Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI5379, author = {Ika Prishandana and Achmad Masykur}, title = {MEMAHAMI SUBJECTIVE WELL-BEING PESAPON KOTA SEMARANG}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {2}, number = {3}, year = {2013}, keywords = {Pesapon, subjective well-being (SWB), faktor-faktor pembentuk subjective well-being (SWB).}, abstract = { Pertumbuhan penduduk yang pesat menimbulkan peningkatan jumlah berbagai jenis sampah. Kehadiran para penyapu jalanan yang kemudian disebut Pesapon sangat dibutuhkan, mereka sebagai salah satu elemen penting dalam usaha menjaga kebersihan dan estetika keindahan sebuah kota atau kabupaten. Walaupun demikian nasib para Pesapon kurang diperhatikan bahkan sering kali dilupakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami subjective well-being pada Pesapon Kota Semarang. Subjective well-being adalah evaluasi kognitif dan perasaan positif serta negatif, terhadap berbagai peristiwa di kehidupan subjek. Penelitian ini dilakukan karena pekerjaan sebagai Pesapon dianggap sebagai pekerjaan yang dipandang rendah oleh masyarakat dan merupakan pekerjaan tenaga kerja kasar serta memiliki sistem kerja lepas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis. Subjek penelitian yang digunakan sebanyak tiga orang yang berkerja sebagai Pesapon . Metode utama dalam pengumpulan data adalah in-depth interview , sedangkan metode pendukung yang digunakan adalah observasi, perekaman interview , dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan subjective well-being dipengaruhi oleh self esteem , usia dan jenis kelamin, kepribadian, pekerjaan, penghasilan, kepercayaan, keluarga, kontak sosial, peristiwa kehidupan. Keluarga dinilai berperan cukup kuat dalam pembentuk subjective well-being subjek karena di dalam keluarga ada ikatan pernikahan yang berpengaruh untuk memperkuat bentuk subjective well-being. Dukungan sosial dari kelompok, penggunaan emotion focused coping dan problem focused coping turut mengurangi afek negatif yang berpengaruh pada pembentukan subjective well-being. }, issn = {2829-1859}, pages = {196--204} doi = {10.14710/empati.2013.5379}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/5379} }
Refworks Citation Data :
Pertumbuhan penduduk yang pesat menimbulkan peningkatan jumlah berbagai jenis sampah. Kehadiran para penyapu jalanan yang kemudian disebut Pesapon sangat dibutuhkan, mereka sebagai salah satu elemen penting dalam usaha menjaga kebersihan dan estetika keindahan sebuah kota atau kabupaten. Walaupun demikian nasib para Pesapon kurang diperhatikan bahkan sering kali dilupakan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami subjective well-being pada Pesapon Kota Semarang. Subjective well-being adalah evaluasi kognitif dan perasaan positif serta negatif, terhadap berbagai peristiwa di kehidupan subjek. Penelitian ini dilakukan karena pekerjaan sebagai Pesapon dianggap sebagai pekerjaan yang dipandang rendah oleh masyarakat dan merupakan pekerjaan tenaga kerja kasar serta memiliki sistem kerja lepas.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologis. Subjek penelitian yang digunakan sebanyak tiga orang yang berkerja sebagai Pesapon. Metode utama dalam pengumpulan data adalah in-depth interview, sedangkan metode pendukung yang digunakan adalah observasi, perekaman interview, dan catatan lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan subjective well-being dipengaruhi oleh self esteem, usia dan jenis kelamin, kepribadian, pekerjaan, penghasilan, kepercayaan, keluarga, kontak sosial, peristiwa kehidupan. Keluarga dinilai berperan cukup kuat dalam pembentuk subjective well-being subjek karena di dalam keluarga ada ikatan pernikahan yang berpengaruh untuk memperkuat bentuk subjective well-being. Dukungan sosial dari kelompok, penggunaan emotion focused coping dan problem focused coping turut mengurangi afek negatif yang berpengaruh pada pembentukan subjective well-being.
Article Metrics:
Last update:
The authors who publish in the Jurnal Empati retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University