skip to main content

PENGALAMAN SUBJEKTIF ISTRI YANG MENIKAH DENGAN PROSES TAARUF

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published: 22 Oct 2014.

Citation Format:
Abstract
Menikah adalah salah satu tugas perkembangan pada masa dewasa awal. Menikah dengan proses taaruf merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menuju proses pernikahan. Taaruf adalah proses perkenalan untuk mengetahui calon suami atau istri dalam rangka menuju pernikahan yang dilakukan tanpa pacaran dan melalui perantara. Pengalaman subjektif dalam pernikahan adalah peristiwa-peristiwa yang dialami oleh istri ketika menjalani kehidupan pernikahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam mengenai pengalaman subjektif istri yang menikah dengan proses taaruf. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian ini adalah tiga orang istri yang menikah dengan proses taaruf yang memiliki usia pernikahan yang berbeda-beda.Teknik pengambilan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling serta pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing subjek memiliki pengalaman pernikahan yang berbeda. Religiusitas merupakan faktor utama yang memengaruhi kehidupan rumah tangga ketiga subjek. Adapun motivasi yang memengaruhi ketiga subjek menikah dengan taaruf adalah pemahaman tentang prinsip taaruf sebagai pernikahan Islami dengan menerapkan syariat Islam. Selain itu, keinginan membentuk keluarga dakwah dan melestarikan komunitas menjadi pertimbangan ketiga subjek dalam menikah dengan proses taaruf.
Fulltext View|Download
Keywords: pengalaman pernikahan, proses taaruf, religiusitas

Article Metrics:

  1. Bastaman, H.J. (2011). Integrasi psikologi dengan islam, menuju psikologi islami. Jakarta : Pustaka Pelajar
  2. Duffy, K.G. & Atwater, E. (2009). Psychology for living : Adjustmen, growth, and behavior today. Ninth edition. Princeton, New Jersey: Pearson Printice Hal
  3. Fadlillah. (2012). Menikah itu indah. Yogyakarta : Elangit7 Publishing
  4. Hadinoto, S. (2012, April 18). Kajian pernikahan dini pada beberapa provinsi di indonesia : dampak overpopulation, akar masalah dan peran kelembagaan di daerah. Ditdamduk, BKKBN 2012. Diunduh dari www.bkkbn.go.id/.../hasil%20pernikahan%20usia%20dini%20BKKBN %.
  5. Hana, L. (2012). Taaruf, proses perjodohan sesuai syari islam. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo
  6. Hurlock, E.B. (2006). Psikologi perkembangan : Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Istiwidayanti (editor). Jakarta : Erlangga
  7. Moleong, L.J. (2013). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya
  8. Narwoko, D. & Suyanto, B. (2006). Sosiologi : Teks pengantar dan terapan edisi keempat. Jakarta : Kencana Prenada Media Group
  9. Rakhmawati, F.Y. (2013). Self disclosure dalam ta’aruf pranikah kader partai keadilan sejahtera (PKS). Jurnal Interaksi, Vol. II No. 1, Hal. 11-21
  10. Savitri, S.I. & Faturochman. (2011). Politics and marriage among islamic activists in indonesia. Jurnal Psikologi UGM. hal.72. Diunduh dari email kusnuliarosita@gmail.com
  11. Sobur, A. (2011). Psikologi umum. Bandung : Pustaka Setia
  12. Sugiyono. (2009). Metode penelitian bisnis (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan r&d). Bandung : CV Alfabeta
  13. Susanto, H. (2007). Nikah siri apa untungnya? Jakarta : Visimedia
  14. Takariawan, C. (2006). Di jalan dakwah aku menikah. Solo : Era Intermedia
  15. Takariawan, C. (2010). Keakhwatan. Solo : Era Intermedia
  16. Wardhani, N.A.K. (2012). Self disclosure dan kepuasan perkawinan pada istri di usia awal perkawinan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, Vol.1, No. 1. Hal 3-9
  17. West, R. & Turner, L.H. (2009). Pengantar teori komunikasi analisis dan aplikasi, introducing communication theory : Analysis and application, edisi tiga. Jakarta : Salemba Humanika

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.