skip to main content

VALIDASI MODUL TERAPI ZIKIR ISTIGFAR UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI DAN MENURUNKAN GEJALA GANGGUAN STRES PASCATRAUMA PADA ORANG DEWASA

1Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia, Indonesia

2Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia, , Indonesia

3Sleman, Daerah Istimewa, Yogyakarta, Indonesia, Indonesia

Open Access Copyright 2021 Jurnal EMPATI under https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Berbagai hal dalam kehidupan berpotensi memunculkan peristiwa menegangkan bagi setiap individu. Peristiwa menegangkan tersebut dapat berupa kejadian yang disebabkan oleh alam maupun kejadian di masyarakat seperti bullying dan kekerasan. Hal ini dapat mempengaruhi munculnya gangguan psikologis seperti gangguan stres pascatrauma. Gangguan stres pascatrauma muncul seiring dengan tingkat resiliensi yang rendah. Sebaliknya, resiliensi akan mempengaruhi kemampuan individu untuk bangkit kembali setelah mengalami peristiwa traumatis. Maka, diperlukan intervensi yang tepat untuk individu dengan gejala gangguan stres pascatrauma dengan resiliensi yang rendah. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk kondisi ini adalah terapi zikir istigfar. Namun, modul terkait dengan terapi tersebut belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas modul Terapi Zikir Istigfar dalam meningkatkan resiliensi dan menurunkan gejala gangguan stres pascatrauma pada orang dewasa. Modul ini terdiri dari psikoedukasi, latihan zikir istigfar, penugasan rumah, evaluasi dan terminasi. Uji validitas isi modul dilakukan oleh lima orang professional judgement, yaitu para psikolog yang berpraktik dalam bidang masing-masing. Validasi isi meliputi beberapa penilaian, yaitu materi, metode, media, aktivitas, lembar kerja dan waktu yang digunakan dalam pelaksanaan modul. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan koefisien validitas Aiken’s V bergerak dari 0,67 sampai 0,93. Uji keterbacaan juga dilakukan oleh delapan orang dewasa yang memiliki kriteria sesuai dengan pengguna modul. Hasil koefisien validitas Aiken’s V uji keterbacaan bergerak dari 0,83 sampai 0,88. Hal tersebut menunjukkan bahwa modul ini memiliki validitas isi dan keterbacaan yang baik. Penyempurnaan modul dilakukan dengan memperbaiki beberapa kata dan kalimat agar lebih mudah dipahami oleh pembaca.

 

Fulltext View|Download
Keywords: modul terapi; resiliensi; stres pascatrauma; validasi; zikir istigfar

Article Metrics:

  1. Abdullah, M. M. (2009). 150 faedah dzikir. Pustaka Al-Kautsar
  2. Adz-Dzakiey, H. B. (2005). Prophetic intelligence (kecerdasan kenabian): Menumbuhkan potensi hakiki insani melalui pengembangan kesehatan ruhani. Islamika
  3. Aiken, L. R. (1980). Content validity and reliability of single items or questionnaires. Educational and Psychological Measurement, 40(4), 955–959. https://doi.org/10.1177/001316448004000419
  4. Aiken, L. R. (1985). Three coefficients for analyzing the reliability and validity of ratings. Educational and Psychological Measurement, 45, 131–141
  5. Altmaier, E. M. (2019). An introduction to trauma. Promoting Positive Processes After Trauma, 1–15. https://doi.org/10.1016/b978-0-12-811975-4.00001-0
  6. Anindyajati, G. (2013). Kekerasan seksual. Modul pelatihan layanan kesehatan seksual dan reprduksi ramah remaja untuk dokter praktik swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta (Kemitraan UNFPA dan Angsamerah Institusi)., 28–31
  7. Anggraieni, W. N., & Subandi, (2014). Pengaruh terapi dzikir untuk menurunkan stress pada penderita hiprtensi esensial. Jurnal Intervensi Psikologi, 6(1), 81–102
  8. Anggraini, A. (2018). Pengaruh terapi zikir terhadap peningkatan resiliensi pada pasien stroke. Universitas Islam Indonesia
  9. Ayriza, Y. (2013). Penyusunan dan validasi modul “social life skill” bagi pendidik anak-anak prasekolah. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 12(2), 213–231. https://doi.org/10.21831/pep.v12i2.1428
  10. Bonanno, G. A. (2004). Loss, trauma, and human resilience: Have we underestimated the human capacity to thrive after extremely aversive events? American Psychologist, 59(1), 20–28. https://doi.org/10.1037/0003-066X.59.1.20
  11. Campbell-Sills, L. & Stein, M.B. (2007). Psychometric analysis and refinement of the connor–davidson resilience scale (CD‐RISC): Validation of a 10‐ item measure of resilience. Journal of Traumatic Stress, 20 (6), 1019-1028. https://doi.org/10.1002/jts.20271
  12. Currier, J. M., Drescher, K. D., & Irene Harris, J. (2014). Spiritual functioning among veterans seeking residential treatment for PTSD: A Matched Control Group Study. Spirituality in Clinical Practice, 1(1), 3–15. https://doi.org/10.1037/scp0000004
  13. DeJonghe, E., Bogat, G., Levendosky, A., & Eye, A. (2008). Women survivors of intimate partner violence and post-traumatic stress disorder: Prediction and prevention. Journal of Postgraduate Medicine, 54(4), 294–300. https://doi.org/10.4103/0022-3859.41435
  14. Endiyono, E., & Hidayah, N. I. (2019). Gambaran post traumatic stress disorder korban bencana tanah longsor di Dusun Jemblung Kabupaten Banjarnegara. Medisains, 16(3), 127. https://doi.org/10.30595/medisains.v16i3.3622
  15. Fleming, J., & Ledogar, R. J. (2008). Resilience and indigenous spirituality: a literature review. Pimatisiwin
  16. Grotberg, E. H. (2001). Resilience programs for children in disaster. Ambulatory Child Health. https://doi.org/10.1046/j.1467-0658.2001.00114.x
  17. Hammam, H. A. (2010). Terapi dengan ibadah. Aqwam
  18. Hidalgo Vicario, M. H., & Rodríguez Hernández, P. R. (2013). DSM-5. manual diagnóstico y estadístico de los trastornos mentales. últimas novedades. In Pediatria Integral (Vol. 17)
  19. Hidayati, D. (2008). Kesiapsiagaan Masyarakat: Paradigma Baru Pengelolaan Bencana Alam (Community Preparedness: New Paradigm in Natural Disaster Management). Jurnal Kependudukan Indonesia, 3(1), 69–84
  20. Hendryadi. (2014). Content validity (validitas isi). Teori Online Personal Paper, 01(01), 1–5
  21. Idsoe, T., Dyregrov, A., & Idsoe, E. C. (2012). Bullying and PTSD Symptoms. J Abnorm Child Psychol, 40, 901-911. https://doi.org/10.1007/s10802-012-9620-0
  22. Javidi, H., & Yadollahie, M. (2012). Post-traumatic Stress Disorder. The International Journal of Occupational and Environmental Medicine, 3(1), 2-9. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23022845/
  23. Karakaş, A. C., & Geçimli, G. (2017). The Effect of Istigfar on State and Trait Anxiety. International Journal of Psychology and Educational Studies, 4(3), 73–79. https://doi.org/10.17220/ijpes.2017.03.008
  24. Kemenppa. (2013). Kekerasan terhadap perempuan: Kekerasan dalam rumah tangga dan perdagangan orang. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699
  25. Kharisman, A., U., (2015). Sukses dunia akhirat dengan istigfar dan taubat. Pustaka Hudaya
  26. Komnas Perempuan. (2019). Korban bersuara, data bicara sahkan RUU penghapusan kekerasan seksual sebagai wujud komitmen negara: catatan kekerasan terhadap perempuan. Catatan Tahunan Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan, 123
  27. Komnas Perempuan. (2020). Kekerasan meningkat: Kebijakan penghapusan kekerasan seksual untuk membangun ruang aman bagi perempuan dan anak perempuan. Catahu: Catatan Tahunan Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan, 1–109
  28. Kumala, O. D., Kusprayogi, Y., & Nashori, F. (2017). Efektivitas pelatihan dzikir dalam meningkatkan ketenangan jiwa pada lansia penderita hipertensi. Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(1), 55–66. https://doi.org/10.15575/psy.v4i1.1260
  29. Kumala, O., Rusdi, A., & Rumiani, R. (2019). Terapi dzikir untuk meningkatkan ketenangan hati pada pengguna napza. Jurnal Intervensi Psikologi (JIP), 11(1), 43–54. https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol11.iss1.art4
  30. Mehrad, A. (2020). Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) effect of Coronavirus (COVID-19) pandemic and role of emotional intelligence. Journal of Social Science Research, 15(May), 185–190. https://doi.org/10.24297/jssr.v15i.8750
  31. Muhtarom, A. (2016). Peningkatan spiritualitas melalui zikir berjamaah (studi terhadap jamaah zikir kazus sholawat Kota Pekalongan,Jawa Tengah). Anil Islam
  32. Mulawarman, M., Nugraheni, E. P., Putri, A., & Febrianti, T. (2019). Psikologi konseling (sebagai pengantar bagi konselor pendidikan). Predinamedia
  33. Nafisa, I. N. K., Nashori, F., & Rumiani. (2017). Effectiveness of asmaul husna dhikr therapy to enhance the self control of alcohol abuser. Indonesian Journal of Medicine and Health, 8(3), 154-163. https://doi.org/10.20885/JKKI.Vol8.Iss3.art3
  34. Nashori, F. (2005). Hubungan antara kualitas dan intensitas dzikir dengan kelapangdadaan mahasiswa. Millah, 5(1), 121–136. https://doi.org/10.20885/millah.vol5.iss1.art9
  35. Nashori, F. & Saputro, I. (2021). Psikologi resiliensi. Universitas Islam Indonesia
  36. Nathanson, A. M., Shorey, R. C., Tirone, V., & Rhatigan, D. L. (2012). The prevalence of mental health disorders in a community sample of female victims of intimate partner violence. Partner Abuse, 3(1), 59–75. https://doi.org/10.1891/1946-6560.3.1.59
  37. Nielsen, M. B., Tangen, T., Idsoe, T., Matthiesen, S. B., & Magerøy, N. (2015). Post-traumatic stress disorder as a consequence of bullying at work and at school. A literature review and meta-analysis. Aggression and Violent Behavior, 21, 17–24. https://doi.org/10.1016/j.avb.2015.01.001
  38. Niko, P. (2018). Pengaruh Terapi dzikir untuk menurunkan kecemasan pada ibu hamil. Jurnal ISLAMIKA
  39. Nugrahati, D., Uyun, Q., & P Nugraha, S. (2018). Pengaruh terapi taubat dan istigfar dalam menurunkan kecemasan mahasiswa. Jurnal Intervensi Psikologi (JIP), 10(1), 33–41. https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol10.iss1.art3
  40. Nugroho, D., R, N., Rengganis, N., & Wigati, P. (2012). Sekolah petra (penanganan trauma) bagi anak korban bencana alam. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, 2(2), 96644
  41. Peres, J. F. P., Moreira-Almeida, A., Nasello, A. G., & Koenig, H. G. (2007). Spirituality and resilience in trauma victims. Journal of Religion and Health, 46(3), 343–350. https://doi.org/10.1007/s10943-006-9103-0
  42. Reivich, K., & Shatte, A. (2002). The resilience factor. Random House, Inc
  43. Retnaningsih, W., & Setiyawati, D. (2019). Validasi modul pelatihan disiplin positif untuk meningkatkan praktik pengasuhan pada ibu anak prasekolah. Gadjah Mada Journal of Professional Psychology, 5(2), 158-172
  44. Safitri, S., Nashori, F., & Sulistyarini, I. (2017). Efektivitas relaksasi zikir untuk menurunkan tingkat stres pada remaja diabetes melitus tipe ii. Jurnal Intervensi Psikologi (JIP). https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol9.iss1.art1
  45. Shihab, M. Q. (2018). Wawasan Al-Quran tentang doa dan zikir. PT Lentera Hati
  46. Singh, K., & Yu, X. (2010). Psychometric evaluation of the connor-davidson resilience scale (cd-risc) in a sample of indian students. Journal of Psychology. https://doi.org/10.1080/09764224.2010.11885442
  47. Solberg, M. E., & Olweus, D. (2003). Prevalence estimation of school bullying with the olweus bully/victim questionnaire. Aggressive Behavior, 29(3), 239–268. https://doi.org/10.1002/ab.10047
  48. Solichah, M. (2013). Asesment Post Traumatic Stress Disorder (Ptsd) pada perempuan korban perkosaan (acquaintance rape). HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal, 10(1), 87. https://doi.org/10.26555/humanitas.v10i1.331
  49. Ssenyonga, J., Owens, V., & Olema, D. K. (2013). Posttraumatic growth, resilience, and Posttraumatic Stress Disorder (PTSD) among refugees. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 82, 144–148. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.06.238
  50. Subandi. (2017). Psikologi zikir: Studi fenomenologi pengalaman transformasi religius. Pustaka Pelajar
  51. Susilana, R., & Riyana, C. (2009). Media pembelajaran hakikat, pengembangan, pemanfaatan dan penilaian. Wacana Prima
  52. Surur, M. (2018). Konsep Taubat dalam Al-Qur’an. Jurnal KACA Jurusan Ushuluddin STAI AL FITHRAH, 8(2), 115-131
  53. Taylor, B. (2016). Heuristics in Proffesional Judgement: A psycho-social rationality model. British Journal of Social Work. doi: 10.1093/bjsw/bcw084
  54. Tentama, F. (2014). Dukungan Sosial Dan Post-Traumatic Stress Disorder. 13(2), 133–138
  55. Wahyunita, D., Afiatin, T., & Kumolohadi, R. R. (2014). Pengaruh pelatihan relaksasi zikir terhadap peningkatan kesejahteraan subjektif istri yang mengalami infertilitas. Jurnal Intervensi Psikologi (JIP). https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol6.iss2.art7
  56. Weathers, F. W., Marx, B. P., Friedman, M. J., & Schnurr, P. P. (2014). Posttraumatic stress disorder in DSM-5: New criteria, new measures, and implications for assessment. Psychological Injury and Law, 7(2), 93–107. https://doi.org/10.1007/s12207-014-9191-1
  57. Widyastuti, T., Hakim, M. A., & Lilik, S. (2019). Terapi zikir sebagai intervensi untuk menurunkan kecemasan pada lansia. Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP), 5(2), 147. https://doi.org/10.22146/gamajpp.13543
  58. Wulandari, E., & Nashori, H. F. (2014). Pengaruh terapi zikir terhadap kesejahteraan psikologis pada lansia. Jurnal Intervensi Psikologi, 6(2), 235–250
  59. Zahourek, R. (2007). Finding holism in disaster: a story of katrina’s aftermath. Journal of Holistic Nursing, 25(1), 52–57. https://doi.org/10.1177/0898010106293596

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.