skip to main content

KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DITINJAU DARI PROBLEMFOCUSED COPING PADA KARYAWAN PT. PANTJATUNGGAL KNITTING MILL SEMARANG

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 7 Nov 2022; Published: 7 Nov 2022.
Open Access Copyright 2022 Jurnal EMPATI
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract
Terpenuhinya kesejahteraan psikologis membuat karyawan dapat terbebas dari perasaan tertekan karena pekerjaan dan menerima setiap bentuk kebijakan yang berlaku dalam perusahaan tempatnya bekerja. Karyawan akan merasa nyaman dalam menyelesaikan setiap tugas yang menjadi tanggung jawabnya di dalam pekerjaan, sehingga pencapaian target yang diinginkan oleh perusahaan dapat tercapai.Semakin terpenuhinya problem-focused coping akan semakin meningkatkan kesejahteraan psikologis karyawan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara problem-focused coping dengan kesejahteraan psikologis pada karyawan PT. Pantja Tunggal Knitting Mill Semarang.Hipotesis dalam penelitian ini yaitu ada hubungan positif antara problem-focused coping dengan kesejahteraan psikologis pada karyawan.Subjek penelitian ini adalah 78karyawan tetap PT. Pantja Tunggal Knitting Mill yang memiliki masa kerja minimal 1 tahun.Sampel diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua skala psikologis, yaitu Skala Kesejahteraan Psikologis (39 aitem α = 0,933) dan Skala Problem-Focused Coping (40 aitem α = 0,937). Hasil analisis data dengan menggunakan analisis korelasiPearsonProduct Moment menunjukkan ada hubungan positif antara problem-focused coping dengan kesejahteraan psikologis pada karyawan (rxy = 0,501 p < 0,01).Hal ini menunjukkan semakin tinggi problem-focused coping maka semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis pada karyawan, dan sebaliknya. Mengacu pada hasil tersebut, pimpinan disarankan agar meningkatkan kesejahteraan psikologis karyawan, misalnya dengan meningkatkan kemampuan yang dimiliki karyawan dalam penyelesaian pekerjaan.
Fulltext View|Download
Keywords: karyawan;kesejahteraan psikologis;problem-focused coping

Article Metrics:

  1. Amin, Z., & Akbar, K. P. (2013). Analysis of psychological well-being and turnover intention of hotel employees: an empirical study. Internation Journal of Innovation and Applied Studies,3(3), 662-671
  2. Aza, R. P. P., Wahyuni, I., & Ekawati. (2017). Analisis tingkat stres kerja serta coping stres pada pegawai rekam medis di RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat,5(5), 327-335. https://doi.org/10.14710/jkm.v5i5.18948
  3. Azwar, S. (2015). Reliabilitas dan validitas(4th ed.). Pustaka Pelajar
  4. Carnegie, D. (2012). What drives employee engagement and why it matters. DaleCarnegie & Associates, Inc
  5. Cartwright, S., Cooper, C.L., & Murphy, L.R. (1997). Diagnosing a healhty organisation:A protective appraroach to stress in the workplace.American Psychological Assosiation,15, 217-229
  6. Fairhurst, D., & O'Connor, J. (2010). Employee well-being: taking engagement and performance to the next level. Towers Watson
  7. Harnois, G., & Gabriel, P. (2000). Mental health and work: Impact, issues and good practices. World Health Organization
  8. Kingkin, P., Rosyid, H. F., & Arjanggi, R. (2011). Kepuasan kerja dan masa kerja sebagai prediktor komitmen organisasipada karyawan PT Royal Korindah di Purbalingga.Proyeksi, 5(1), 17-32. https://doi.org/10.30659/p.5.1.17-32
  9. Nunes, R. P., Melo, R. L. P. D., Júnior, S., & Eulálio, M. D. C. (2016). Relationship between coping and subjective well-being of elderly from the interior of the Brazilian Northeast. Psicologia: Reflexão e Crítica, 9(1). https://10.1186/s41155-016-0032-x
  10. Papalia, D. E., Old, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human development: Psikologi perkembangan (9th ed.). Kencana Prenada Media Group
  11. Rumeser, J. A. A., & Tambuwun, T. E. (2014). Hubungan antara tingkat stres kerja dengan pemilihan coping stress strategy karyawan di Kantor Pusat Adira Insurance.Humaniora, 2(1), 214-227. https://doi.org/10.21512/humaniora.v2i1.2972
  12. Ryff, C. D., & Singer, B. H. (2008). Know thyself and become what you are: A eudaimonic approach psychological well-being. Journal of Happiness Studies, 9(13), 13-39. http://ioa126.medsch.wisc.edu/midus/findings/pdfs/692.pdf
  13. Sarafino, Edward. P., & Smith, Timothy. W. (2011). Health psychology: Biopsychosocial interaction (7 th ed.). John Willey & Sons, Inc
  14. Smet, B. (1994). Psikologi kesehatan. PT. Grasindo
  15. Zulkarnain, M. M., & Annisa. (2013). Analisis work family conflict terhadap kesejahteraan psikologis pekerja. Jurnal Sains dan Praktik Psikologi, 1(3), 207-215

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.