skip to main content

HUBUNGAN ANTARA KONGRUENSI KARIER REMAJA-ORANGTUA DENGAN KEMATANGAN KARIER PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KEBUMEN

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Open Access Copyright 2021 Jurnal EMPATI under http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Remaja dihadapkan pada tugas perkembangan berupa mempersiapkan karier. Kematangan karier diartikan sebagai kemampuan dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangan karier pada tahap tertentu. Siswa yang memiliki kematangan karier, akan mengarahkan perilaku di masa sekarang untuk mempersiapkan proses karier di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kongruensi karier remaja-orangtua dengan kematangan karier pada siswa SMA Negeri 1 Kebumen. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI yang berjumlah 191 (L= 29,8%, P= 70,2%). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala Kongruensi Karier Remaja-Orangtua (12 aitem, α= 0,830) dan Skala Kematangan Karier (28 aitem, α= 0,926). Analisis data menggunakan regresi sederhana mendapatkan hasil adanya hubungan positif dan signifikan antara kongruensi karier remaja-orangtua dengan kematangan karier pada siswa yaitu rxy = 0,339 dengan p = 0,000. Artinya semakin tinggi kongruensi karier remaja-orangtua, maka semakin tinggi kematangan karier remaja. Kongruensi karier remaja-orangtua memberikan sumbangan efektif sebesar 11,5% terhadap kemantangan karier pada siswa, sedangkan 88,5% sisanya ditentukan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

 

Fulltext View|Download
Keywords: kongruensi karier remaja-orangtua, kematangan karier, siswa SMA

Article Metrics:

  1. Amadi, C. C., Joshua, M. T., & Asagwara, C. G. (2007). Assesment of the vocational maturity of adolescent students in owerri education zone of Imo State, Nigeria. Journal of Human Ecology, 21, 267-263
  2. Badan Pusat Statistik. (2016). Penduduk berumur 15 tahun ke atas menurut golongan umur selama 2008-2018. Diunduh dari http:www.bps.go.id
  3. Betz, N. E., & Taylor, K. M. (2006). Manual for the career desicion self efficacy scale and CDSE-short form. Ohio: The Ohio University
  4. Brown & Lent (2010). Career choice and development. San Fransisco: Jossy Bass Publishe
  5. Creed, P. A., Patton, W., & Predeaux, L. A. (2007). Predicting change overtime in career planning and career exploration for High School Student. Journal of Adolescent, 30, 337-392
  6. Duffy, R. D., & Dik, B.J. (2009). Beyond the self: Exsternal influences in the career development process. Career Development Quarterly, 58, 29-43. Doi: 10.1002/j.2161-0045.2009.tb00171.x
  7. Faridah, N. (2014). Hubungan antara aspirasi karir dengan kematangan vokasional pada siswa SMK Walisongo 1 Gempol Pasuruan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya
  8. Istifarani, F. (2016). Pengaruh dukungan keluarga terhadap pengambilan keputusan karier siswa kelas X di SMK Negeri 1 Depok. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 4 (5), 1-12
  9. Kamil, B., & Daniati, D. (2016). Layanan informasi karir dalam meningkatkan kematangan karir pada peserta didik kelas X di Sekolah Madrasah Aliyah Qudsyiah Kotabumi Lampung Utara tahun pelajaran 2016/2017. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 3 (2), 245-258
  10. Kusuma, R., & Ediati, A. (2018). Hubungan kongruensi karier antara remaja dan orangtua dengan perencanaan karier pada anak nelayan di Kampung Nelayan Kota Tegal. Jurnal Empati, 7 (1), 155-164
  11. Makmun, M. (2017, Agustus 22). 87% mahasiswa Indonesia salah jurusan. Diunduh dari http://beritasatu.com
  12. Novitasari, A. D. (2015). Hubungan antara persepsi dukungan orangtua dengan perencanaan karir pada siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Kalasan. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 5 (4), 3-16
  13. Pratama, B. D., & Suharnan. (2014). Hubungan antara konsep diri dan internal locus of control dengan kematangan karir pada siswa SMA. Jurnal Psikologi Indonesia, 3, 213-222
  14. Sawitri, D. R. (2009). Pengaruh status identitas dan efikasi diri keputusan karir terhadap keraguan mengambil keputusan karir pada mahasiswa tahun pertama di Universitas Diponegoro. Jurnal Psikologi Undip, 5 (2), 1-14
  15. Sawitri, D. R., Creed, P. A., & Zimmer-Gembeck, M. J. (2013). The adolescent-parent career congruence scale: development and initial validation. Journal of Career Assessment, 21 (2), 210-226
  16. Sawitri, D. R., Creed, P. A., & Zimmer-Gembeck, M. J. (2014). Parental influences and adolescent career behaviours in a collectivist cultural setting. Int J Educ Vocat Guidance, 14, 161-180. DOI: 10.1007/s10775-013-9247-x
  17. Sawitri, D. R., & Dewi, K. S. (2018). Aspirasi karir, regulasi diri, dan self-perceived employability pada mahasiswa. Jurnal Psikologi, 17 (1), 68-76
  18. Sejati, N. W. (2012). Tingkat kecemasan sarjana fresh graduate menghadapi persaingan kerja dan meningkatnya pengangguran intelektual. Jurnal Psikologi, 6, 29-34
  19. Sharf, R. S. (2010). Applying career development theory to counseling (5 ed). Balmont CA: Thomson Higher Education
  20. Sudjani. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi kematangan karir siswa sekolah menengah kejuruan Negeri di Kota Bandung. Prosiding Konvesi Nasional Asosiasi Pendidikan Teknoogi dan Kejuruan (APTEKINDO) ke 7. FPTK Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, 13 sd. 14 November, 490-496
  21. Suherman, U. (2013). Bimbingan dan konseling karir: sepanjang rentang kehidupan. Bandung: Rizki Press
  22. Winkel, W. S., & Hastuti. (2013). Bimbingan karir di institusi pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.