skip to main content

MAKNA INTERNET BAGI INDIVIDU DENGAN PROBLEMATIC INTERNET USE

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published: 16 Oct 2013.

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan makna internet dari individu dengan Problematic Internet Use (PIU), melalui pemahaman atas latar belakang, proses, serta dampak psikologis yang dialami.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologis, dengan wawancara mendalam bersama dua orang mahasiswa yang mengalami PIU. Adapun data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode Analisis Fenomenologis Interpretatif (Smith, dkk, 2010).

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kedua subjek menunjukkan beberapa tendensi impulsivitas semenjak belum mengalami PIU, seperti adanya upaya berlebih untuk memenuhi keinginan, kurang mampu menstabilkan emosi, dan tidak akan berhenti melakukan sesuatu sebelum mencapai kepuasan yang tertentu diinginkan. Ketika para subjek menemui situasi pemicu PIU, timbul tendensi impulsivitas terkait penggunaan internet. Tendensi impulsivitas terkait internet tersebut antara lain adalah adanya penundaan kegiatan lain ketika menggunakan internet, kegagalan upaya mengurangi penggunaan internet, kemunculan disforia mood ketika kehilangan akses internet, penarikan diri dari dunia nyata, serta dorongan untuk terus menggunakan internet secara intens. Adapun makna internet bagi kedua subjek adalah internet sebagai bagian terpenting dari kehidupan individu dengan PIU. Salah seorang subjek menganggap internet sebagai penolong kehidupan sosial yang dimiliki, sementara subjek lain menganggap internet sebagi media utama penghilang stress atas permasalahan hidup sehari-hari.

Fulltext View|Download
Keywords: Internet, Problematic Internet Use, Impulse Control Disorders

Article Metrics:

  1. Byun, S., Ruffini, C., Mills, J.E., Douglas, A.C., Niang, M., Stepchenkova, S., ..., Blanton, M. (2009). Rapid communication internet addiction: Metasynthesis of 1996-2006 quantitative research. Cyber psychology & behavior, 12(2), 203-207. doi: 10.1089/cpb.2008.0102
  2. Christakis, D.A., Moreno, M.M., Jelenchick, L., Myaing, M.T., & Zhou, C. (2011). Problematic internet usage in US college students: A pilot study. Bio medical central medicine, 9, 77-82. Didapat dari http://www.biomedcentral.com/1741-7015/9/77
  3. Gresle, C. & Lejoyeux, M. (2011). Phenomenology of internet addiction. Dalam H.O. Price (Ed.), Internet addiction: Psychology of emotions, motivations, and actions (h. 85-94). New York: Nova Science Publishers, Inc
  4. Herdiansyah, H. (2010). Metodologi penelitian kualitatif: Untuk ilmu-ilmu sosial. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika
  5. Hollander, E., Baker, B.R., Kahn, J., & Stein, D.J. (2006). Conceptualizing and assessing impulse-control disorders. Dalam E. Hollander & D.J. Stein (Eds.), Clinical manual of impulse-control disorders (h. 1-18). Virginia: American Psychiatric Publishing Inc
  6. LaRose, R. (2011). Uses and gratifications of internet addiction. Dalam K.S. Young & C.N. de Abreu (Eds.), Internet addiction: A handbook and guide to evaluation and treatment (h. 55-72). New Jersey: John Wiley & Sons, Inc
  7. Shapira, N.A, Lessig, M.C., Goldsmith, T.D., Szabo, S.T., Lazoritz, M., Gold, M.S., Stein, D.J. (2003). Problematic internet use: Proposed classification and diagnostic criteria. Depression and anxiety, 17, 207-216. doi: 10.1002/da.10094
  8. Smith, J.A., Flowers P., & Larkin, M. (2010). Interpretative phenomenological analysis: Theory, method, and research, reprinted edition. London: Sage Publication
  9. Smith, J.A. & Osborn, M. (2009). Analisis fenomenologis interpretatif. Dalam J.A. Smith (Ed.), Psikologi kualitatif: Panduan praktis metode riset (h. 97- 151).Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar
  10. Widyanto, L. & Griffiths, M.D. (2007). Internet addiction: Does it really exist? (Revisied). Dalam J. Gackenbach (Ed.), Psychology and the internet: Intrapersonal, interpersonal, and transpersonal implications, second edition (h. 141-163). Utah: Academic Press
  11. Yates, T.M., Gregor, M.A., & Haviland, M.G. (2010, Agustus). Child maltreatment, alexithymia, and problematic internet use in Young Adulthood. Paper dipresentasikan pada pertemuan 118th Annual Convention of the American Psychological Association
  12. Young, K.S. (2011). Clinical assessment of internet-addicted clients. Dalam K.S. Young & C.N. de Abreu (Eds.), Internet addiction: A handbook and guide to evaluation and treatment (h. 19-34). New Jersey: John Wiley & Sons, Inc
  13. Young, K.S., Xiao, D.Y., & Li, Y. (2011). Prevalence estimates and etiologic models of internet addiction. Dalam K.S. Young & C.N. de Abreu (Eds.), Internet addiction: A handbook and guide to evaluation and treatment (h. 3-17). New Jersey: John Wiley & Sons, Inc

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.