Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI30034, author = {Muhammad Ramadhan and Amalia Rahmandai}, title = {PENGALAMAN MENJADI GURU LAKI-LAKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSIF}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {9}, number = {6}, year = {2021}, keywords = {guru llaki-laki; sekolah inklusif; anak berkebutuhan khusus}, abstract = { Penelitian ini bertujuan mengungkap pengalaman mengajar guru laki-laki di sekolah inklusif. Partisipan berjumlah tiga orang guru laki-laki yang dipilih dengan teknik purposive . Wawancara dijalankan secara semi-terstruktur. Transkrip wawancara kemudian dianalisis dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Tema superordinat yang ditemukan mencakup (1) pengalaman terdahulu yang mendukung, (2) motivasi pengambilan keputusan untuk mengajar, (3) dampak positif setelah mengajar ABK, (4) dinamika emosi selama mengajar sekolah inklusif, (5) tantangan sebagai guru sekolah inklusif, (6) proses awal mengajar di sekolah inklusif, (7) harapan yang muncul, (8) strategi mengajar di sekolah inklusif, (9) cara menanggulangi emosi di sekolah, (10) dukungan sosial yang diterima dan (11) kesibukan lain diluar mengajar sekolah inklusif. Ketiga partisipan menunjukkan pemaknaan dan memiliki pengalaman yang beragam di aspek kehidupannya. }, issn = {2829-1859}, pages = {449--460} doi = {10.14710/empati.2020.30034}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/30034} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini bertujuan mengungkap pengalaman mengajar guru laki-laki di sekolah inklusif. Partisipan berjumlah tiga orang guru laki-laki yang dipilih dengan teknik purposive. Wawancara dijalankan secara semi-terstruktur. Transkrip wawancara kemudian dianalisis dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Tema superordinat yang ditemukan mencakup (1) pengalaman terdahulu yang mendukung, (2) motivasi pengambilan keputusan untuk mengajar, (3) dampak positif setelah mengajar ABK, (4) dinamika emosi selama mengajar sekolah inklusif, (5) tantangan sebagai guru sekolah inklusif, (6) proses awal mengajar di sekolah inklusif, (7) harapan yang muncul, (8) strategi mengajar di sekolah inklusif, (9) cara menanggulangi emosi di sekolah, (10) dukungan sosial yang diterima dan (11) kesibukan lain diluar mengajar sekolah inklusif. Ketiga partisipan menunjukkan pemaknaan dan memiliki pengalaman yang beragam di aspek kehidupannya.
Article Metrics:
Last update:
The authors who publish in the Jurnal Empati retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University