HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN KERJA PSIKOLOGIS DENGAN INTENSI MENJADI WORKAHOLIC PADA KARYAWAN BANK X SEMARANG

Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Lingkungan kerja psikologis yang ada dalam organisasi menjadi faktor yang mendorong terbentuknya kecenderungan sumber daya manusia yang ada dalam bertindak. Proses ini membuat adanya intensi karyawan menjadi workaholic. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dan seberapa besar sumbangan efektif persepsi terhadap lingkungan kerja psikologis terhadap terbentuknya intensi menjadi workaholic pada karyawan Bank X Semarang.

Subjek penelitian ini adalah karyawan tetap Bank X Semarang yang berjumlah 149 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Pengambilan data menggunakan skala intensi menjadi workaholic (41 aitem valid, α = 0,910) dan skala persepsi terhadap lingkungan kerja psikologis (34 aitem valid, α = 0,908) yang telah diuji coba pada 31 karyawan Bank X Semarang.

Data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis analisis regresi sederhana menunjukkan hasil koefisien korelasi sebesar 0,462 dengan p = 0,000 (p,0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif antara persepsi terhadap lingkungan kerja psikologis dengan intensi menjadi workaholic pada karyawan Bank X Semarang dapat diterima.

Nilai koefisien korelasi positif menunjukkan bahwa arah hubungan kedua variabel adalah positif, artinya semakin positif persepsi terhadap lingkungan kerja psikologis maka semakin tinggi intensi menjadi workaholic, begitu pula sebaliknya. Persepsi terhadap lingkungan kerja psikologis memberikan sumbangan efektif sebesar 21,3% terhadap terbentuknya intensi menjadi workaholic.

 


Keywords: Intensi Menjadi Workaholic, Persepsi Terhadap Lingkungan Kerja Psikologis, Karyawan Bank X Semarang

Article Metrics: