skip to main content

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN STRES AKADEMIK PADA SISWA SMA ISLAM AL AZHAR 14 SEMARANG

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 31 Jan 2021; Published: 31 Jan 2021.
Open Access Copyright 2020 Jurnal EMPATI under http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara kecerdasan emosi dengan stres akademik pada siswa SMA Islam 14 Al Azhar Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Islam 14 Al Azhar sejumlah 150 siswa, sedangkan jumlah subjek penelitian 114 siswa.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknikconvenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kecerdasan Emosi (37 aitem, α = 0,917.) dan Skala Stres Akademik (30 aitem, α = 0,901.). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,468 dengan tingkat signifikan korelasi p = 0,000 (p<0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan stres akademik pada siswa SMA Islam Al Azhar 14 Semarang. Artinya semakin tinggi kecerdasan emosi, maka semakin tingi stres akademik. Pada penelitian ini, variabel kecerdasan emosi memiliki koefisien determinasi sebesar 0,219. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel kecerdasan emosi memiliki sumbangan efektif sebesar 21,9% sedangkan sisa 78,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

 

Fulltext View|Download
Keywords: kecerdasan emosi, siswa SMA, stres akademik

Article Metrics:

  1. Desmita. (2012). Psikologi perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
  2. Dewi, S. & Kristiana, I. F. (2017). Hubungan antara persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan kecerdasan emosional padasiswa laki-laki kelas X SMK Negeri 4 Semarang. Jurnal Empati, 6(4), 107-111
  3. Ernawati, L. & Rusmawati, D. (2015). Dukungan sosial orang tua dan stres akademik pada siswa SMK yang menggunakan kurikulum 2013. Jurnal Empati, 4(4), 26-31
  4. Fabio, A. D., & Palazzeschi, L. (2008). Emotional intelligence and self-efficacy in a sample of Italian high school teachers. Social Behavior and Personality, 36(3), 315-326
  5. Gadzella M., Bernandette & Masten G., Wiliam. (2005). An analysis of the categories in the student-life stress inventory. Texas A&M University-Commerce
  6. Goleman, D. (2002). Emotional inteligence. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
  7. Goleman, D. (2015). Emotional inteligence: Mengapa EI lebih penting daripada IQ. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
  8. Kariv, D & Herman, T. (2005). Task-oriented versus emotion-oriented coping strategies: the case of collage students. Collage Student Journal, 39(1), 72-89
  9. Santrock, J.W. (2003). Life-span development. Boston, MA: McGraw Hill Companies
  10. Tinambunan, D.D. (2016, Desember 31). Perubahan kurikulum dan dampaknya terhadap mutu pendidikan. Wordpress.com. https://diandametinambunan.wordpress.com/2016/12/31/ perubahan-kurikulum-dan-dampaknya-terhadap-mutu-pendidikan/
  11. Wulandari, S. & Rachmawati, M.A. (2014). Efikasi diri dan stres akademik pada siswa sekolah menengah atas program akselerasi. Psikologika, 9(2), 146-155
  12. Winarsunu, T. (2010). Statistik dalam penelitian psikologi dan pendidikan. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang Press
  13. Zuama, Hj. Shofiyanti Nur (2012). Kemampuan mengelola stres akademik pada mahasiswa yang sedang skripsi angkatan 2009 program PG PAUD. 78-87. Diakses dari http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/Kreatif/article/view/2954/2032

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.