesar 41,026 Ha. Total penduduk yang terancam pada risiko bencana tsunami sebanyak 7.836 jiwa dengan luas total pemukiman pada tingkat risiko sangat tinggi sebesar  36,938 Ha. Adapun desa yang memiliki tingkat penduduk terbanyak akibat risiko bencana tsunami adalah Desa Anyar sebanyak 2.590 jiwa.

 

Kata Kunci: Bencana Tsunami, Metode Hloss, Kab. Serang, Model Crunch, Peta Risiko

 

ABSTRACT

 

One of the efforts to reduce losses due to the tsunami disaster is to map the level of tsunami risk. Disaster risk is useful to see the potential losses incurred due to disasters in an area, in this case specifically for the tsunami disaster. Tsunami disaster risk maps can be made using the Crunch Method, namely by multiplying the level of vulnerability and the level of threat of an area. Mapping the area of vulnerability in this study was carried out by the method of weighting and overlapping (overlay) with five parameters, namely distance from the coast, distance from the river, surface height, slope and land cover. While making a threat map using the Hloss method with a tsunami height as high as 10 meters. The results of this tsunami disaster risk study show that there are 11 villages affected by the tsunami disaster in the Serang Regency, including Anyar Village (35.3%), Bandulu Village (6.4%), Bulakan Village (6.7%) , Cikoneng Village (3.6%), Cinangka Village (2.4%), Packaging Village (0.8%), Karangsuraga Village (7.8%), Pasauran Village (5.5%), Sindanglaya Village (5 , 7%), Tambangayam Village (2.6%), and Umbul Tanjung Village (2.7%). Percentage of area affected by the total area of villages is 4.74% with a total area of affected area of 385,217 Ha. The village with a very high level of risk from the tsunami disaster is Anyar Village with a very high level of risk of 41,026 Ha. The total population threatened by the tsunami disaster is 7,836 people with a total area of settlements at a very high risk level of 36,938 Ha. The village that has the highest population level due to the risk of tsunami disaster is Anyar Village with 2,590 people.

 

Key Words: Crunch Model, Hloss Method, Risk Map, Serang District, Tsunami Disaster

Fulltext View|Download
Keywords: Crunch Model, Hloss Method, Risk Map, Serang District, Tsunami Disaster

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.