ANALISIS HUBUNGAN PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP SUHU PERMUKAAN TERKAIT FENOMENA URBAN HEAT ISLAND MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT (STUDI KASUS: KOTA SURAKARTA)

Arfina Kusuma Putra, Abdi Sukmono, Bandi Sasmito

Abstract


Kota Surakarta merupakan salah satu kota besar di Jawa Tengah yang saat ini tengah mengalami perkembangan yang pesat. Berkat perkembangannya yang pesat, Kota Surakarta menjadi tujuan urbanisasi. Seiring dengan peningkatan urbanisasi terjadi perubahan tutupan lahan, dari area bervegetasi menjadi daerah terbangun. Proses pembangunan yang diiringi dengan pertambahan jumlah penduduk akan mempengaruhi luasan lahan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan sehari-hari serta mempengaruhi kenaikan suhu yang memicu adanya fenomena pulau bahang (Urban Heat Island).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perubahan tutupan lahan terhadap suhu permukaan terkait fenomena Urban Heat Island Kota Surakarta. Fenomena pulau bahang (Urban Heat Island) dianalisis dengan menggunakan pendekatan data penginderaan jauh melalui beberapa ekstraksi yaitu pemanfaatan klasifikasi terbimbing (Supervised), NDVI (NormalizedDifferenceVegetationIndex) dan LST (Land Surface Temperature). Pengolahan data dilakukan menggunakan citra satelit Landsat Tahun 1997, 2007, dan tahun 2016. Hasil pengolahan berupa distribusi suhu permukaan kemudian dikorelasikan dengan nilai indeks vegetasi dan perubahan tutupan lahan menggunakan analisis korelasi spasial dan uji regresi linear sederhana.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan dan indeks vegetasi memiliki korelasi dengan suhu  permukaan. Hasil uji regresi sederhana antara perubahan luas lahan terbangunterhadap suhu permukaan menghasilkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 99,8%.Hasil analisi korelasi spasial antara nilai indeks vegetasi dengan suhu permukaan menghasilkan nilai korelasi sebesar 66,63% untuk tahun 1997 dengan tahun 2007, dan 17,53% untuk tahun 2007 dengan tahun 2017.Perbedaan suhu permukaan antara pusat Kota Surakarta dengan daerah sub urban adalah sebesar ± 1-2,5°C. Perbedaan suhu antara pusat Kota Surakarta dengan daerah sub urban tersebut menjadi indikator kuat terjadinya urban heat island di Kota Surakarta.

Keywords


Tutupan Lahan, NDVI, LST, UHI

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats