skip to main content

HUBUNGAN ANTARA METAKOGNISI DENGAN KREATIVITAS PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN TUGAS AKHIR DI JURUSAN ARSITEKTUR UNIVERSITAS DIPONEGORO

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published: 22 Oct 2014.

Citation Format:
Abstract
Mahasiswa jurusan arsitektur merupakan cikal bakal pendorong perkembangan industri kreatif pada bidang arsitektur. Dalam pengerjaan tugas akhir, mahasiswa arsitektur dituntut untuk memiliki kreativitas yang tinggi agar dapat menghasilkan rancangan dan desain yang inovatif. Untuk meningkatkan kreativitas seseorang, dibutuhkan metakognisi yang tinggi agar dapat mengatur dan merencanakan strategi yang akan digunakan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara metakognisi dengan kreativitas pada mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Jurusan Arsitektur Universitas Diponegoro. Populasi penelitian adalah 69 mahasiswa Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Uniersitas Diponegoro yang sedang mengerjakan tugas akhir. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan simple random sampling. Subjek uji coba berjumlah 32 orang dengan jumlah aitem skala metakognisi sebanyak 48 aitem. Subjek penelitian berjumlah 37 orang yang dipilih secara acak. Alat pengumpul data dalam penelitian adalah skala metakognisi (33 aitem valid, α = 0,911) dan Tes Kreativitas Figural (α = 0,989). Data yang diperoleh berdasarkan perhitungan statistik non-parametrik dengan menggunakan analisis korelasi Kendall menunjukkan besarnya hubungan antara metakognisi dengan kreativitas melalui τ = -0,112 dengan p = 0,338 (p > 0,05). Artinya, terdapat hubungan negatif yang tidak signifikan pada mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Jurusan Arsitektur Universitas Diponegoro.
Fulltext View|Download
Keywords: kreativitas, metakognisi, mahasiswa arsitektur

Article Metrics:

  1. Akbar, R, Hawadi, R.S.D.W & Mardi W. 2001. Kreativitas. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia
  2. Munandar, S.C.U. 1999. Kreativitas dan Keberbakatan: Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
  3. Coutinho, S. A. (2006). The Relationship between the Need for Cognition, Metacognition, and Intellectual Task Perfomance. Educational Research and Review Vol. 1 (5), 162- 164
  4. Ghufron, M. N. & Risnawita, Rini. 2010. Teori-teori Psikologi. Yogjakarta: ArRuzz Media
  5. Hurlock, E. B. 2005. Perkembangan Anak Jilid II. Jakarta: Penerbit Erlangga
  6. Kauffman, J. C. (2009). Creativity 101. New York: Springer Publishing Company
  7. Lee, C. B., Teo, T. & Bergin, D. (2009). Children’s Use of Metacognition in Solving Everyday Problems: An Initial Study from an Asian Context. The Australian Educational Researcher Vol. 36, No. 3, 89-104
  8. Runco, M. A. 2007. Creativity. San Diego: Elsevier Academic Press
  9. Suharman. (2000). Teori Psiko-Komponensial Tentang Kreativitas. Anima. Vol 15, 166-179
  10. Winarsunu, T. 2007. Statistik dalam Penelitian Psikologi dan Pendidikan. Malang: UMM Press
  11. Wiyatmo, Y. (2010). Efektivitas Bimbingan Tugas Akhir Skripsi (TAS) Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA UNY. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.