skip to main content

PENGALAMAN MENJADI GURU LAKI-LAKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSIF

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Open Access Copyright 2020 Jurnal EMPATI under http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap pengalaman mengajar guru laki-laki di sekolah inklusif. Partisipan berjumlah tiga orang guru laki-laki yang dipilih dengan teknik purposive. Wawancara dijalankan secara semi-terstruktur. Transkrip wawancara kemudian dianalisis dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Tema superordinat yang ditemukan mencakup (1) pengalaman terdahulu yang mendukung, (2) motivasi pengambilan keputusan untuk mengajar, (3) dampak positif setelah mengajar ABK, (4) dinamika emosi selama mengajar sekolah inklusif, (5) tantangan sebagai guru sekolah inklusif, (6) proses awal mengajar di sekolah inklusif, (7) harapan yang muncul, (8) strategi mengajar di sekolah inklusif, (9) cara menanggulangi emosi di sekolah, (10) dukungan sosial yang diterima dan (11) kesibukan lain diluar mengajar sekolah inklusif. Ketiga partisipan menunjukkan pemaknaan dan memiliki pengalaman yang beragam di aspek kehidupannya.

 

Fulltext View|Download
Keywords: guru llaki-laki; sekolah inklusif; anak berkebutuhan khusus

Article Metrics:

  1. Akbar, Z., & Tahoma, O. (2018). Dukungan sosial dan resiliensi diri pada guru sekolah dasar. Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, 7(1), 53-59
  2. Avramidis, E., & Norwich, B. (2012). Teachers attitudes towards integration/inclusion: A review of the literature. European Journal of Special Needs Education, 17(2), 129-147
  3. Awwal, J. (2017). Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah anak berkebutuhan khusus (ABK) di Indonesia, Jakarta: MINA
  4. Compton, W. C. (2005). An introduction to positive psychology. USA: Thomson Learning, Inc
  5. Desiningrum, D. R. (2016). Psikologi anak berkebutuhan khusus. Yogyakarta: Psikosain
  6. Fahmi, A., & Hariasih, M. (2016). Pengaruh motivasi, pengalaman kerja dan lingkungan kerja terhadap prestasi kerja guru SMK Muhammadiyah 1 Ngoro Jombang. Jurnal Bisnis, Manajemen dan Perbankan, 2(2), 121-140 doi: 10.21070/jbmp.v2i2.1098
  7. Farestu, E. S. (2016). Stres kerja pada karyawan yang menangani ABK di “Sekolah Asrama Autis – Hiperaktif Arogya Mitra Klaten”. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora: UIN Sunan Kalijaga
  8. Firdaus, Y. (2016). Studi deskriptif peran guru pendidik khusus dalam implementasi program kebutuhan khusus bagi peserta didik berkebutuhan khusus di SDN Wonokusumo 1 Surabaya. Skripsi. Universitas Negeri Surabaya
  9. Firmansyah, I., & Widuri, E. L. (2014). Subjective well-being pada guru sekolah luar biasa. Jurnal Fakultas Psikologi, 2(1), 1-8
  10. Hapsari, I. R., & Mardiana. (2016). Empati dan motivasi kerja guru sekolah luar biasa. Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, 5(1), 48-56. doi: 10.21009/JPPP
  11. Haryati, F. A. & Soedarto. (2017). Penerapan metode drill untuk meningkatkan kemampuan bina diri anak tuna grahita sedang kelas ii SDLB. Jurnal Pendidikan Khusus, 1(1), 1-12
  12. Huda, N. (2015). Penerapan metode drill dalam pembelajaran bahasa inggris bagi siswa kelas ii MI Diponegoro I Purwokerto Lor Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan: IAIN Purwokerto
  13. Likdanawati. (2018). Pengaruh pengalaman kerja, kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di rumah sakit umum labuhan haji tengah aceh selatan. Jurnal Visioner dan Strategis, 7(1), 17-22
  14. Linayaningsih, F. (2016). Strategi coping pada guru SLB dalam menghadapi anak berkebutuhan khusus. (Seminar Nasional Educational Well-being). Semarang, hal. 152-164
  15. Mardiansyah. (2015). Proses pembelajaran inklusif untuk anak berkebutuhan khusus kelas XI DKV di SMK Negeri 4 Padang. Jurnal Bimbingan Konseling, 1(1), 1-5
  16. Mareza, L., & Nugroho, A. (2016). Model dan strategi pembelajaran anak berkebutuhan khusus dalam setting pendidikan inklusif. Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa, 2(2), 145-156
  17. Nevid, J. S., Rathus, S. A., & Greene, B. (2005). Psikologi abnormal. Jakarta: Erlangga
  18. Nuryani., Hadisiwi, P., & Karimah, E. K. (2017). Pola komunikasi guru pada siswa snak berkebutuhan khusus di sekolah menengah kejuruan inklusif. Jurnal Kajian Komunikasi, 4(2), 154-171
  19. Pujaningsih. (2011). Redesain pendidikan guru untuk mendukung pendidikan inklusif. Universitas Negeri Yogyakarta
  20. Purba, I., & Tambun, N. A. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi karyawan pada Grand Serela Hotel & Convention Medan. Jurnal Bisnis Administrasi, 4(1), 22-33
  21. Rachman, P. M., & Tjalla, A. (2008). Keterampilan pengelolaan kelas dilihat dari jenis kelamin dan kecerdasan emosi guru sekolah luar biasa. Jurnal Psikologi, 2(1), 1-7
  22. Restina, Z. A., & Mardiawan, O. (2016). Studi deskriptif mengenai regulasi emosi pada guru SLB ABCD X di Kota Bandung. Jurnal Psikologi, 3(1), 48-52
  23. Rutmana, H., & Masykur, A. M. (2018). An interpretative phenomenological analysis of experience of honorary teachers teaching student with disabilities in inclusive settings in Semarang. Jurnal Empati, 7(1), 315-323
  24. Smith, J. A. (2009). Dasar-dasar psikologi kualitatif pedoman praktis metode penelitian. Bandung: Penerbit Nusa Media
  25. Soetjiningsih. (2010). Tumbuh kembang anak. Jakarta: EGC
  26. Sudjak. (2018). Problematika pendidikan inklusi di sekolah. Jurnal Program Studi PGMI, 5(2), 185-201
  27. Syarifah, N. (2006). Hubungan antara stres kerja dengan produktivitas kerja pada karyawan bagian produksi perusahaan rokok empat lima Kudus. Skripsi. Fakultas Psikologi: Unissula
  28. Tarnoto, N. (2017). Permasalahan-permasalahan yang dihadapi sekolah penyelenggara pendidikan inklusif pada tingkat SD. Jurnal Humanitas, 13(1), 50-61
  29. Triyatno, & Permatasari, R. D. (2016). Pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusif. Jurnal Sekolah Dasar, 25(2), 176-186

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.